Pengertian Kampanye Menurut Ahli, Jenis-jenis, dan Tekniknya

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menjelang Pemilu (Pemilihan Umum), biasanya ditemukan fenomena kampanye yang dilakukan Peserta Pemilu. Meski begitu, belum semua orang memahami pengertian kampanye yang kerap terjadi ini.
Menurut PKPU No. 23 Tahun 2018, kampanye adalah kegiatan Peserta Pemilu atau pihak lain yang ditunjuk oleh Peserta Pemilu untuk meyakinkan Pemilih dengan menawarkan visi, misi, program, dan/atau citra diri Peserta Pemilu.
Untuk lebih memahami pengertian kampanye, simak pendapat para ahli di bawah ini.
Arti Kampanye Menurut Para Ahli
Pengertian kampanye secara umum adalah cara untuk menyebarkan informasi dan meningkatkan kesadaran, untuk meningkatkan kepedulian dan perubahan perilaku dari target audience.
Kampanye juga dapat dilihat sebagai alat advokasi kebijakan untuk menciptakan tekanan publik pada aktor-aktor kunci, misalnya peneliti/ilmuwan, media massa, dan pembuat kebijakan.
Berikut beberapa pendapat para ahli mengenai kampanye yang sering dilakukan politikus.
1. Rogers dan Storey (1987)
Rogers dan Storey mengatakan kampanye adalah serangkaian tindakan komunikasi yang terencana dengan tujuan untuk menciptakan efek tertentu pada sejumlah besar khalayak yang dilakukan secara berkelanjutan pada kurun waktu tertentu.
2. Pfau dan Parrot (1993)
Pfau dan Parrot mengatakan bahwa kampanye adalah proses yang dirancang secara sadar, bertahap dan berkelanjutan yang dilaksanakan pada rentang waktu tertentu dengan tujuan memengaruhi khalayak sasaran.
3. Leslie B. Snyder (2002)
Snyder menjelaskan bahwa kampanye komunikasi adalah tindakan komunikasi yang terorganisasi yang diarahkan pada khalayak tertentu, pada periode tertentu guna mencapai tujuan tertentu.
4. Rajasundarman (1981)
Rajasundarman menjelaskan bahwa kampanye bisa diartikan sebagai pemanfaatan berbagai metode komunikasi yang berbeda secara terkoordinasi dalam periode tertentu yang ditujukan untuk mengarahkan khalayak pada masalah tertentu berikut pemecahannya.
Baca Juga: Pengertian Persuasif, Fungsi, dan Jenis-jenisnya
Jenis-jenis Kampanye
Pada umumnya kampanye dibagi menjadi 3 jenis sesuai dengan tujuannya masing-masing. Adapun ketiga jenis kampanye tersebut antara lain:
1. Kampanye Orientasi Produk
Kampanye yang berorientasi pada produk umumnya yang terjadi di lingkungan bisnis. Motivasi yang mendasari adalah memperoleh keuntungan financial.
Cara yang ditempuh adalah dengan memperkenalkan produk dan melipat gandakan penjualan sehingga diperoleh keuntungan yang diharapkan.
2. Kampanye Orientasi Kandidat/Orang
Kampanye ini pada umumnya dimotivasi oleh hasrat untuk meraih kekuasaan politik. Jenis kampanye ini dapat disebut sebagai potensial campaigns (kampanye politik).
3. Kampanye Orientasi Ideologi
Jenis kampanye yang berorientasi pada tujuan-tujuan yang bersifat khusus keagamaan, berdimensi sosial, atau perubahan sosial, seperti melaksanakan kampanye Anti Narkoba, Anti HIV/AID dan Pengentasan Kemiskinan.
Teknik Kampanye
Menurut teori yang disampaikan oleh Rosady Ruslan (2013) dalam buku yang berjudul Kiat dan Strategi Kampanye Public Relations, berikut beberapa teknik kampanye:
Partisipasi, yaitu teknik yang mendorong audience untuk berpartisipasi agar lebih aware terhadap suatu kegiatan
Asosiasi, mengaitkan kampanye dengan suatu peristiwa atau fenomena yang sedang menjadi sorotan atau sedang terjadi pada waktu sekarang
Integratif, kandidat kampanye akan menunjukkan adanya persamaan visi dan misi dengan audience dengan menggunakan kata-kata seperti kita, kami, dan kata-kata sejenis. Hal ini efektif untuk membuat audience merasa benar-benar terwakili.
Ganjaran, mempengaruhi dengan ganjaran baik itu manfaat maupun ancaman
Penataan Patung Es, menggunakan penggambaran yang indah, enak dilihat, dibaca, dan didengar
Empati, teknik ini dilakukan menempatkan diri pada suatu peristiwa
Koersi, melibatkan unsur paksaan sehingga dapat menimbulkan kekhawatiran tertentu apabila tidak dilakukan.
(DEL)
