Arti SARA, Kategori, dan Cara Menghindari Konfliknya

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Istilah SARA erat kaitannya dengan isu sensitif. Kita tentunya tidak asing lagi dengan kalimat seperti "Dilarang Mengandung SARA". Namun, arti SARA sebenarnya apa?
SARA merupakan akronim (singkatan) dari empat kata, yakni Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan. Keempat kata tersebut menjadi bagian tak terpisahkan yang selalu hadir dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat.
Simak penjelasan selengkapnya mengenai istilah SARA di bawah ini agar tidak salah kaprah dalam penggunaan.
Memahami Pengertian SARA
Menurut buku Pengaruh Politisasi SARA Terhadap Partisipasi Masyarakat Mengikuti Pilpres 2019 oleh Ujang Permana dan Idris Hadriana, SARA adalah sebuah pandangan atau tindakan yang berhubungan dengan sentimen identitas diri yang menyangkut agama, keturunan, suku, kebangsaan, dan golongan.
Pembicaraan mengenai SARA adalah pembicaraan yang cukup dihindari karena berhubungan dengan isu sensitif. Walaupun sebenarnya SARA bukanlah hal negatif.
Mengutip dari laman Kemdikbud, SARA semestinya bisa dipahami sebagai sesuatu yang positif, sebab seluruh aktivitas manusia selalu mengandung atau berisikan SARA.
Tidak ada aktivitas yang terlepas dari SARA di masyarakat. Semua manusia memiliki suku, memiliki agama, memiliki ras, dan juga memiliki kelompok atau golongan masing-masing.
Meski demikian, tak dapat dimungkiri bahwa seringkali, pembahasan mengenai SARA justru berujung pada konflik. Makanya, tak heran jika banyak larangan penggunaan SARA dalam karya, komedi, dan sejenisnya.
Baca Juga: 9 Contoh Konflik Sara dan Cara Mengatasinya
Kategori Tindakan yang Menyinggung SARA
Masih mengutip buku Pengaruh Politisasi SARA Terhadap Partisipasi Masyarakat Mengikuti Pilpres 2019, terdapat tiga tindakan yang menyinggung SARA, yakni sebagai berikut.
1. Kategori Individual
Kategori individual meliputi tindakan SARA yang dilakukan individu atau kelompok yang bersifat menyerang, melecehkan, menghina, dan mengintimidasi diri maupun golongan.
2. Kategori Institusional
Kategori institusional merupakan tindakan SARA yang dilakukan sebuah institusi, termasuk institusi negara atau swasta yang secara sengaja dan tidak sengaja membuat peraturan diskriminatif terhadap sebuah golongan.
3. Kategori Kultural
Kategori kulturan meliputi penyebaran ide-ide diskriminatif serta mitos yang berhubungan dengan suatu golongan masyarakat. Penyebaran ide ini dapat berujung kepada konflik yang sulit untuk dihindari.
Oleh karena itu, perlu dilakukan pencegahan dan tindakan tegas terhadap pelaku untuk menghindari tersebarnya isu negatif yang bisa menimbulkan perpecahan.
Cara Menghindari Konflik SARA
SARA adalah isu yang rentan memicu konflik. Meski begitu, ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah konflik SARA.
1. Memahami Adanya Perlindungan Bagi Hak Warga Negara
Sebagai negara hukum, Indonesia menjamin akan memberikan perlindungan pada semua hak yang dimiliki warga negara. Contohnya, dalam Undang-Undang Dasar Negara Tahun 1945, pasal 28 E.
Berdasarkan Undang-Undang tersebut, Indonesia memberikan kebebasan pada masyarakatnya untuk memeluk agama dan beribadah sesuai kepercayaan dan keyakinan masing-masing.
2. Saling Menghargai dan Menghormati Keberagaman
Sikap menghargai yang bisa diterapkan adalah dengan bergaul sama siapa saja, tanpa melihat latar belakang suku, budaya, agama, dan golongan.
Selain itu, munculkan sikap mau mengenal dan mempelajari kebudayaan dan adat dari daerah lain.
3. Tidak Menyimpan Prasangka Buruk pada Orang yang Berbeda
Seperti yang sudah diketahui, Indonesia merupakan negara dengan penduduk yang beragam. Nah, untuk mencegah konflik, hilangkan prasangka buruk pada orang atau kelompok yang berbeda.
(DEL)
