25 Pantun Pamit Resign yang Sopan, Lucu, hingga Penuh Haru

Menyediakan berbagai informasi seputar Generasi Z.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Pengetahuan Umum tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ada kalanya kita harus resign dari pekerjaan saat ini demi pertumbuhan karier dan kehidupan yang lebih baik. Agar nama baik tetap terjaga, kita perlu berpamitan dengan memberikan kata-kata perpisahan yang berkesan ke orang-orang yang kita tinggalkan.
Salah satu cara kreatif dan menyenangkan untuk memberikan kata-kata perpisahan kerja bisa dengan menggunakan pantun pamit resign. Selain membuat suasana lebih cair, pantun juga bisa menyampaikan pesan dengan nada yang sopan, santai, bahkan lucu.
Dalam artikel ini, kami telah menyiapkan beragam macam bentuk pantun pamit resign yang bisa kamu pilih sesuai suasana hati dan gaya berbicaramu.
Pantun Pamit Resign
Mulai dari yang sopan, lucu, menyentuh hati, hingga penuh haru berikut kumpulan pantun pamit resign yang bisa langsung kamu gunakan.
Pantun Pamit Resign yang Sopan
Pagi cerah di langit biru,
Burung terbang penuh semangat.
Izinkan saya pamit dulu,
Terima kasih atas semua semangat.
Daun jatuh dari pohonnya,
Untuk dijadikan bahan bakar dengan arang.
Terima kasih untuk semua bantuannya,
Mohon maaf jika ada yang kurang.
Mentari pagi bersinar terang,
Menyapa dunia penuh harapan.
Saatnya saya pamit pulang,
Semoga silaturahmi tetap bertahan.
Bunga mawar harum mewangi,
Ditaruh dalam vas kaca.
Waktu saya di sini telah habis kini,
Doakan saya melangkah ke tempat yang lega.
Pisang raja dipetik pagi,
Dimakan sambil minum kopi.
Terima kasih atas semua budi,
Saya pamit undur diri.
Pantun Pamit Resign yang Lucu
Duriannya jangan dibelah,
Lebih baik disimpan saja.
Walau kita akan berpisah,
Tetap semangat untuk bekerja.
Sore hari menonton drama,
Drama Korea aktornya tegas.
Ingin hati tetap bekerja bersama,
Apa daya harus pindah tugas.
Jangan tebang kayu yang basah,
Buat masak tak akan beres.
Selamat jalan selamat berpisah,
Semoga semuanya semakin sukses.
Malam-malam jangan kelayapan,
Kasihan ibu menjadi resah.
Rekan-rekan mari berpelukan,
Sebelum akhirnya kita berpisah.
Murid pintar pakai sepatu,
Mengangkat tangan saat bertanya.
Sampai jumpa di lain waktu,
Untuk rekan kerjaku semuanya.
Pantun Pamit Resign yang Menyentuh Hati
Menyusun pantun memakai rima,
Rima dibuat menjadi kisah.
Bertahun-tahun sekantor bersama,
Tibalah masa untuk berpisah.
Hujan gerimis di Tanjung Perak,
Langit gemuruh semuanya basah.
Sudah habis masa kontrak,
Pamit undur untuk berpisah.
Memasak nasi memakai kompor,
Kompor dibeli depan madrasah.
Setiap hari duduk sekantor,
Membuatku sedih kala berpisah.
Pohon di hutan sungguh lebat,
Pohon ditebang jadi batangan.
Terima kasih rekan kerja hebat,
Lembur bersama jadi kenangan.
Zodiak aries orangnya kaku,
Zodiak libra otaknya semu.
Selamat sukses teman kantorku,
Semoga aku bisa ikuti jejakmu.
Pantun Pamit Resign yang Sarat Makna
Pasangan Sinta namanya Rama,
Pergi berkelana bawa kerabat.
Senang rasanya pernah bersama,
Kau rekan kerja yang sangat hebat.
Kurang darah namanya anemia,
Kepala linglung di tengah arena.
Di sini aku tertawa bahagia,
Memandang kamu berjaya di sana.
Simpan uang di dalam saku,
Kereta api menderu-deru.
Selamat jalan rekan sekantorku,
Moga berprestasi di kantor yang baru.
Orang kikir hidupnya kan susah,
Hanya berpikir biar cepat tajir.
Jangan bersedih meski berpisah,
Ukir prestasi dalam berkarier.
Saat menyelam tanganku kaku,
Luka tergores berwarna biru.
Selamat jalan rekan kerjaku,
Semoga sukses di tempat baru.
Pantun Pamit Resign yang Penuh Haru
Emas murni dapat di selokan,
Jual murah biarlah rugi.
Perpisahan ini tak kuinginkan,
Semoga dapat berjumpa lagi.
Baju batik warnanya merah,
Ada motif bunga melati.
Berat hati untuk berpisah,
Dengan bos yang baik hati.
Pergi ke kota lihat ponakan,
Mulus jalannya sudah diaspal.
Sebenarnya susah untuk dikatakan,
Saat ucapkan selamat tinggal.
Ketumpahan bakso bajuku basah,
Ingin marah, tapi pada siapa.
Walau hati tak ingin berpisah,
Apalah daya sudah waktunya.
Pergi ke ladang Bapak petani,
Membajak sawah senyumnya ramah.
Ingin hati tetap bekerja di sini,
Apa daya akan pindah rumah.
Baca Juga: 20 Pantun Penutup Acara Lamaran yang Manis dan Berkesan
(NDA)
