Pengertian Infaq dan Keutamaannya

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menurut Kamus Bahasa Indonesia atau KBBI, pengertian infaq adalah mengeluarkan harta yang mencakup zakat dan non zakat. Infaq termasuk amalan dalam Islam.
Infaq adalah ibadah yang dilakukan dengan jumlah harta yang ditentukan secara hukum. Jadi, infaq berbeda dengan zakat, karena infaq tidak mengenal nisab. Simak penjelasan selengkapnya mengenai infaq di bawah ini.
Apa yang Dimaksud dengan Infaq?
Kata infaq berasal dari bahasa Arab, yakni "anfaqo-yunfiqu" yang artinya membelanjakan atau membiayai. Menurut terminologi syariat, pengertian infaq adalah mengeluarkan sebagian harta atau pendapatan atau penghasilan untuk suatu kepentingan yang diperintahkan ajaran Islam.
Infaq tidak harus diberikan kepada mustahik. Infaq bisa diberikan kepada siapa pun dengan kerelaan dan niat karena Allah Swt., misalnya kepada orang tua, kerabat, anak yatim, orang miskin, hingga orang-orang yang sedang dalam perjalanan.
Baca Juga: Pengertian Mustahik Zakat dan Syarat Wajib Zakat
Allah Swt. memerintahkan setiap hambanya agar menyisihkan sebagian hartanya untuk berinfaq dalam kebaikan. Hal ini dijelaskan dalam surat Ali Imran ayat 133-134.
"Dan bersegeralah kamu kepada keampunan Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang takwa. Yaitu orang-orang yang menginfakkan (hartanya) baik di waktu senang atau di waktu susah, dan orang-orang yang menahan kemarahannya dan memaafkan kesalahan orang. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan." (Q.S. Ali Imran: 133-134)
Allah Swt. pun melarang hambanya untuk berinfaq di jalan keburukan. Hal ini dengan tegas diterangkan dalam surat Al-Anfal ayat 36.
"Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam Jahannamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan." (Q.S. Al-Anfal: 36)
Keutamaan Berinfaq
Terdapat banyak sekali keutaaman berinfaq, sebab ini merupakan perbuatan yang dicintai Allah Swt. Yuk, simak apa saja keutamaannya di bawah ini.
1. Memperoleh Pahala yang Besar
Keutamaan pertama tentunya akan mendapatkan pahala yang besar. Setiap muslim harus mengingat bahwa harta yang mereka miliki merupakan titipan Allah Swt., sehingga sebaiknya diinfaqkan untuk kebaikan umat.
Keutamaan ini dijelaskan dalam surat Al-Hadid ayat 7.
"Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan infakkanlah sebagian dari hartamu yang Allah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menginfakkan (sebahagian) dari hartanya memperolehi pahala yang besar." (Q.S. Al-Hadid: 7).
Baca Juga: Pengertian Zakat, Dasar Hukum, hingga Manfaatnya
2. Didoakan Malaikat
Berinfaq di jalan Allah tidak akan membuat kamu rugi, karena setiap kebaikan akan diganti yang lebih baik. Selain itu, kamu akan didoakan malaikat, sebagaimana yang dijelaskan dalam hadis berikut.
“Ketika hamba berada di setiap pagi, ada dua malaikat yang turun dan berdoa, “Ya Allah berikanlah ganti pada yang gemar berinfak (rajin memberi nafkah pada keluarga).” Malaikat yang lain berdoa, “Ya Allah, berikanlah kebangkrutan bagi yang enggan bersedekah (memberi nafkah).” (HR. Bukhari).
3. Allah Ganti Harta yang Diinfaqkan
Allah Swt. akan mengganti harta yang diinfaqkan di jalannya. Bisa diganti dalam bentuk harta lagi atau rezeki lain yang lebih baik. Hal ini sebagaimana firman-Nya dalam surat Saba ayat 39.
"Katakanlah: 'Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)'. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan (belanjakan), maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya. (Q.S. Saba: 39).
Demikianlah penjelasan mengenai infaq. Ternyata keutamaannya besar, ya? Yuk, jangan ragu untuk berinfaq demi kebaikan!
(DEL)
Frequently Asked Question Section
Infaq diberikan kepada siapa?

Infaq diberikan kepada siapa?
Infaq bisa diberikan kepada siapa pun dengan kerelaan dan niat karena Allah Swt., misalnya kepada orang tua, kerabat, anak yatim, orang miskin, hingga orang-orang yang sedang dalam perjalanan.
Apakah ada infaq yang dilarang?

Apakah ada infaq yang dilarang?
Allah Swt. pun melarang hambanya untuk berinfaq di jalan keburukan. Hal ini dengan tegas diterangkan dalam surat Al-Anfal ayat 36.
Apa dalil berinfaq?

Apa dalil berinfaq?
Allah Swt. memerintahkan setiap hambanya agar menyisihkan sebagian hartanya untuk berinfaq dalam kebaikan. Hal ini dijelaskan dalam surat Ali Imran ayat 133-134.
