Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2024 © PT Dynamo Media Network
Version 1.93.2
Konten dari Pengguna
Pengertian Prototype, Jenis, dan Manfaatnya
11 September 2023 15:13 WIB
·
waktu baca 3 menitTulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
Pengertian prototype secara umum adalah model , skalabilitas, atau standar ukuran yang dibentuk berdasarkan suatu skema rancangan sistem.
ADVERTISEMENT
Untuk memahami apa itu prototype lebih jauh, kamu bisa simak penjelasannya di bawah ini.
Apa Itu Prototype?
Dikutip dari buku Interaksi Manusia dan Komputer (2022) karangan Hani Subakti dkk, prototype adalah versi desain dari suatu produk yang memungkinkan eksplorasi ide lebih mendalam.
Sementara mengutip dari Bahan Ajar Produk Kreatif dan Kewirausahaan Menuju Kurikulum Merdeka Belajar oleh Dr Endah Andayani, MM, dkk, penafsiran prototype untuk produk dibagi dua dimensi.
Pertama adalah sebuah prototype dalam bentuk fisik. Kedua adalah prototype yang menyeluruh, artinya sebelum memutuskan sebuah produk siap diproduksi, prototype ini diberikan kepada pelanggan untuk mengidentifikasi kekurangannya.
Prototype juga bisa diartikan sebagai tahapan untuk mentransformasi sifat abstrak dari suatu ide menjadi bentuk yang lebih berwujud.
ADVERTISEMENT
Jenis-jenis Prototype
Gambaran sebuah sketsa di atas kertas adalah bentuk dari prototype yang paling umum dan sederhana. Namun, jenis pengembangan prototype ini dapat dibagi menjadi dua, antara lain:
1. Evolutionary Prototype
Evolutionary prototype adalah jenis prototype yang dikembangkan secara terus menerus hingga memenuhi fungsi dan prosedur yang diperlukan sebuah sistem.
2. Requirement Prototype
Requirement prototype adalah jenis prototype yang digunakan para pengembang dengan memberikan definisi dari fungsi dan prosedur dari sebuah sistem yang akan dirancang oleh pengembang tersebut.
Manfaat Prototype
Prototype mempunyai berbagai manfaat yang dapat dirasakan, berikut penjelasannya.
1. Bisa Menghemat Biaya Produksi
Pembuatan prototype sekilas tampak membutuhkan biaya yang besar, terlebih pada tahap awal pengembangan. Namun, bila ditinjau secara keseluruhan, prototype jelas bisa menghemat biaya produksi.
ADVERTISEMENT
Sebab, ada realisasi konsep dan evaluasi hasil dari percobaan tertentu, di mana hal tersebut menjadikan pembuatan prototype jauh lebih cepat dan hemat biaya.
2. Memudahkan Presentasi Produk
Prototype dapat memungkinkan para developer untuk menuangkan dan mempresentasikan konsep dan ide produk kepada para investor dan calon pengguna.
Tanpa adanya prototype, pengembang akan kesulitan dalam menggambarkan ide produk apabila bermodal teori saja.
3. Menjadi Acuan untuk Pengembangan Produk
Prototype juga memungkinkan para pengembang untuk membuat sebuah produk baru di masa mendatang. Kebutuhan pasar terhadap jenis produk baru bisa dianalisis berdasarkan prototype yang ada saat ini.
Selain itu, prototype juga seringkali memunculkan gagasan dan ide kreatif, baik untuk update ataupun pembuatan produk baru.
4. Memberikan Visi yang Lebih Nyata
Prototype bukanlah sekadar teori, tapi juga model dan sampai dalam bentuk yang nyata. Gambaran produk dibuat secara detail, riil, dan jelas, sehingga pengembang, pengguna, dan investor bisa melihat visi produk secara transparan.
ADVERTISEMENT
Terlepas dari itu semua, adanya prototype juga memungkinkan diskusi seluruh pihak yang terkait menjadi lebih mudah.
5. Menjadi Tempat Keinginan Pengguna
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa para pengembang sangat terbuka untuk menerima masukkan dari pengguna ataupun klien terkait dengan prototype yang sudah dibuat.
Hal tersebut sangat berguna untuk menilai fitur dan fungsionalitas produk sebelum akhirnya dirilis. Selain itu, masukkan dari pengguna juga dapat memunculkan ide lain, misalnya saja penambahan fitur baru di masa mendatang.
(DEL)