Konten dari Pengguna

50 Pantun Perpisahan Rekan Kerja Lucu yang Menghibur

Pengetahuan Umum

Pengetahuan Umum

Menyediakan berbagai informasi seputar Generasi Z.

·waktu baca 6 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pengetahuan Umum tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi resign dari perusahaan. Foto: Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi resign dari perusahaan. Foto: Getty Images

Perpisahan dengan rekan kerja sering kali membawa suasana campur aduk antara sedih dan haru. Namun, tidak ada salahnya menghadirkan suasana yang lebih ringan dan menyenangkan dengan sentuhan humor.

Pantun perpisahan lucu bisa menjadi cara yang efektif untuk menyampaikan rasa terima kasih sekaligus melepas kenangan bersama dengan cara yang hangat dan menghibur. Melalui pantun jenaka, momen perpisahan bisa menjadi kenangan manis yang dapat dikenang oleh semua pihak.

Berikut 50 pantun perpisahan rekan kerja yang lucu dan penuh tawa. Pantun-pantun ini dapat digunakan untuk menyemarakkan suasana perpisahan dengan cara yang elegan sekaligus penuh keceriaan.

Pantun Perpisahan Rekan Kerja Lucu

Ilustrasi teman kerja. Foto: nampix/Shutterstock

Berikut 50 pantun perpisahan rekan kerja yang cocok untuk melepas sahabat di kantor dengan senyum dan tawa:

1. Jalan-jalan ke Kota Palu,

Makan tahu sambil minum jamu.

Hari-harimu pasti lebih seru,

Setelah bebas dari tumpukan kerjaanku!

2. Sarapan roti pakai selai,

Sambil ngopi dan baca berita.

Jangan lupa kalau udah santai,

Kirim kabar lewat grup kita!

3. Pagi hari makan lontong,

Ditemani teh hangat segelas.

Kamu pergi dengan senyum kosong,

Kami lanjut kerja penuh harap dan waswas.

4. Jalan-jalan ke Medan,

Lihat lampu warna-warni.

Meski kamu kini pindah haluan,

Kenangan lucu tetap di hati.

5. Makan bakso sambil duduk lesehan,

Kuahnya pedas bikin merem.

Kamu pamit penuh senyuman,

Tapi grup kantor jadi lebih sunyi, serem!

6. Naik sepeda ke pinggir sawah,

Sambil nyanyi lagu kenangan.

Kamu pamit tanpa marah,

Tapi file kerja belum ketemuan.

7. Masak nasi pakai panci,

Eh lupa sampai gosong.

Kamu pamit dengan hati bersih,

Tapi laptop kamu masih minjam dong!

8. Beli buku di toko baru,

Sampulnya cantik bikin senang.

Kamu resign cari suasana baru,

Kami tetap semangat meski kadang meradang.

9. Jalan ke taman naik delman,

Duduk santai sambil tertawa.

Kamu pergi bukan tanpa alasan,

Tapi suasana kantor jadi beda suasana.

10. Beli es krim rasa cokelat,

Dimakan siang saat panas.

Kamu pergi tanpa banyak ribut,

Tapi humor kamu tetap terasa jelas.

11. Sarapan pagi dengan ketan,

Tambah serundeng makin nikmat.

Kamu pamit penuh kesan,

Kami doakan sukses terus tanpa ragu dan penat.

12. Ke kebun bawa cangkul rumput,

Nyangkul tanah buat nanam bawang.

Kamu resign nggak pakai ribut,

Tapi meja kamu sekarang kosong dan tenang.

13. Naik becak keliling kota,

Sopirnya ramah dan baik hati.

Kamu pamit penuh cerita,

Tinggalkan tawa yang sulit terganti.

14. Makan sate di pinggir jalan,

Sambil nonton tukang sulap.

Kamu resign bawa harapan,

Kami di sini tetap semangat tanpa lelap.

15. Naik mobil ke pantai indah,

Lihat ombak sambil rebahan.

Kamu pergi dengan langkah cerah,

Kami doakan kesuksesan terus bertahan.

16. Jalan-jalan ke PIK,

Ceritanya seru sampai akhir.

Kamu pamit tanpa banyak topik,

Tapi jadi bahan obrolan yang tak pernah kabur.

17. Makan donat tabur gula,

Ditemani kopi tanpa gula.

Kamu cabut dengan ceria,

Kami lanjut kerja sambil nostalgia.

18. Pergi ke hutan naik kuda,

Lihat burung terbang rendah.

Kamu pamit penuh suka,

Tapi foto kamu tetap ada di lemari bawah.

19. Nyalakan TV nonton berita,

Isinya soal harga naik.

Kamu pamit tanpa drama,

Tapi stok camilan jadi cepat habis, balik!

20. Makan gorengan di teras rumah,

Dapat tahu isi dan bakmi.

Kamu resign tanpa masalah,

Tapi kenangan kamu tetap melekat sampai lebaran haji.

21. Main kartu di sore hari,

Sambil nunggu adzan maghrib.

Kamu pamit dengan senyum berseri,

Kami doakan kamu makin produktif.

