Pengertian Sejarah Menurut Sartono Kartodirdjo yang Perlu Dipahami

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ada banyak pengertian sejarah yang dikemukakan oleh para ahli. Salah satunya adalah pengertian sejarah menurut Sartono Kartodirdjo.
Sejarah adalah kata yang memiliki banyak makna. Tak heran jika kata ini banyak didefinisikan secara berbeda oleh orang-orang.
Sartono Kartodirdjo adalah seorang ahli yang menyatakan bahwa sejarah bisa diartikan dari beberapa sisi. Lantas, seperti apa pengertian sejarah menurut Sartono Kartodirdjo?
Simak penjelasan di bawah ini!
Apa Pengertian Sejarah Menurut Sartono Kartodirdjo?
Sejarah, sebuah kata yang sering kali kita dengar, berasal dari bahasa Arab yaitu "syajaratun" yang memiliki arti "pohon kehidupan".
Sejarah sendiri memiliki aspek, unsur-unsur, dan berbagai pengertian yang berbeda-beda menurut para ahli.
Salah satu tokoh sejarawan terkemuka di Indonesia, Sartono Kartodirdjo, memberikan pandangannya mengenai pengertian sejarah yang menarik untuk diulas.
Sartono Kartodirdjo (1925-2015) adalah seorang sejarawan Indonesia yang merupakan salah satu tokoh penting dalam bidang sejarah di Indonesia.
Dikutip dari buku Kiat Jitu Menambah Wawasan Kebangsaan dengan Cerdas Cermat oleh Sepensi, Sartono Kartodirdjo membagi pengertian sejarah menjadi dua arti, yaitu:
1. Sejarah dalam Arti Objektif:
Dalam arti ini, sejarah merupakan peristiwa atau kejadian yang tidak dapat terulang kembali. Artinya, peristiwa tersebut unik dan hanya terjadi sekali dalam sejarah.
Tidak ada kemungkinan bagi pelaku sejarah untuk mengulanginya kembali dalam waktu, tempat, dan situasi yang sama.
2. Sejarah dalam Arti Subjektif:
Sejarah dalam arti subjektif adalah suatu konstruksi atau bangunan yang disusun oleh penulis sebagai uraian kisah dari rangkaian fakta yang berkaitan.
Dalam hal ini, sejarawan menyusun narasi berdasarkan data-data sejarah yang ada, dengan cara menginterpretasikan dan menghubungkan fakta-fakta tersebut.
Namun, tidak semua peristiwa yang terjadi di masa lampau dapat digolongkan sebagai sejarah. Untuk dianggap sebagai peristiwa sejarah, ada beberapa ciri-ciri yang harus dipenuhi:
Peristiwa tersebut harus unik dan tidak bisa diulang kembali dari segi pelaku, waktu, dan tempat. Sejarah mencatat peristiwa-peristiwa yang memang hanya terjadi satu kali dalam sejarah.
Peristiwa tersebut memiliki pengaruh besar pada masa terjadinya, serta berdampak signifikan pada masa mendatang. Contohnya adalah peristiwa Sumpah Pemuda yang menjadi titik awal gerakan nasionalisme di Indonesia, dan Proklamasi Kemerdekaan yang menandai kemerdekaan Indonesia dari penjajahan.
Berdasarkan pandangan sejarah dalam arti objektif dan subjektif, Sartono Kartodirdjo menyatakan bahwa sejarah adalah berbagai penggambaran pengalaman kolektif di masa lampau.
Setiap kisah sejarah dapat dipandang sebagai aktualisasi atau pementasan pengalaman di masa lampau.
Dalam meneliti sejarah, para sejarawan menggunakan metode ilmiah dan analisis kritis untuk memahami peristiwa masa lalu dan mengambil hikmah dari pengalaman tersebut.
Sejarah tidak hanya menjadi cermin bagi masa lampau, tetapi juga sebagai pembelajaran berharga bagi masa depan manusia dan masyarakat.
Dengan memahami sejarah, kita dapat menghindari kesalahan yang sama dan membangun masa depan yang lebih baik.
(SAI)
Frequently Asked Question Section
Apa definisi sejarah menurut bahasa?

Apa definisi sejarah menurut bahasa?
Sejarah, sebuah kata yang sering kali kita dengar, berasal dari bahasa Arab yaitu "syajaratun" yang memiliki arti "pohon kehidupan".
Siapakah Sartono Kartodirdjo?

Siapakah Sartono Kartodirdjo?
Sartono Kartodirdjo (1925-2015) adalah seorang sejarawan Indonesia yang merupakan salah satu tokoh penting dalam bidang sejarah di Indonesia.
Apa makna sejarah dalam arti subjektif?

Apa makna sejarah dalam arti subjektif?
Sejarah dalam arti subjektif adalah suatu konstruksi atau bangunan yang disusun oleh penulis sebagai uraian kisah dari rangkaian fakta yang berkaitan.
