Pengertian Demokrasi Terpimpin, Pokok-pokok, dan Karakteristiknya

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Indonesia pernah menerapkan sistem demokrasi pada tahun 1959 oleh Presiden Soekarno. Lantas, apa pengertian demokrasi terpimpin?
Sistem demokrasi terpimpin adalah sistem di mana kekuasan presiden cenderung mengarah ke otoriter. Namun, demokrasi terpimpin berakhir setelah terjadinya G30S/PKI dan pergolakan politik diambil alih oleh Soeharto.
Untuk memahami mengenai demokrasi terpimpin lebih lanjut, simak penjelasan selengkapnya dalam artikel berikut ini.
Apa Pengertian Demokrasi Terpimpin?
Dalam buku Pasti Bisa Sejarah Indonesia untuk SMA/MA Kelas XII oleh Tim Ganesha Operation menyebutkan bahwa demokrasi terpimpin merupakan suatu sistem demokrasi di mana seluruh keputusan serta pemikiran berpusat pada pemimpin Negara.
Merujuk buku A History of Modern Indonesia karya Adrian Vickers, sistem demokrasi terpimpin berlangsung hingga tahun 1965-1966. Kemudian, dibubarkan pada saat pengumuman Dekrit pada 5 Juli 1996.
Mengutip buku Pend. Kewarganeg SMP/MTs Kls VIII oleh P.N.H Simanjuntak, demokrasi terpimpin bertujuan untuk melaksanakan haluan negara Manipol/Usdes dan Dekon untuk mencapai masyarakat sosialis Indonesia berdasarkan Pancasila, yang penuh dengan kebahagiaan materiil dan spiritual sesuai dengan cita-cita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945.
Demokrasi terpimpin ini mengandalkan kekuasaan eksekutif yang dimiliki presiden sebagai pemimpin tertinggi. Dengan begitu, presiden mempunyai kekuasaan luas untuk mengambil keputusan tanpa campur tangan dari lembaga lainnya.
Pokok-pokok Demokrasi Terpimpin
Dikutip dari buku Kewarganegaraan karya Aim Abdulkarim, pokok-pokok demokrasi terpimpin adalah sebagai berikut:
Demokrasi terpimpin bukanlah diktator, berlainan dengan demokrasi sentralisme dan berbeda juga dengan demokrasi liberal yang dipraktikkan selama ini.
Demokrasi terpimpin adalah demokrasi yang cocok dengan kepribadian dan dasar hidup bangsa Indonesia.
Demokrasi terpimpin merupakan demokrasi di segala persoalan kenegaraan dan kemasyarakatan yang meliputi bidang-bidang politik dan sosial.
Inti dari pimpinan dalam demokrasi terpimpin ialah permusyawaratan yang “dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan, bukan penyiasatan dan perdebatan yang diakhiri dengan pengaduan kekuatan dan perhitungan suara pro dan kontra.”
Oposisi dalam arti melahirkan pendapat yang sehat dan membangun diharuskan dalam demokrasi terpimpin.
Tujuan melaksanakan demokrasi terpimpin adalah mencapai suatu masyarakat yang adil, Makmur, penuh dengan kebahagiaan materil dan spiritual, sesuai dengan cita-cita proklamasi 17 Agustus 1945.
Sebagai alat, demokrasi terpimpin mengenal juga kebebasan berpikir pada berbicara, tetapi dalam batas-batas tertentu.
Baca Juga: 7 Ciri-Ciri Demokrasi Terpimpin dalam Pemerintahan Negara
Karakteristik Demokrasi Terpimpin
Berikut ini adalah karakteristik dari demokrasi terpimpin, di antaranya:
Didominasi oleh presiden.
Terbatasnya peranan partai politik.
Berkembangnya pengaruh komunis.
Meluasnya peranan ABRI (TNI) sebagai unsur sosial politik.
Adanya rasa gotong royong.
Tidak mencari kemenangan atas golongan lain.
Selalu mencari sintesa untuk melaksanakan amanat penderitaan rakyat.
Melarang propaganda anti nasakom, dan menghendaki konsultasi sesama aliran progresif revolusioner.
Demikian penjelasan mengenai demokrasi terpimpin, pokok-pokok, dan karakteristiknya. Semoga bermanfaat!
(SNS)
