Konten dari Pengguna

Definisi Desa menurut Daldjoeni, Ciri-Ciri, dan Jenisnya

Pengertian dan Istilah

Pengertian dan Istilah

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi untuk Definisi Desa menurut Daldjoeni. Sumber: Unsplash/Satria Setiawan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi untuk Definisi Desa menurut Daldjoeni. Sumber: Unsplash/Satria Setiawan

Manusia membutuhkan bantuan manusia lainnya untuk bisa hidup. Oleh sebab itu, manusia hidup secara berkelompok di suatu wilayah seperti desa. Definisi desa menurut Daldjoeni perlu dipelajari agar lebih memahami desa.

Tak hanya itu saja, ciri-ciri desa juga perlu diketahui. Begitu pula dengan jenis-jenis desa.

Definisi Desa menurut Daldjoeni dan Ciri-Ciri Desa

Ilustrasi untuk Definisi Desa menurut Daldjoeni. Sumber: Unsplash/Irgi Nur Fadil

Secara etimologi, kata desa berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu deca yang berarti tanah air, tanah kelahiran, atau tanah asal. Desa merupakan kesatuan wilayah yang ditinggali oleh sejumlah keluarga yang dipimpin oleh kepala desa.

Dikutip dari Membangun Desa, Merencanakan Desa dengan Pendekatan Partisipatif dan Berkelanjutan, Prayitno dan Subagiyo (2018:2), desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang tinggal di suatu wilayah dengan kegiatan utama pertanian dan berwenang untuk mengatur kepentingan masyarakat atau rumah tangganya sendiri.

Sedangkan, definisi desa menurut Daldjoeni adalah suatu permukiman masyarakat yang terletak di luar kota dan penduduknya memiliki mata pencarian bertani atau bercocok tanam.

Desa memiliki ciri-ciri khusus sebagai berikut.

  • Kehidupan di desa dianggap dekat dengan alam, sehingga pekerjaan di desa bergantung pada bidang peternakan, pertanian, dan perikanan.

  • Kepadatan penduduk desa relatif rendah.

  • Interaksi masyarakat di desa lebih intens daripada masyarakat di kota.

  • Masyarakat desa memiliki solidaritas yang sangat kuat.

  • Dibandingkan dengan masyarakat kota, masyarakat desa memiliki mobilitas yang cenderung rendah.

Jenis-Jenis Desa

Ilustrasi untuk Definisi Desa menurut Daldjoeni. Sumber: Unsplash/Edwin Petrus

Desa dibagi menjadi beberapa macam. Berikut adalah penjelasan beberapa jenis desa.

1. Desa Swadaya

Desa swadaya merupakan desa yang masyarakatnya masih terikat dengan adat dan tradisi setempat. Tingkat pendidikan desa ini tergolong rendah dan kesadaran akan pentingnya pendidikan juga masih rendah.

Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, masyarakat desa swadaya bergantung pada sektor produksi. Tidak ada usaha produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar luar. Hal ini mengakibatkan potensi yang dimiliki desa belum bisa dimanfaatkan dengan optimal.

2. Desa Swakarya

Desa swakarya merupakan desa yang dalam proses pembangunan sehingga memiliki tingkat kemajuan lebih tinggi daripada desa swadaya. Pada desa ini, keberadaan adat istiadat dalam masyarakat mulai mengalami peralihan.

Pekerjaan masyarakat desa swakarya beragam, tidak seperti di desa swadaya. Tingkat pendidikan masyarakat desa swakarya juga lebih baik.

Baca juga: Apa Itu Urbanisasi? Ini Pengertiannya

Itulah definisi desa menurut Daldjoeni, ciri-ciri, dan jenis-jenis desa yang bisa dipelajari. Selamat belajar! (KRIS)