22. Jalan-jalan ke taman bunga,

Duduk manis bersama Teguh.

Kamu pamit dengan gaya sederhana,

Tapi tempat kamu tetap jadi kenangan yang utuh.

23. Ke pantai bawa teropong,

Lihat kapal lewat di kejauhan.

Kamu pergi bukan karena bohong,

Tapi karena impian yang terus dikejar dengan penuh tujuan.

24. Naik sepeda ke warung bakso,

Beli minum es teh manis.

Kamu pamit seperti profesional,

Tapi canda kamu tetap kami rindukan habis-habis.

25. Main bola di lapangan belakang,

Jatuh bangun tetap semangat.

Kamu resign dengan langkah tenang,

Kami lanjutkan kerja dengan erat.

26. Pergi belanja ke pasar sayur,

Beli wortel dan tomat segar.

Kamu pamit membawa kabar syukur,

Kami doakan rejekimu makin lebar!

27. Jalan ke taman bawa bekal,

Duduk manis sambil main tebak-tebakan.

Selamat ya dapat tempat baru yang ideal,

Tapi jangan lupakan kita yang penuh tekanan!

28. Sore-sore makan tahu petis,

Ditambah es jeruk satu gelas.

Meski sekarang kamu udah bebas,

Jangan lupa kita yang masih terjebak tugas!

29. Nonton film sampai tengah malam,

Lalu bangun kesiangan dan panik.

Selamat tinggal wahai rekan dalam kelam,

Semoga kantormu nanti nggak terlalu unik!

30. Makan siang dengan nasi rames,

Ditemani tempe dan sambal goreng.

Meskipun kamu resmi lepas,

Kami di sini tetap berjuang bareng!

31. Pergi ke toko beli kasur,

Karena tidur udah makin kurang.

Kamu pergi dengan senyum syukur,

Tapi kita? Masih lembur terang-terangan!

32. Beli kopi di pinggir jalan,

Bonus donat yang manis legit.

Kamu pergi penuh harapan,

Tapi fotomu tetap kita simpan rapat!

33. Lari pagi keliling lapangan,

Lalu jatuh gara-gara batu.

Meski kamu tinggalin lapangan,

Tapi jejakmu di sini selalu lucu!

34. Pergi ke taman naik delman,

Duduk bareng sambil nyanyi dangdut.

Kamu udah selesai jalan,

Kami masih ngisi absen lewat sudut!

35. Naik angkot bareng nenek,

Duduk di belakang sambil senyum-senyum.

Selamat jalan wahai kawan rempong nan unik,

Kalau rindu, kirimlah snack yang umum!

36. Masak mie tambah cabe lima,

Makan bareng sambil bersin-bersin.

Kamu bebas dari drama kerja sama,

Kami di sini masih kena briefing!

37. Dapat hadiah dari tukang putu,

Katanya karena sering beli.

Kamu pergi, kami kok gitu-gitu aja bosku,

Gaji tetap belum naik lagi!

38. Ke warung beli es kelapa,

Segarnya bikin hati riang.

Kamu pergi bawa tawa,

Suasana jadi makin terang.

39. Makan pisang goreng panas,

Ditemani kopi di pagi hari.

Kamu resign penuh semangat,

Tinggalkan jejak takkan pergi.

40. Naik becak keliling kota,

Duduk santai sambil tertawa.

Kamu pamit penuh suka,

Tinggalkan cerita yang tak pudar.

41. Ke pasar beli buah mangga,

Warnanya merah menggoda.

Kamu pergi jangan lupa,

Jaga semangat dan rasa suka.

42. Main gitar di sore hari,

Nyanyi lagu yang ceria.

Kamu pamit dengan hati,

Semoga sukses jadi nyata.

43. Sarapan bubur di pagi hari,

Ditemani teh hangat manis.

Kamu pergi tanpa henti,

Kenangan tetap melekat manis.

44. Jalan-jalan ke pantai biru,

Ombak tenang menyejukkan jiwa.

Kamu pamit bawa restu,

Doa terbaik selalu menyapa.

45. Beli kue di toko dekat,

Rasanya legit dan lezat.

Kamu pergi tanpa cepat,

Tinggalkan tawa penuh semangat.

46. Naik sepeda ke kebun teh,

Melihat pemandangan hijau.

Kamu resign dengan lega,

Tinggalkan kenangan yang syahdu.

47. Makan siang dengan ayam bakar,

Sambalnya pedas menggigit lidah.

Kamu pergi bukan tanpa sadar,

Harapan baru terus mengembang.

48. Ke taman bawa layangan,

Terbang tinggi di angkasa.

Kamu pamit dengan harapan,

Sukses selalu menyertai masa.

49. Minum kopi di sore hari,

Sambil ngobrol dengan teman.

Kamu pergi bawa janji,

Bertemu lagi kapan pun kapan.

50. Burung terbang ke arah barat,

Sayapnya kuat menembus awan.

Walau perpisahan terasa berat,

Doa terbaik tetap kami kirimkan.

Baca Juga: 30 Pantun Perkenalan Diri yang Lucu dan Berkesan

(ANB)