Pengertian Current Ratio dan Cara Menghitungnya

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Current ratio disebut juga dengan rasio lancar digunakan untuk melihat keuangan suatu perusahaan dalam membayar kewajibannya. Lantas, apa pengertian current ratio?
Dalam perusahaan current ratio atau rasio lancar adalah bentuk perhitungan yang digunakan untuk mengevaluasi keadaan finansialnya mampu mengatasi kewajiban lancar, seperti utang dan gaji pegawai.
Perhitungan current ratio dapat digunakan oleh berbagai macam perusahaan, mulai dari perusahaan kecil hingga besar. Penjelasan mengenai current ratio lebih lanjut ada di bawah sini.
Apa Pengertian Current Ratio?
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa current ratio dapat disebut juga rasio lancar. Mengutip buku Analisis Laporan Keuangan oleh Kasmir, current ratio atau rasio lancar adalah rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh tempo pada saat ditagih secara keseluruhan.
Menurut Kasmir, current ratio atau rasio lancar dapat menjadi pengukur tingkat keamanan (margin of safety) suatu perusahaan.
Merujuk buku Manajemen Keuangan oleh Mamduh Hanafi, current ratio digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi utang jangka pendek dengan menggunakan aktiva lancarnya.
Current ratio atau rasio lancar menjadi merupakan salah satu jenis dari rasio likuiditas, yakni untuk menimbang situasi likuiditas sebuah perusahaan melalui aktiva lancar dengan liabilitas lancarnya.
Secara sederhana current ratio ialah cara atau metode yang diperlukan perusahaan untuk mengetahui apakah aset lancar miliknya dapat membayar semua kewajiban lancarnya pada kurun waktu kurang dari satu tahun.
Dalam buku Analisa Laporan Keuangan karya Hanafi dan Halim, dijelaskan bahwa perhitungan current ratio adalah membagi aktiva lancar dengan utang lancar.
Baca Juga: Cara Menghitung Current Ratio, Quick Ratio dan Cash Ratio dalam Bisnis
Cara Menghitung Current Ratio
Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa cara menghitung current ratio adalah aktiva lancar dibagi dengan utang lancar.
Aktiva lancar terdiri dari kas, persediaan, piutang, dan jenis aset lancar lainnya. Sedangkan utang lancar mencakup utang, akrual, utang bunga adan kewajiban lancar lainnya.
Contoh perhitungan current ratio atau rasio lancar di suatu perusahaan, adalah:
Aktiva Lancar:
Kas: Rp 20.000.000
Persediaan: Rp 130.000.000
Piutang usaha: Rp 80.000.000
Aset Lancar Lainnya: Rp 90.000.000
Utang Lancar:
Utang Akun: Rp 15.000.000
Beban Akrual: Rp 70.000.000
Utang pajak saat ini: Rp 90.000.000
Beban pinjaman: Rp 80.000.000
Maka, total aktiva lancar yang dimiliki suatu perusahaan adalah Rp 320.000.000, sedangkan utang lancarnya sebesar Rp 255.000.000. Maka dihitung dengan rumus current ratio:
Rasio Lancar = Aset Lancar : Kewajiban Lancar
Rasio Lancar = 320.000.000 : 255.000.000
Rasio Lancar = 1,2.
Jadi, hasil perhitungan dari rumus tersebut adalah 1,2. Artinya, likuiditas suatu perusahaan masih berada di angka yang sehat. Sebaliknya, apabila hasil perhitungan berada di atas angka 1, maka di anggap keuangan suatu perusahaan tidak sehat.
(SNS)
