Pengertian Logika dalam Filsafat dan Manfaatnya

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, pengertian logika ada dua, yakni logika sebagai jalan pikiran yang masuk akal. Makna lainnya, logika adalah pengetahuan tentang kaidah berpikir.
Berbicara tentang logika artinya berbicara tentang filsafat pula. Pasalnya, logika adalah cabang filsafat yang praktis. Logika lahir bersama dengan lahirnya filsafat di Yunani.
Simak penjelasan selengkapnya mengenai logika di bawah ini.
Memahami Logika dalam Ilmu Filsafat
Logika berasal dari bahasa Yunani kuno, yakni logos, artinya hasil pertimbangan akal pikiran yang diutarakan lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa.
Menurut Betrand Russel dalam bukunya History of Western Philoshopy, kata logika pertama kali digunakan oleh Zeno dari Citium. Russel juga menjelaskan bahwa Socrates, Plato dan Aristoteles merupakan perintis lahirnya ilmu logika.
Aristoteles memaknai logika sebagai ilmu tentang hukum-hukum berpikir guna memelihara jalan pikiran dari setiap kekeliruan. Logika pada waktu itu disebut “analitika” dan “dialektika”.
Sementara menurut Poedjawijatna logika adalah kajian filsafat yang mengkaji manusia yang biasanya dikenal dengan filsafat budi, dimana pengertian budi di sini adalah akal sebagai alat penyelidikan dalam mengambil suatu tindakan atau keputusan.
Dalam buku Filsafat Ilmu Suatu Kajian dalam Dimensi Ontologis, Epistemologis dan Aksiologis, Irving M. Copi dalam Mundiri memaknai kata logika sebagai ilmu yang mempelajari metode dan hukum-hukum yang digunakan untuk membedakan penalaran yang betul dan penalaran yang salah.
Berdasarkan pada sejumlah pengertian di atas, dapat dipahami bahwa logika adalah suatu cabang filsafat yang membahas tentang aturan-aturan, asas-asas, hukum-hukum dan metode atau prosedur dalam mencapai pengetahuan secara rasional dan benar.
Baca Juga: Ciri-Ciri Berpikir Filsafat dan Contohnya
Manfaat Logika
Tentunya terdapat sejumlah manfaat jika kamu mempelajari logika. Dalam buku Buku Ajar: Filsafat dan Logika oleh Dewi Lestari Pardede dan kawan-kawan, dijelaskan manfaat logika sebagai berikut.
Menganalisis dan menguji suatu pernyataan dan pengetahuan melalui aturan-aturan yang telah dipelajari.
Menjaga manusia dalam berpikir dan berargumentasi agar tidak mengambang.
Mengarahkan manusia untuk berpikir secara sistematis sesuai dengan logika berpikir yang benar.
Sebagai alat dalam mempelajari setiap ilmu pengetahuan di dunia agar manusia bisa bertindak dan bersikap terhadap objek tertentu.
Mengendalikan dan mengawasi manusia terhadap penerimaan atau penolakan sesuatu yang baru.
Para ahli juga menjelaskan tentang manfaat mempelajari logika. Sommers (2013) menyatakan bahwa logika adalah sarana ilmu-ilmu.
Baca Juga: 7 Pertanyaan Logika Susah Dijawab untuk Menguji Kemampuan Otak
Semua ilmu harus menggunakan hukum logika, karena logika bermanfaat untuk membantu manusia berpikir secara tepat dan benar. Oleh karena itu logika adalah teknik ilmiah.
Sementara Sumaryono (1999) menyebutkan bahwa logika bermanfaat untuk mempertinggi kemampuan dalam menyatakan gagasan-gagasan secara jelas dan berbobot.
Mempelajari logika juga meningkatkan keterampilan menyusun definisi atas kata-kata, serta memperluas kemampuan untuk merumuskan argumentasi dan memberikan analisis secara kritis.
Nah, itulah penjelasan mengenai pengertian logika. Semoga kamu tidak bingung lagi, ya!
(DEL)
Frequently Asked Question Section
Apa itu dialektika?

Apa itu dialektika?
Aristoteles memaknai logika sebagai ilmu tentang hukum-hukum berpikir guna memelihara jalan pikiran dari setiap kekeliruan. Logika pada waktu itu disebut “analitika” dan “dialektika”.
Apa asal kata logika?

Apa asal kata logika?
Logika berasal dari bahasa Yunani kuno, yakni logos, artinya hasil pertimbangan akal pikiran yang diutarakan lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa.
Apa manfaat mempelajari logika menurut ahli?

Apa manfaat mempelajari logika menurut ahli?
Sementara Sumaryono (1999) menyebutkan bahwa logika bermanfaat untuk mempertinggi kemampuan dalam menyatakan gagasan-gagasan secara jelas dan berbobot.
