9 Contoh Konflik Sara dan Cara Mengatasinya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki keragaman suku bangsa dan agama. Keragaman tersebut terkadang oleh sebagian orang digunakan untuk memicu konflik. Apa saja contoh konflik SARA dalam kehidupan?
Menurut buku Sosiologi:Menyelami Fenomena Sosial di Masyarakat oleh Bagja Waluya (2007:114), SARA adalah sebuah pandangan dan tindakan yang didasarkan atas sentimen identitas yang menyangkut suku, agama, ras, dan antar golongan.
Pandangan yang tidak baik terhadap keberagaman ini menyebabkan konflik sosial yang menyebar menuju konflik SARA. Hal ini juga pemicu terjadinya bentrok yang terjadi antar kelompok berupa ujaran kebencian hingga kekerasan.
9 Contoh Konflik SARA dalam Kehidupan
Konflik SARA dapat terjadi di mana saja dan dapat ditemukan di sekitar warga dengan mudah. Bahkan, konflik juga dapat terjadi di lingkungan sekolah yang jarang disadari oleh masyarakat. Berikut contoh konflik SARA yang perlu diketahui.
1. Contoh Konflik SARA di Lingkungan Sekolah
Diskriminasi terhadap murid berdasarkan suku
Biasanya siswa yang berasal dari suku berbeda dan minoritas akan sering mendapatkan perlakuan tidak adil dari murid lain dan guru. Misalnya, bullying, ejekan, perbedaan nilai, dan masih banyak lagi.
Diskriminasi karena berbeda agama
Setiap sekolah di Indonesia memiliki sifat sekolah yang mayoritas. Ketika masuk ke sekolah dengan agama mayoritas pastinya hanya ada dua hingga lima orang yang memiliki agama berbeda dan terkadang mendapatkan perlakuan tidak adil.
Konflik berdasarkan warna kulit
Terkadang bentuk konflik di sekolah terdengar aneh karena warna kulit juga dapat menjadi media bullying. Misalnya, terdapat murid yang memiliki kulit lebih gelap maka teman-temannya akan mengejeknya dengan sebutan “hitam jelek”.
Konflik antar kelas ekonomi
Konflik dapat terjadi berdasarkan kemampuan ekonomi yang dimiliki oleh keluarga murid sekolah. Hal ini biasa terjadi ketika murid yang memiliki ekonomi rendah mendapatkan perlakuan tidak adil dari teman-temannya dan pihak sekolah.
2. Contoh Konflik SARA di Lingkungan Masyarakat
Konflik antar etnis yang terjadi pada tahun 1998, khususnya pada etnis pribumi dan etnis Tionghoa.
Konflik antar organisasi keagamaan masyarakat yang berada di Jakarta.
Konflik karena perbedaan warna kulit dalam bidang pekerjaan, layanan publik, atau pendidikan. Misalnya, banyak pekerjaan yang selalu memilih calon pekerja dengan warna kulit cerah atau putih.
Konflik Pengusiran Mahasiswa Papua di Yogyakarta yang terjadi akibat beberapa oknum mengepung asrama mahasiswa dari Papua dan melontarkan ujaran kebencian dan mengusir mereka.
Konflik sosial di Situbondo yang terjadi pada tahun 1996 karena ada perbedaan keyakinan gerakan anti Kristen dan Tionghoa.
Cara Mengatasi Konflik SARA dengan Benar
Pastinya, sebagai warga Indonesia menginginkan untuk bisa tinggal dengan damai dan bisa menerima keberagaman. Oleh sebab itu, terdapat cara mengatasi konflik SARA yang sering terjadi di lingkungan masyarakat dan di mana saja.
1. Mulai untuk Mendekatkan Diri pada Tuhan
Ketika seseorang mendekatkan diri dengan Tuhan, seseorang dapat mengetahui bahwa Tuhan menciptakan keberagaman untuk menciptakan kedamaian. Sehingga, seseorang dapat belajar untuk saling menerima, menghargai, dan membantu.
2. Memahami ada Perlindungan bagi Hak Warga Negara
Setiap warga negara Indonesia, Indonesia memiliki hukum yang dapat memberikan perlindungan hak warga negaranya. Hal tersebut dicatat dalam UUD Negara Tahun 1945, pasal 28 E dan UUD 1945 Pasal 28 I Ayat 2 agar terbebas dari diskriminatif.
3. Saling Menghargai dan Menghormati Keberagaman
Setiap warga negara harus bisa menghargai dan menghormati keberagaman agar memberikan kedamaian antar masyarakat. Masyarakat dapat mulai menerima dan mengenal perbedaan budaya dan adat dari daerah lain.
4. Tidak Menyimpan Prasangka Buruk terhadap Orang Lain
Selain itu, setiap masyarakat dapat mencoba untuk mengurangi berburuk sangka terhadap orang lain yang memiliki perbedaan dalam agama, suku, dan etnis. Bahkan, tidak berburuk sangka mengenai keadaan ekonomi orang lain.
Baca Juga: 3 Upaya Pencegahan Konflik yang Bersifat SARA
Demikian beberapa contoh konflik SARA dan cara mengatasi konflik di antara masyarakat. Adanya keberagaman patutlah menjadi hal untuk bisa saling menghargai dan menumbuhkan toleransi bukan dijadikan bahan perpecahan. (AYA)
