Pengertian Mobilitas Sosial, Jenis, dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Secara sederhana, pengertian mobilitas sosial adalah proses perpindahan individu atau kelompok dari suatu posisi sosial ke posisi sosial yang berbeda.
Fenomena ini sangat umum terjadi, bahkan susah disadari. Mobilitas yang terjadi di lingkungan sosial bisa terjadi secara vertikal maupun horizontal.
Untuk memahami lebih lanjut mengenai mobilitas sosial, yuk pelajari bersama tentang pengertian mobilitas sosial hingga faktor-faktor yang mempengaruhinya di bawah ini.
Apa Pengertian Mobilitas Sosial?
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian mobilitas sosial adalah perubahan kedudukan warga masyarakat kelas sosial yang satu ke kelas sosial yang lain.
Menurut Dg. Mapata dalam Buku Penunjang Mata Pelajaran Ilmu Sosial, mobilitas sosial adalah suatu proses pergerakan atau perpindahan yang dilakukan setiap individu maupun kelompok yang bertujuan memperbaiki kehidupan ekonomi keluarga sebelumnya, sehingga terwujudlah kesejahteraan keluarga dan masyarakat.
Dengan demikian, mobilitas sosial dapat diartikan sebagai suatu kondisi yang menggambarkan perubahan status sosial seseorang atau kelompok dalam masyarakat.
Mobilitas sosial dapat terjadi secara vertikal atau horizontal. Mobilitas sosial vertikal terjadi ketika seseorang atau kelompok bergerak dari satu posisi sosial ke posisi sosial yang lebih tinggi atau lebih rendah dalam hierarki sosial.
Mobilitas sosial dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti pendidikan, pekerjaan, kekayaan, keturunan, dan faktor lainnya.
Jenis dan Contoh Mobilitas Sosial
Tidak hanya mobilitas vertikal dan horizontal, mobilitas sosial terdiri dari beberapa jenis. Dikutip dari buku Sosiologi: Memahami dan Mengkaji Masyarakat oleh Janu Murdiyatmoko, berikut jenis dan contoh mobilitas sosial:
Mobilitas sosial vertikal naik: Ketika seseorang atau kelompok sosial naik ke posisi yang lebih tinggi dalam hierarki sosial, seperti ketika seorang pegawai naik pangkat atau seorang petani menjadi pengusaha.
Mobilitas sosial vertikal turun: Ketika seseorang atau kelompok sosial turun ke posisi yang lebih rendah dalam hierarki sosial, seperti ketika seorang direktur perusahaan kehilangan pekerjaannya dan harus bekerja sebagai buruh.
Mobilitas sosial horizontal: Ketika seseorang atau kelompok sosial pindah ke posisi yang sejajar dalam hierarki sosial, seperti ketika seseorang beralih profesi dari dokter ke pengacara.
Mobilitas sosial intragenerasi: Ketika seseorang bergerak naik atau turun dalam hierarki sosial selama hidupnya, seperti ketika seorang pegawai rendah yang bekerja keras dan cerdas menjadi manajer perusahaan.
Mobilitas sosial intergenerasi: Ketika anak-anak memperoleh status sosial yang berbeda dari orang tua mereka, seperti ketika anak dari keluarga petani menjadi dokter atau pengacara.
Faktor yang Mempengaruhi Mobilitas Sosial
Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi mobilitas sosial antara lain sebagai berikut.
1. Pendidikan
Tingkat pendidikan yang lebih tinggi dapat membuka pintu untuk kesempatan pekerjaan yang lebih baik dan posisi sosial yang lebih tinggi.
2. Keberuntungan
Faktor keberuntungan, seperti warisan atau keterampilan dan bakat khusus juga dapat membantu seseorang untuk mencapai posisi sosial yang lebih tinggi.
3. Keadaan Ekonomi
Perubahan dalam keadaan ekonomi dapat mempengaruhi mobilitas sosial. Ketika perekonomian baik, kesempatan kerja dapat meningkat, memungkinkan individu untuk naik ke posisi yang lebih tinggi.
4. Keadaan Keluarga
Keluarga dan jaringan sosial dapat memainkan peran penting dalam mobilitas sosial. Keluarga yang berada di posisi sosial yang lebih tinggi dapat memberikan dukungan dan sumber daya yang memungkinkan anak-anak mereka untuk mencapai kesuksesan.
5. Perubahan dalam Nilai dan Norma Sosial
Perubahan dalam nilai dan norma sosial dapat membuka pintu untuk mobilitas sosial. Misalnya, perubahan dalam pandangan masyarakat tentang peran perempuan dalam bekerja dapat membuka kesempatan pekerjaan yang lebih luas bagi wanita.
6. Keterampilan dan Kemampuan Individu
Keterampilan dan kemampuan individu juga dapat mempengaruhi mobilitas sosial. Individu dengan keterampilan dan kemampuan yang lebih tinggi dapat lebih mudah naik ke posisi yang lebih tinggi.
Faktor-faktor ini dapat bekerja bersama-sama atau terpisah dalam mempengaruhi mobilitas sosial di suatu masyarakat.
Namun, perlu diingat bahwa mobilitas sosial tidak selalu mudah atau adil, dan beberapa orang mungkin mengalami kesulitan untuk naik ke posisi sosial yang lebih tinggi.
(SAI)
Frequently Asked Question Section
Apa pengertian mobilitas sosial menurut KBBI?

Apa pengertian mobilitas sosial menurut KBBI?
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian mobilitas sosial adalah perubahan kedudukan warga masyarakat kelas sosial yang satu ke kelas sosial yang lain.
Apa yang dimaksud dengan mobilitas sosial horizontal?

Apa yang dimaksud dengan mobilitas sosial horizontal?
Mobilitas sosial horizontal adalah kondisi ketika seseorang atau kelompok sosial pindah ke posisi yang sejajar dalam hierarki sosial, seperti ketika seseorang beralih profesi dari dokter ke pengacara.
Apa contoh mobilitas intergenerasi?

Apa contoh mobilitas intergenerasi?
Mobilitas intergenerasi adalah kondisi ketika anak-anak memperoleh status sosial yang berbeda dari orang tua mereka. Contohnya, ketika anak dari keluarga petani menjadi dokter atau pengacara.
