Konten dari Pengguna

Pengertian Proposal, Jenis-jenis, dan Sistematika Penulisannya

Pengertian dan Istilah

Pengertian dan Istilah

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengertian Proposal. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Pengertian Proposal. Foto: Unsplash

Pengertian proposal menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), proposal adalah rencana yang dituangkan dalam bentuk rancangan kerja.

Adapun kata proposal berasal dari bahasa Inggris, yakni 'to propose' yang berarti mengajukan. Simak penjelasan selengkapnya mengenai proposal di bawah ini.

Apa Itu Proposal?

Apa itu Proposal. Foto: Unsplash

Dalam Modul Bahasa Indonesia Kelas XI, dijelaskan bahwa secara umum pengertian proposal adalah rencana kerja yang dibuat secara sistematis dan rinci untuk sebuah kegiatan yang sifatnya formal.

Sementara menurut Keraf, proposal adalah suatu saran atau permintaan kepada seseorang atau suatu badan untuk mengerjakan atau melakukan suatu pekerjaan.

Dari penjelasan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa proposal adalah suatu rancangan kegiatan atau kerja yang disusun secara sistematis dan terperinci.

Proposal dibuat sesuai standar oleh seseorang atau sekelompok peneliti, kemudian diajukan kepada pihak yang dikehendaki untuk mendapatkan persetujuan maupun bantuan dalam penelitiannya.

Baca Juga: Pengertian Hipotesis Menurut Ahli, Fungsi, Ciri, dan Jenis-jenisnya

Jenis-jenis Proposal

Jenis-jenis Proposal. Foto: Unsplash

Jenis-jenis proposal dibagi menjadi dua, yakni berdasarkan tujuan dan berdasarkan formatnya. Proposal berdasarkan tujuan adalah sebagai berikut:

1. Proposal penelitian

Proposal yang umumnya digunakan pada bidang akademis. Misalnya, proposal penelitian untuk skripsi, tesis, dan lainnya.

2. Proposal kegiatan

Proposal untuk melakukan suatu kegiatan. Proposal ini biasanya berisi rencana kegiatan baik individu maupun kelompok. Contohnya, proposal pentas seni dan pameran.

3. Proposal bisnis

Proposal yang berhubungan dengan bisnis, baik perorangan maupun kelompok. Misalnya, proposal mendirikan suatu usaha, atau proposal kerja sama antar perusahaan.

4. Proposal proyek

Proposal yang digunakan pada dunia bisnis, di mana isi proposal ini adalah rangkaian rencana kegiatan pembangunan.

Adapun jenis proposal berdasarkan formatnya ada tiga, yakni sebagai berikut:

  1. Proposal formal, yakni jenis proposal baku atau resmi yang mengandung tiga bagian utama, pendahuluan, isi proposal, serta data pelengkap.

  2. Proposal semi-formal, yakni proposal yang tidak memiliki struktur yang lengkap seperti halnya proposal formal, tapi proposal ini masih menggunakan bentuk baku.

  3. Proposal non-formal, yakni proposal yang tidak terlalu baku dan resmi. Pada umumnya, penyampaian proposal ini dalam bentuk memorandum atau surat.

Sistematika Proposal

Sistematika Proposal. Foto: Unsplash

Secara umum proposal memiliki sistematika yang hampir mirip satu sama lain. Yuk, simak penjelasan sistematika proposal di bawah ini!

  1. Latar belakang, berisi kejadian, keadaan, atau hal yang melatarbelakangi pelaksanaan kegiatan atau penelitian tersebut.

  2. Masalah dan tujuan, berisi rumusan masa dan tujuan secara rasional dan menggunakan bahasa yang persuasif.

  3. Ruang lingkup kegiatan, dalam merumuskan proposal kegiatan, harus jelas mengenai batasannya.

  4. Kerangka teoretis dan hipotesis, berisi teori atau hasil penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan masalah dalam proposal tersebut.

  5. Metode, membahas mengenai bagaimana metode penelitian tersebut akan dilaksanakan. Termasuk dengan teknik pengumpulan data, analisis data, validasi data, dan lain-lain.

  6. Pelaksana kegiatan, dalam bagian ini, perlu ditulis daftar personalia atau pelaksana kegiatan dengan dilengkapi pendidikan dan keahlian mereka.

  7. Fasilitas, bagian ini dapat digunakan dalam proposal kegiatan maupun proposal penelitian.

  8. Keuntungan dan kerugian, berguna untuk meyakinkan penerima usul mengenai dana yang dikeluarkan nanti tidak akan sia-sia dengan yang akan diperoleh.

  9. Lama waktu kegiatan, perlu adanya penjelasan mengenai lama waktu kegiatan tersebut dapat terselesaikan.

  10. Jadwal kegiatan, ini mengatur mengenai pembagian waktu berdasarkan rencana kegiatan yang tengah berlangsung.

  11. Anggaran dana, perincian anggaran dana harus benar-benar disusun secara baik dan benar supaya penerima usul dapat yakin untuk menyetujui proposal tersebut.

  12. Daftar pustaka.

Nah, itulah penjelasan mengenai proposal. Semoga informasi di atas dapat membantu, ya!

(DEL)

Frequently Asked Question Section

Apa contoh proposal kegiatan?

chevron-down

Proposal kegiatan, yaitu proposal untuk melakukan suatu kegiatan. Proposal ini biasanya berisi rencana kegiatan baik individu maupun kelompok. Contohnya, proposal pentas seni dan pameran.

Apa itu proposal formal?

chevron-down

Proposal formal, yakni jenis proposal baku atau resmi yang mengandung tiga bagian utama, pendahuluan, isi proposal, serta data pelengkap.

Apa contoh proposal penelitian?

chevron-down

Proposal penelitian, yaitu proposal yang umumnya digunakan pada bidang akademis. Misalnya, proposal penelitian untuk skripsi, tesis, dan lainnya.