Konten dari Pengguna

Pengertian Riya, Dalil, dan Cara Menghindarinya

Pengertian dan Istilah

Pengertian dan Istilah

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Pengertian Riya. Foto: Pexels.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pengertian Riya. Foto: Pexels.

Setiap umat muslim dianjurkan untuk menghindari perilaku tidak terpuji, salah satunya adalah riya. Lantas, apa pengertian riya?

Secara merupakan perbuatan hati yang tercela dan dianggap sebagai perbuatan syirik kecil. Hukum mengenai perbuatan riya terdapat dalam Al Quran dan hadits.

Artikel kali ini akan membahas mengenai pengertian riya, dalil, dan cara menghindarinya. Simak penjelasan lengkapnya di bawah sini.

Apa Pengertian Riya?

Ilustrasi Pengertian Riya. Foto: Pixabay.

Mengutip buku20 Jalan Keberuntungan dan 20 Penyebab Kerugian karya Ramdhani Abdurrahim, riya berasal dari kata ru’yah yang artinya penglihatan. Secara bahasa, riya adalah orang lain melihat tidak sesuai dengan hakikatnya.

Menurut Al-Hafizh Ibnu Hajar, riya ialah menampakkan ibadah agar dilihat manusia, lalu mereka memuji pelaku amal tersebut. Jadi, riya merupakan melakukan ibadah untuk mencari perhatian manusia sehingga mereka memuji pelakunya dan ia mengharapkan pengagungan, pujian, dan penghormatan dari orang yang melihat.

Merujuk buku Akidah Akhlak Madrasah Aliyah Kelas X oleh H. Aminudin dan Harjan Syuhada, secara umum riya dapat didefinisikan sebagai tindakan memperlihatkan diri kepada orang lain agar diketahui keberadaannya, baik melalui tulisan, ucapan, simak, serta amal atau perbuatannya.

Hukum riya adalah haram. Sebab, riya termasuk dalam perbuatan syirik kecil. Allah akan melaknat mereka yang bersikap riya. Larangan tersebut sesuai dengan firman Allah SWT dalam Al Quran.

Baca Juga: Contoh Perilaku Ikhlas Agar Tidak Termasuk ke Dalam Riya

Dalil Mengenai Riya

Ilustrasi Pengertian Riya. Foto: Pexels.

Riya menjadi salah satu sifat tercela yang dibenci Allah. Karena riya adalah sesuatu yang bukan dilakukan dengan Ikhlas melainkan untuk mendapatkan perhatian orang lain. Allah berfirman yang artinya:

Maka celakalah bagi orang-orang yang salat. (Yaitu) orang-orang yang lalai dari salatnya. Yang berbuat riya." (QS. Al-Ma'un [107]: 4-6)

Allah SWT justru menyukai orang-orang yang mampu merahasiakan amal perbuatannya. Kendati demikian, Allah juga memuji mereka yang memperlihatkan amal perbuatan demi maksud baik.

"Jika kau menampakkan sedekah-sedekahmu, maka itu baik. Dan jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir, maka itu lebih baik bagimu, dan Allah akan menghapus sebagian kesalahan-kesalahanmu. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Baqarah [2]:271)

Cara Menghindari Riya

Ilustrasi Pengertian Riya. Foto: Pexels.

Dikutip buku Aqidah Akhlaq oleh Taofik Yusmansyah, cara menghindari riya adalah dengan cara sebagai berikut:

  • Berbuat sewajarnya dalam berbagai hal, tidak dilebih-lebihkan maupun dikurangi.

  • Senantiasa berbuat baik, baik di hadapan orang banyak maupun tidak ada orang sama sekali. Yakinlah bahwa Allah Maha Mengetahuinya.

  • Tidak membicarakan perbuatan-perbuatan yang pernah dilakukan kepada orang lain, apalagi untuk mendapatkan pujian.

  • Tidak merasa bangga dengan kelebihan yang dimiliki. Sebaiknya kelebihan tersebut bisa menjadikan diri kita lebih bersyukur kepada Allah dan rendah hati.

  • Meminta perlindungan dan selalu berdoa kepada Allah agar dihindarkan dan dijauhkan dari sifat riya.

(SNS)

Frequently Asked Question Section

Apa hukum perbuatan riya?

chevron-down

Hukum riya adalah haram.

Kenapa riya haram?

chevron-down

Sebab, riya termasuk dalam perbuatan syirik kecil.

Apa firman Allah SWT dalam surat Al-Ma'un ayat 4-6?

chevron-down

“Maka celakalah bagi orang-orang yang salat. (Yaitu) orang-orang yang lalai dari salatnya. Yang berbuat riya." (QS. Al-Ma'un [107]: 4-6)