Pengertian Standar Komunikasi Organisasi dan Fungsinya

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Komunikasi merupakan salah satu hal terpenting dalam sebuah organisasi. Untuk itu, diperlukan standar komunikasi organisasi. Lantas, apa pengertian standar komunikasi organisasi itu sebenarnya?
Pada artikel kali ini, kita akan membahas mengenai pengertian standar komunikasi organisasi dan fungsi komunikasi dalam suatu organisasi. Simak penjelasannya di bawah sini.
Memahami Pengertian Standar Komunikasi Organisasi
Pengertian standar komunikasi organisasi adalah aturan, pedoman, atau prosedur yang ditentukan dalam suatu organisasi untuk mengatur bagaimana komunikasi di suatu organisasi itu dilakukan, baik di dalam maupun di luar organisasi tersebut.
Adapun hal-hal yang termasuk dalam standar komunikasi organisasi meliputi, bahasa yang dipakai, format yang digunakan dalam mengirimkan pesan, saluran komunikasi yang diizinkan, dan etika, serta nilai yang harus dijunjung dalam organisasi tersebut.
Menurut Muhammad dalam buku Fungsi Komunikasi Organisasi oleh Ardial, komunikasi organisasi dapat diartikan sebagai:
Komunikasi organisasi terjadi dalam suatu sistem terbuka yang kompleks, dipengaruhi oleh lingkungannya sendiri, baik internal maupun eksternal.
Komunikasi organisasi meliputi pesan dan arusnya, tujuan, arah, serta medianya.
Komunikasi organisasi meliputi orang dan sikapnya, perasaannya, hubungannya, dan keterampulan/skillnya.
Baca Juga: 6 Gaya Komunikasi yang Bisa Diterapkan di Organisasi atau Lingkungan Sosial
Fungsi Standar Komunikasi Organisasi
Dikutip dari sumber yang sama, ada empat fungsi komunikasi organisasi, yaitu fungsi informatif, regulatif, persuasif, dan integratif, berikut penjelasan lengkapnya.
1. Fungsi Informatif
Informasi dapat memungkinkan setiap anggota organisasi dapat melaksanakan pekerjaannya secara lebih pasti. Karena pada dasarnya, informasi dibutuhkan oleh semua orang yang memiliki perbedaan kedudukan dalam organisasi. Orang-orang dalam tataran manajemen membutuhkan informasi untuk membuat suatu kebijakan organisasi ataupun untuk mengatasi konflik yang terjadi di organisasi tersebut.
Sedangkan bawahan, membutuhkan informasi untuk melaksanakan pekerjaan, jaminan keamanan, jaminan sosial dan kesehatan, izin cuti, dan sebagainya.
2. Fungsi Regulatif
Fungsi ini berkaitan dengan peraturan-peraturan yang berlaku dalam suatu organisasi. Adapun hal-hal yang berpengaruh terhadap fungsi regulatif ini dalam suatu organisasi adalah:
Pertama, atasan memiliki kewenangan untuk mengendalikan semua informasi yang dismapaikan dan memberikan instruksi atau perintah kepada bawahan.
Kedua, berkaitan dengan pesan atau message. Pesan-pesan regulatif pada dasarnya berorientasi pada kerja, artinya bahawan membutuhkan kepastian peraturan tentang pekerjaan yang boleh dan tidak boleh untuk dilaksanakan.
3. Fungsi Persuasif
Dalam mengatur suatu organisasi, banyak pemimpin yang lebih suka mempersuasikan atau membujuk/mengimbau bawahanya secara halu daripada memberi perintah. Sebab, pekerjaan yang dilakukan secara sukarela oleh bawahan akan menghasilkan kepedulian yang lebih besar dibandingkan kalau pimpinan sering memperlihatkan kekuasaan dan kewenangannya.
4. Fungsi Integratif
Setiap organisasi berusaha menyediakan saluran yang memungkinkan bawahan bisa melaksanakan tugas dan pekerjaan dengan baik. Ada dua saluran komunikasi yang bisa diwujudkan, yakni saluran komunikasi formal, seperti penerbitan khusus dalam organisasi tersebut dan laporan kemajuan organisasi.
Kemudian, komunikasi informal, seperrti perbincangan antar pribadi selama masa istirahat kerja, pertandingan olah raga atau kegiatan darmawisata. Pelaksaan aktivitas tersebut akan menumbuhkan keinginan untuk berpartisipasi lebih besar dalam diri bawahan terhadap organisasi.
(SNS)
