Arti Wallahu Alam, Waktu, dan Hikmah Mengucapkannya

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Istilah Wallahu Alam mungkin sudah tidak asing lagi di telinga para umat muslim. Sebab, kata ini sering diucapkan dalam percakapan sehari-hari.
Lantas, apa arti Wallahu Alam? Kalimat Wallahu Alam sebenarnya memiliki makna yang cukup luas dan dalam. Untuk mengetahuinya lebih lanjut, simak penjelasan berikut ini.
Memahami Arti Wallahu Alam
Dikutip dari Islam.nu.or.id, dari segi bahasa, Wallahu Alam diambil dari bahasa Arab yang artinya “hanya Allah yang lebih mengetahui”.
Adapun kalimat lengkap dari Wallahu Alam adalah Wallahu Alam Bish-shawab yang memiliki arti, “Hanya Allah yang lebih mengetahui kebenaran yang sebenarnya”.
Kalimat Wallahu Alam sering diucapkan ketika seorang guru, penceramah, atau orang-orang yang membahas tentang ilmu agama saat menutup pembahasan mereka.
Maksud dari pengucapan Wallahu Alam di akhir pembahasan tentang agama ialah sebagai pengakuan para ulama bahwa fatwa mereka berasal dari ilmu yang mereka peroleh dan ilmu-ilmu tersebut berasal dari Allah SWT.
Mengutip dari laman Uninus.ac.id, menurut Sulaiman bin Muhammad al-Bujairami dan ulama Mazhab Syafi’i, pengucapan Wallahu Alam dianjurkan bertujuan sebagai bentuk kerendahan hati para ulama dan upaya memasrahkan kembali hakikat permasalahan tersebut kepada Allah.
“Sebagian para guru mengatakan, ‘(Dengan memakai lafadz Wallahu a‘lam bish-shawab) seakan-akan penulis bertujuan untuk berlepas diri dari pengakuan paling alim. Al-‘Allamah Ibnu Hajar al-Haitami menjelaskan, maksud kalimat Wallahu a‘lam adalah hanya Allah yang lebih mengetahui dari seluruh orang alim.”
Waktu yang Tepat Untuk Mengucapkan Wallahu Alam
Kalimat Wallahu Alam dapat diucapkan oleh setiap umat muslim tanpa terkecuali. waktu yang baik untuk mengucapkan kalimat ini adalah ketika ditanya oleh seseorang, namun kita tidak mengetahui jawabannya. Hal tersebut dikatakan oleh sahabat Nabi, yakni Abdullah Bin Mas’ud yang berbunyi:
“Wahai manusia, barang siapa yang ditanya tentang suatu permasalahan ilmu kepadanya dan ia mengetahuinya maka hendaknya ia menjawabnya. Dan barang siapa yang tidak mengetahui jawabannya, hendaknya ia mengatakan Wallahu a’lam karena sesungguhnya sebagian dari ilmu adalah engkau mengatakan Wallahu a’lam terhadap sesuatu yang tidak engkau ketahui”. (Imam Ahmad bin Hanbal, Musnad Imam Ahmad bin Hanbal, Kairo: Muassasah ar-Risalah, 2001, vol. 7 hal. 180)
Baca Juga: Arti Wallahu A'lam Bishawab dan Waktu yang Tepat untuk Mengucapkannya
Hikmah Mengucapkan Wallahu Alam
Adapun hikmah dari mengucapkan Wallahu Alam menurut Syekh Ali Jum’ah adalah:
Sebagai bentuk pengakuan bahwa fatwa yang mereka sampaikan adalah terbatas yang dapat ditinjau ulang dalam kesempatan lain. Dan para ulama tak segan untuk mengubah fatwanya ketika ditemukan sudut pandang atau dalil hukum lain yang dapat mengubah pendapatnya.
Sebagai bentuk pengakuan para ulama bahwa fatwa mereka bersumber dari ilmu yang mereka dapatkan. Dan seluruh ilmu itu bersumber dari Allah SWT. Oleh sebab itu, ucapan Wallahu Alam adalah bentuk tawadhu atau kerendahan hati mereka di hadapan Allah yang memberikan petunjuk dalam memahami ilmu.
(SNS)
