Konten dari Pengguna

Arti Weton: Makna, Cara Menghitung, dan Signifikansinya dalam Kehidupan

Pengertian dan Istilah

Pengertian dan Istilah

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi arti weton. Foto: Aloysius Jarot Nugroho/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi arti weton. Foto: Aloysius Jarot Nugroho/Antara Foto

Weton adalah salah satu konsep penting dalam budaya Jawa, terutama dalam konteks perhitungan kalender dan ramalan nasib. Kata "weton" berasal dari bahasa Jawa yang merujuk pada dua hal yang berbeda tetapi saling terkait, yakni "wuku" yang mengacu pada satu dari 30 hari dalam kalender Jawa dan "pasaran" yang mengacu pada salah satu dari lima hari dalam pekan Jawa.

Ketika kedua konsep ini digabungkan, mereka membentuk "weton" yang menggambarkan perpaduan antara hari dalam pekan dan hari dalam bulan yang dianggap memiliki pengaruh signifikan pada nasib seseorang.

Artikel ini akan menjelaskan arti weton, makna, cara menghitung weton, dan signifikansinya dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Watak Weton Selasa Legi dan Cara Menghitung Weton Jodoh

Mengenal Arti Weton dalam Budaya Jawa

Ilustrasi arti weton dalam acara Tedhak Siten, Abimanyu Putra Vicky Shu. Foto: Giovanni/kumparan

Menurut Javanese-English Dictionary yang ditulis oleh Stuart Robson (1999), "weton" adalah kombinasi hari dalam pekan dan hari dalam bulan dalam kalender Jawa yang digunakan untuk membuat perhitungan astrologi dan meramal nasib. Weton memiliki akar dalam kepercayaan animisme dan kepercayaan pada alam semesta yang dipengaruhi oleh Hindu-Buddha.

Dalam budaya Jawa kuno, orang-orang mengaitkan perubahan dalam alam semesta dengan nasib manusia. Mereka percaya bahwa segala sesuatu di dunia ini terkait erat satu sama lain, termasuk posisi bintang dan planet, pergerakan alam, dan tindakan manusia.

Menurut The Javanese Culture yang ditulis oleh M.C. Ricklefs (1974), konsep weton menggambarkan pemahaman manusia terhadap hubungan antara alam semesta dan nasib pribadi mereka. Dalam budaya Jawa, weton digunakan sebagai alat untuk memprediksi keberuntungan, menentukan waktu yang tepat untuk melakukan aktivitas tertentu, dan menghindari hal-hal yang dianggap kurang baik berdasarkan kombinasi hari dan pasaran."

Cara Menghitung Weton

Ilustrasi cara menghitung weton. Foto: Kwangmoozaa/Shutterstock

Menghitung weton memerlukan pemahaman tentang kalender Jawa yang berbeda dengan kalender Gregorian yang umum digunakan di sebagian besar dunia. Kalender Jawa memiliki tiga komponen utama: tahun (taun), bulan (wulan), dan hari (dina).

Setiap tahun dalam kalender Jawa terdiri dari 12 bulan dan setiap bulan memiliki 35 atau 36 hari. Kalender ini juga menggabungkan siklus 7-hari yang dikenal sebagai "pasaran" dan siklus 30-hari yang dikenal sebagai "wuku".

Masih mengutip Javanese-English Dictionary oleh Stuart Robson (1999), cara menghitung weton adalah dengan menentukan hari dalam pekan (pasaran) dan hari dalam bulan (wuku) pada tanggal lahir seseorang. Dengan kombinasi ini, maka akan diperoleh weton yang menggambarkan karakter dan nasib seseorang.

Baca juga: Cara Hitung Weton Untuk Pernikahan

Signifikansi Weton dalam Kehidupan Sehari-hari

Weton memiliki signifikansi yang besar dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Jawa. Weton biasanya digunakan untuk menentukan waktu yang baik untuk acara-acara penting seperti pernikahan, kelahiran anak, upacara keagamaan, dan bahkan pemilihan nama anak.

Ini juga digunakan untuk memahami karakter seseorang dan mengidentifikasi potensi nasib baik atau buruk.

Meskipun weton masih relevan dalam budaya Jawa, tidak semua orang mengikuti keyakinan ini dengan ketat. Banyak orang Jawa modern memilih untuk mempertimbangkan weton sebagai panduan tambahan dalam pengambilan keputusan, bukan sebagai penentu mutlak nasib mereka.

(APS)