Pengertian Sejarah secara Ilmu dan Karakteristiknya

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Secara umum, pengertian sejarah secara ilmu merupakan suatu cabang ilmu yang membahas tentang peristiwa-peristiwa masa lampau manusia dan masyarakat.
Sebagai salah satu disiplin ilmu yang penting, sejarah memiliki peran yang signifikan dalam memahami perkembangan peradaban manusia, kebudayaan, dan dinamika sosial yang telah terjadi selama berabad-abad.
Pengertian Sejarah secara Ilmu
Sejarah berasal dari kata dalam bahasa Arab, yaitu syajaratun yang artinya pohon. Sejarah sendiri dapat diartikan sebagai ilmu, kisah, peristiwa, ataupun seni.
Mengutip dari buku Sejarah untuk SMA Kelas 1 karya M. Habib Mustopo, pengertian sejarah sebagai ilmu mengacu pada pendekatan ilmiah dan metodologi yang digunakan untuk mempelajari dan memahami peristiwa-peristiwa masa lampau manusia serta dampaknya terhadap perkembangan peradaban dan masyarakat.
Sejarah sebagai ilmu melibatkan proses penelitian yang sistematis dan analitis terhadap sumber-sumber historis guna menghasilkan pengetahuan yang lebih dalam dan akurat tentang masa lalu.
Baca Juga: Memahami Pengertian Sejarah sebagai Kisah
Ruang Lingkup Ilmu Sejarah
Sejarah sebagai ilmu memiliki ruang lingkup yang meliputi berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk:
Sejarah Politik: Membahas tentang perubahan dalam struktur pemerintahan, kebijakan politik, revolusi, perang, dan tokoh-tokoh politik yang berpengaruh.
Sejarah Sosial: Menelusuri perkembangan masyarakat, budaya, norma, nilai-nilai, serta interaksi antarindividu dalam berbagai kelompok sosial.
Sejarah Ekonomi: Melihat perubahan dalam sistem ekonomi, perdagangan, industri, dan dampaknya terhadap kehidupan manusia.
Sejarah Kultural: Mempelajari perkembangan seni, sastra, agama, dan tradisi budaya dalam suatu masyarakat.
Sejarah Teknologi: Mengkaji perkembangan teknologi dari masa ke masa serta pengaruhnya terhadap cara manusia hidup dan berinteraksi.
Sejarah Lingkungan: Memahami hubungan antara manusia dan lingkungan alam, serta dampak aktivitas manusia terhadap ekosistem.
Ciri-ciri Sejarah sebagai Ilmu
Sejarah sebagai ilmu memiliki ciri-ciri khusus yang membedakannya dari pendekatan biasa terhadap peristiwa masa lalu. Mari kita jelaskan lebih rinci tentang ciri-ciri tersebut:
1. Bersifat Empiris
Sifat empiris sejarah mengacu pada pengumpulan dan penggunaan bukti konkret dan fakta historis dalam penelitian.
Sejarawan bekerja dengan sumber-sumber primer dan sekunder yang berasal dari masa lalu, seperti dokumen tertulis, catatan, surat-surat, artefak, lukisan, dan sumber-sumber lainnya.
Bukti-bukti ini menjadi dasar pengetahuan dan interpretasi tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa lalu.
2. Objek Utama: Waktu dan Perkembangan Aktivitas
Objek utama sejarah adalah waktu dan perkembangan aktivitas manusia dalam berbagai aspek kehidupan.
Sejarawan mempelajari perubahan dalam masyarakat, politik, ekonomi, budaya, agama, dan lain-lain dari masa ke masa. Objek sejarah ini memungkinkan kita untuk memahami transformasi dan perubahan dalam peradaban manusia.
3. Teori Filsafat Sejarah Kritis
Filsafat sejarah kritis adalah teori yang mendalam dan reflektif tentang bagaimana sejarah diartikan, diinterpretasikan, dan dihubungkan dengan konteks sosial, budaya, dan politiknya.
Teori ini membantu sejarawan memahami pengaruh pandangan, nilai-nilai, dan perspektif dalam menyusun narasi historis, serta bagaimana narasi tersebut dapat berkembang dari waktu ke waktu.
4. Menggunakan Metode Ilmiah
Sejarah sebagai ilmu menggunakan metode ilmiah dalam penelitiannya. Metode ini mencakup tahapan seperti pengumpulan data, analisis data, interpretasi, dan penyusunan narasi berdasarkan bukti dan fakta yang ada.
Pendekatan ilmiah memastikan bahwa interpretasi sejarah didasarkan pada penelitian yang akurat dan obyektif.
5. Generalisasi (Kesimpulan Umum)
Sejarah mengandung ciri generalisasi, yang berarti sejarawan mencoba menyimpulkan pola umum atau temuan yang dapat diterapkan pada konteks yang lebih luas.
Ini tidak berarti mengabaikan perbedaan individual dalam peristiwa-peristiwa historis, tetapi lebih kepada mengidentifikasi tren dan pola yang dapat memberikan wawasan tentang dinamika peradaban manusia.
Dengan menggabungkan semua ciri-ciri ini, sejarah sebagai ilmu bertujuan untuk menyediakan pemahaman yang mendalam, akurat, dan kontekstual tentang peristiwa dan perkembangan dalam sejarah manusia.
Pendekatan ilmiah dan penggunaan bukti konkret membantu mencegah distorsi atau penafsiran yang bias, serta memberikan pandangan yang lebih kaya tentang bagaimana manusia dan masyarakat telah berevolusi seiring waktu.
(SAI)
