Konten dari Pengguna

Arti Screening, Jenis-jenis dan Manfaatnya

Pengertian dan Istilah

Pengertian dan Istilah

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi arti screening. Foto: unair.ac.id
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi arti screening. Foto: unair.ac.id

Screening atau skrining merupakan proses sistematis untuk mengidentifikasi individu, objek, atau informasi tertentu dari sejumlah besar data atau partisipan dengan tujuan tertentu. Dalam berbagai konteks, proses ini dijalankan untuk menyaring atau memilah informasi atau individu yang memenuhi kriteria tertentu.

Screening bisa menjadi langkah awal dalam identifikasi masalah atau potensi, baik dalam bidang kesehatan, perekrutan karyawan, atau bahkan keamanan. Ini ulasannya.

Arti Screening dan Tujuannya

Ilustrasi pemeriksaan atau skrining kanker serviks. Foto: Chinnapong/Shutterstock

Screening, atau skrining dalam bahasa Indonesia serapan, adalah proses atau metode sistematik yang digunakan untuk memeriksa atau menilai individu, objek, atau informasi tertentu dari sejumlah besar data, sampel, atau partisipan dengan tujuan untuk mengidentifikasi hal-hal yang memenuhi kriteria tertentu.

Tujuan utama dari proses screening adalah untuk menyaring atau memilah sesuatu yang layak perhatian atau memiliki potensi penting dalam konteks yang relevan.

Proses screening melibatkan penggunaan metode atau alat tertentu, seperti tes, pemeriksaan fisik, wawancara, atau pengamatan, yang telah dirancang sesuai dengan kebutuhan spesifik dari tujuan screening yang ingin dicapai.

Skrining ini biasanya menjadi langkah awal yang penting sebelum melakukan tindakan lebih lanjut, seperti diagnosis lebih lanjut dalam bidang kesehatan atau seleksi lanjutan dalam proses perekrutan.

Baca juga: Penyakit Lupus: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Jenis-jenis Screening

Ilustrasi skrining hipotiroid kongenital. Foto: Kemenkes RI

Terdapat beragam jenis screening yang diterapkan dalam berbagai bidang, dari kesehatan hingga keamanan. Mari kita bahas beberapa jenis screening yang umum ditemui:

1. Skrining Kesehatan

  • Skrining Kesehatan Masa Bayi: Dilakukan segera setelah kelahiran untuk mendeteksi kelainan atau kondisi medis yang mungkin ada pada bayi.

  • Pemeriksaan Kesehatan Rutin: Termasuk pemeriksaan fisik, tes darah, tes urin, dan tes pencitraan untuk mendeteksi penyakit atau kondisi medis tertentu.

2. Skrining Kanker

  • Mammografi: Skrining menggunakan sinar-X untuk mendeteksi kanker payudara pada wanita.

  • Skrining Kolorektal: Melalui tes tinja atau kolonoskopi, bertujuan untuk mendeteksi kanker usus besar.

3. Skrining Mental

Tes Psikologis: Dapat membantu dalam identifikasi masalah mental atau emosional pada individu, seperti tes kecerdasan atau tes kepribadian.

4. Skrining Pekerjaan

  • Wawancara dan Tes Keterampilan: Mempertimbangkan kemampuan dan kecocokan individu dengan posisi yang ditawarkan.

  • Pemeriksaan Latar Belakang: Untuk memeriksa riwayat pekerjaan, pendidikan, atau catatan kriminal.

5. Skrining Keamanan

  • Pemeriksaan Keamanan di Bandara: Melalui detektor logam atau pemindaian tubuh untuk mencegah pembawa senjata atau benda berbahaya lainnya.

  • Pemeriksaan di Bea Cukai: Untuk mencegah masuknya barang ilegal atau berbahaya ke suatu negara.

6. Skrining Pendidikan

  • Tes Kemampuan Akademik: Dapat membantu dalam menilai kemampuan dan potensi akademik seseorang.

  • Tes Penempatan: Digunakan untuk menempatkan siswa ke tingkat atau program yang sesuai dengan kemampuan mereka.

7. Skrining Finansial

Penilaian Risiko Keuangan: Untuk menilai risiko keuangan atau kredit seorang individu atau perusahaan.

Manfaat Melakukan Screening

Melakukan skrining membawa manfaat yang besar dalam berbagai konteks kehidupan. Berikut adalah beberapa manfaat utama dari proses skrining:

  1. Deteksi Dini Penyakit: Salah satu manfaat utama skrining adalah kemampuannya untuk mendeteksi penyakit atau kondisi medis pada tahap awal. Ini memungkinkan intervensi yang lebih cepat dan pengelolaan yang lebih efektif.

  2. Pencegahan dan Pengurangan Risiko: Melalui skrining, risiko terhadap penyakit atau kondisi tertentu dapat diidentifikasi dengan lebih baik. Ini memungkinkan individu atau populasi untuk mengadopsi langkah-langkah pencegahan yang sesuai.

  3. Pemilihan dan Penempatan yang Tepat: Skrining juga membantu dalam pemilihan yang tepat, baik itu dalam perekrutan karyawan, penempatan akademik, atau bahkan penentuan tingkat risiko keuangan.

  4. Efisiensi Biaya: Meskipun skrining dapat membutuhkan biaya awal, namun dalam jangka panjang, hal ini dapat menghemat biaya perawatan. Dengan mendeteksi penyakit pada tahap awal, biaya pengobatan yang lebih kompleks atau jangka panjang dapat dihindari.

  5. Kesejahteraan Masyarakat: Skrining dalam skala besar dapat memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

  6. Meningkatkan Kualitas Hidup: Dengan mendeteksi atau mencegah masalah sejak dini, skrining berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup. Ini mengurangi dampak negatif yang bisa timbul dari kondisi atau masalah yang tidak terdeteksi atau dibiarkan berkembang.

(APS)