Pengertian Kronologis dalam Sejarah dan Contohnya

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menurut KBBI, pengertian kronologis adalah sebagai urutan waktu dari berbagai kejadian atau peristiwa.
Konsep kronologi penting bagi ilmu sejarah karena menggambarkan proses sejarah. Yuk, simak penjelasan dan contohnya di bawah ini agar makin paham.
Mengenal Pengertian Kronologis
Secara etimologis, kronologis atau kronologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu chronoss yang artinya waktu dan logos yang artinya ilmu. Jadi, kronologis adalah ilmu tentang waktu yang membantu untuk menyusun peristiwa atau kejadian kejadian sejarah sesuai urutan waktu terjadinya.
Sederhananya, kronologis bisa diartikan sebagai penentuan urutan waktu suatu kejadian di masa lampau. Ketika informasi dalam suatu bagian diatur oleh waktu di mana setiap peristiwa terjadi, artinya ia diatur secara kronologis.
Sementara menurut Encyclopaedia Britannica, kronologi dalam sejarah digunakan sebagai sistem penanggalan. Kronologi bisa menghindarkan kita dari anakronisme, yaitu kerancuan waktu dalam sejarah
Dengan memahami kronologi, sejarah akan semakin mudah dipahami karena peristiwa demi peristiwanya sudah diurutkan. Selain itu, berpikir secara kronologis dapat mempermudah kita dalam melakukan rekonstruksi terhadap semua peristiwa masa lalu dengan tepat.
Baca Juga: Pengertian Kronologi, Kronik dan Sinkronik dan Contohnya
Ciri-ciri Berpikir Kronologis
Dikutip dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, penggunaan berpikir kronologis adalah sebuah ciri khas dalam berpikir sejarah yang memusatkan pada sebuah proses terjadinya sebuah peristiwa pada masa lalu.
Pendekatan berpikir kronologis memiliki beberapa ciri sebagai berikut:
Bersifat vertikal, yakni setiap kejadian akan diurutkan dari awal hingga akhir secara runtut.
Menekankan pada proses durasi.
Memiliki cakupan yang begitu luas.
Mampu memberikan hasil atau informasi yang lengkap karena cakupannya yang luas.
Mampu memeriksa kesinambungan antara satu kejadian dengan kejadian masa lalu.
Adanya perbandingan, antara lain seperti sebab akibat atau kejayaan dan kehancuran dari adanya suatu peristiwa yang terjadi pada masa lalu.
Contoh Berpikir Kronologis
Contoh berpikir kronologis adalah pada peristiwa proklamasi 1945. Pastinya ada beberapa peristiwa lain yang membuat terjadinya peristiwa proklamasi 1945.
Uraian sebelum hingga terjadinya peristiwa proklamasi adalah sebagai berikut.
Tanggal 6 Agustus 1945, Amerika melakukan pengeboman pada Kota Hiroshima. Kota Hiroshima adalah kota penting di Negara Jepang.
Lalu pada tanggal 9 Agustus 1945, Amerika melakukan pengeboman pada Kota Nagasaki. Kota Nagasaki juga sebagai salah satu kota penting di Negara Jepang.
Tanggal 15 Agustus 1945, Jepang menyerah pada blok Amerika.
Tanggal 15 Agustus 1945, Sutan Syahrir mengetahui berita menyerahnya Jepang
Tanggal 16 Agustus 1945, Golongan Muda memaksa Bung Karno melakukan kemerdekaan Indonesia. Keadaan ini dikenal dengan peristiwa Rengasdengklok.
Tanggal 17 Agustus 1945, pembacaan teks proklamasi telah dilakukan.
Dengan memahami pendekatan berpikir kronologis seperti pada contoh di atas, tentunya hasil uraian peristiwa jadi saling berkesinambungan dan mudah diketahui. Semoga bermanfaat, ya!
(DEL)
