Makna Tembang Gambuh, Tembang Berbahasa Jawa yang Memiliki Pesan Mendalam

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tembang Gambuh merupakan tembang berbahasa Jawa yang mempunyai pesan mendalam. Makna Tembang Gambuh merujuk pada nasihat kepada manusia untuk bersikap baik.
Makna itu dapat terlihat dari lirik Tembang Gambuh, contohnya “Kadaluwarsa katutuh, kapatuh pan dadi awon”. Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, lirik tersebut bermakna tentang perilaku yang tidak teratur dapat makin tidak terkendali.
Makna Tembang Gambuh Jawa yang Memuat Pesan Mendalam
Indonesia mempunyai banyak karya seni dan sastra. Salah satu contoh adalah Tembang Gambuh. Dikutip dari laman KBBI VI Daring, kbbi.kemdikbud.go.id, tembang artinya syair yang diberi lagu untuk dinyanyikan.
Layaknya hasil karya seni dan sastra, Tembang Gambuh mempunyai makna mendalam. Makna Tembang Gambuh dapat terlihat dari bunyi liriknya. Dikutip dari buku Kakawin Nitisastra, Miswanto (2022: 304), berikut salah satu bunyi lirik Tembang Gambuh.
Sěkar gambuh ping catur,
Kangcinatur polah kang kalantur,
Tanpa tutur katula-tula katali.
Kadaluwarsa katutuh,
Kapatuh pan dadi awon.
Lirik tersebut memiliki makna bahwa anak yang memiliki perilaku tidak teratur maka tidak suka mendengar nasihat. Jika hal itu dibiarkan secara terus-menerus, anak menjadi kian tidak terkendali. Bahkan, dapat membawa pada akibat buruk.
Mengutip dari buku yang sama, Miswanto (2022: 304), Tembang Gambuh secara jelas menerangkan bahwa anak yang tidak menurut kepada orang tua menjadi tidak terkendali. Jadi, nasihat utama dari tembang tersebut adapat mendengarkan nasihat orang tua.
Tembang Gambuh Mengajarkan tentang Kebaikan
Tembang Gambuh mengajarkan tentang kebaikan kepada manusia. Ajaran tersebut tersirat dengan cara memberi gambaran dampak dari anak yang tidak mendengarkan nasihat orang tua.
Gambaran tersebut bukan hanya berlaku bagi anak, melainkan juga bagi orang tua. Anak harus berperilaku baik dengan mendengarkan dan menaati orang tua. Orang tua pun harus memiliki sikap yang bijaksana.
Orang tua perlu menegur dan mengarahkan anak yang memiliki perilaku tidak teratur. Selain memuat nasihat (pitutur) untuk berperilaku lebih baik, Tembang Gambuh juga memiliki tiga watak lain. Berikut tiga watak Tembang Gambuh selain pitutur.
Mulang = mengajarkan
Sumanak = ramah kepada setiap orang
Sumadulur = persaudaraan yang erat
Baca juga: Arti Tut Wuri Handayani sebagai Semboyan yang Dicetuskan Ki Hajar Dewantara
Jadi, makna Tembang Gambuh merujuk pada kebaikan, mulai dari nasihat, ramah Tamah, persaudaraan, serta pengajaran. Tembang tersebut tertulis dalam bahasa Jawa. (AA)
