Pengertian Kimia Hijau Menurut Ahli dan 12 Prinsipnya

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengertian kimia hijau adalah pendekatan terhadap perancangan, proses pembuatan, dan pemanfaatan produk kimia sedemikian rupa. Tujuannya adalah untuk meminimalkan atau menghilangkan bahaya yang diakibatkan zat kimia tersebut pada lingkungan dan manusia.
Untuk memahami pengertian kimia hijau lebih baik, kamu bisa simak penjelasan para ahli di bawah ini.
Arti Kimia Hijau Menurut Para Ahli
Dikutip dari jurnal berjudul Pengaplikasian Prinsip-Prinsip Green Chemistry dalam Pelaksanaan Pembelajaran Sebagai Pendekatan untuk Pencegahan Pencemaran Akibat Bahan-Bahan Kimia dalam Kegiatan Praktikum di Laboratorium oleh Adhina Choiri Putri, berikut pengertian kimia hijau menurut para ahli.
1. Mitarlis
Menurut Mitarlis, kimia hijau adalah suatu falsafah atau konsep yang mendorong desain dari sebuah produk ataupun proses yang mengurangi ataupun mengeliminasi penggunaan dan penghasilan zat-zat (substansi) berbahaya.
2. Prabawati
Menurut Prabawati, kimia hijau adalah meminimalisasi zat berbahaya, penggunaan katalis reaksi dan proses kimia, penggunaan reagen yang tidak beracun, penggunaan sumber daya yang dapat diperbaharui, peningkatan efisiensi atom, penggunaan pelarut yang ramah lingkungan dan dapat di-daur ulang.
Kimia hijau bertujuan untuk mengembangkan proses kimia dan produk kimia yang ramah lingkungan dan sesuai dengan pembangunan berkelanjutan.
3. Ismail Marzuki dan Sattar
Menurut Ismail Marzuki dan Sattar dalam buku Aplikasi Mikrosimbion Spons dalam Bioremediasi Lingkungan, kimia hijau adalah suatu filosofi yang senantiasa mendorong untuk mencari cara penerapan teknologi atau metode tertentu dalam pemenuhan kebutuhan manusia.
Kimia hijau dimaksudkan untuk membuat berbagai kemudahan dalam kelangsungan kehidupan dengan mengurangi dan mencegah terjadinya potensi pencemaran pada lingkungan maupun pada area sekitarnya, baik yang sifatnya jangka pendek, menengah, dan jangka panjang.
Baca Juga: Mengenal Aturan Markovnikov dalam Pelajaran Kimia
Prinsip Kimia Hijau
Prinsip kimia hijau dicetuskan pertama kali oleh Paul Anastas di tahun 1998. Dirinya pun dijuluki sebagai Father of Green Chemistry bersama John Warner.
Terdapat 12 prinsip kimia hijau, seperti disebutkan dalam artikel ilmiah berjudul Konsep Pengetahuan Lingkungan Green Chemistry Pada Program Studi Pendidikan Biologi karya Maria Ulfah dkk, berikut penjabarannya:
Mencegah terbentuknya polutan proses kimia dengan cara merancang sintesis kimia yang mencegah terbentuknya sampah atau polutan.
Merancang bahan kimia dan produk turunannya yang aman sehingga menghasilkan produk kimia yang efektif rendah atau tanpa efek racun.
Merancang sintesis kimia yang tidak berbahaya.
Memanfaatkan bahan baku dalam proses kimia dari material terbarukan.
Menggunakan katalis.
Menghindari proses derivatisasi terhadap senyawa kimia.
Memaksimalkan ekonomi atom dengan cara merancang proses.
Penggunaan pelarut dan kondisi reaksi yang lebih aman dengan cara mencoba menghindari penggunaan pelarut, agen pemisah, atau bahan kimia pembantu lainnya.
Meningkatkan efisiensi energi dengan melakukan reaksi pada kondisi mendekati atau sama dengan kondisi alamiah.
Merancang bahan kimia dan produknya yang dapat terdegradasi setelah digunakan menjadi material tidak berbahaya atau tidak terakumulasi setelah digunakan.
Analisis pada waktu bersamaan dengan proses produksi untuk mencegah polusi.
Memperkecil potensi kecelakaan.
(DEL)
