GPA Kuliah: Pengertian dan Cara Menghitungnya

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam dunia perkuliahan, ada banyak istilah yang harus dipahami oleh mahasiswa, salah satunya adalah GPA. GPA adalah Grade Point Average atau disebut juga sebagai IPK dalam bahasa Indonesia.
GPA berkaitan dengan nilai dari mata kuliah yang diambil. Oleh sebab itu, mahasiswa harus mengetahui pengertian dan cara menghitung GPA.
GPA adalah Grade Point Average
GPA adalah Grade Point Average. GPA juga disebut sebagai IPK (Indeks Prestasi Kumulatif). Dikutip dari Buku Pintar Beasiswa, Murniasih (2009:86), GPA merupakan perolehan nilai kumulatif dari serangkaian mata kuliah yang dipelajari saat kuliah.
GPA atau IPK digunakan untuk mengukur prestasi di bidang akademik pada tingkat pendidikan tinggi. GPA dapat menentukan kelulusan mahasiswa. GPA dapat berubah selama mahasiswa tersebut belum menyelesaikan pendidikannya.
GPA yang tinggi menunjukkan bahwa mahasiswa tersebut berprestasi. GPA bertujuan untuk menilai apakah mahasiswa telah memenuhi standar untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya. Berikut beberapa tujuan lain dari GPA.
Memberikan kemajuan akademik untuk perguruan tinggi.
Kelayakan untuk mendapat hadiah atau penghargaan.
Sebagai syarat akreditasi.
Untuk mengajukan permohonan beasiswa.
Untuk melamar pekerjaan.
Cara Menghitung GPA
Setelah memahami apa itu GPA, mahasiswa juga harus bisa menghitung GPA masing-masing. Berikut adalah cara menghitung GPA dan contohnya.
Jumlahkan nilai mutu setiap mata kuliah yang diambil dalam satu semester. Pastikan untuk menjumlahkan nilai mutu mulai dari semester pertama hingga semester akhir. Setelah itu, bagi jumlah nilai mutu dengan jumlah SKS semua mata kuliah.
Contoh:
- Jumlah mutu IP semester 1 adalah 41. SKS yang diambil di semester 1 adalah 12.
- Jumlah mutu IP semester 2 adalah 38. SKS yang diambil di semester 2 adalah 12.
Jadi, GPA dari dua semester tersebut adalah (41 + 38) : (12 + 12) = 3,29.
Mahasiswa juga bisa menjumlahkan semua nilai IP dari semester satu hingga semester akhir. Lalu, jumlah IP dibagi dengan jumlah IP.
Contoh:
- Nilai IP semester 1 = 3.30
- Nilai IP semester 2 = 3.12
- Nilai IP semester 3 = 3.16
- Nilai IP semester 4 = 2.08
- Nilai IP semester 5 = 3.20
- Nilai IP semester 6 = 2.96
- Nilai IP semester 7 = 2.88
- Nilai IP semester 8 = 3.50
Maka, GPA atau IPK = 3,4 + 3,6 + 3,2 + 2,6 + 3,2 + 3 + 2,8 + 3,6= 25,4 : 8 = 3,175.
Baca juga: Apa Itu Beban Studi dalam Kegiatan Perkuliahan? Ini Penjelasannya
GPA adalah Grade Point Average atau IPK. Usahakan nilai IP setiap semester tinggi agar GPA bisa bagus. (KRIS)
