Konten dari Pengguna

4 Perbedaan GERD dan Maag yang Sering Kali Dianggap Sama

Perbedaan Kata

Perbedaan Kata

Membahas perbedaan kata secara mendalam.

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Perbedaan Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perbedaan GERD dan Maag. Foto Hanya Ilustrasi, Bukan Sebenarnya. Sumber Foto: Unsplash.com/Towfiqu barbhuiya
zoom-in-whitePerbesar
Perbedaan GERD dan Maag. Foto Hanya Ilustrasi, Bukan Sebenarnya. Sumber Foto: Unsplash.com/Towfiqu barbhuiya

GERD dan maag merupakan dua masalah kesehatan yang seringkali dianggap sama. Hal tersebut karena keduanya memiliki gejala yang mirip. Namun, perlu diketahui bahwa ada beberapa perbedaan GERD dan maag.

Perbedaan kedua jenis masalah yang ada di lambung ini bisa dilihat dari beberapa aspek penting. Pemahaman mengenai perbedaan kedua masalah ini bisa membantu melakukan diagnosis dini jika mengalami masalah di lambung.

4 Perbedaan GERD dan Maag untuk Menambah Wawasan dan Pengetahuan soal Penyakit

Perbedaan GERD dan Maag. Foto Hanya Ilustrasi, Bukan Sebenarnya. Sumber Foto: Unsplash.com/Sasun Bughdaryan

Ada banyak orang yang tidak bisa membedakan antara GERD dan maag disebabkan karena gejala dari dua masalah ini sering tumpang tindih. Salah satunya karena dua masalah ini sama-sama terjadi di lambung. Agar tidak salah dalam mendiagnosis awal, berikut ini adalah penjelasan mengenai perbedaan GERD dan maag.

1. Definisi

Dikutip dari buku A to Z Penyakit GERD, Marcellus Simadibrata dkk. (2023), GERD dalam dunia medis dikenal dengan istilah gastroesophageal reflux disease. Kondisi ini terjadi ketika asam lambung naik dari perut menuju ke kerongkongan.

Sementara itu, maag atau dispepsia merupakan gangguan yang terjadi pada lambung yang ditandai dengan rasa nyeri atau terbakar di ulu hati. Maag merupakan salah satu kondisi yang cukup umum dialami oleh masyarakat luas.

2. Penyebab

Perbedaan kedua dari dua penyakit ini bisa dilihat dari penyebabnya. Penyebab GERD adalah paparan berulang asam lambung ke esofagus yang mengakibatkan erosi pada mukosa esofagus.

Kelemahan pada katup (sfingter) esofagus bagian bawah memungkinkan asam lambung naik dan mengiritasi dinding kerongkongan. Sementara itu, maag terjadi akibat iritasi yang terbatas pada dinding lambung.

3. Gejala

Gejala juga menjadi aspek yang membedakan kedua jenis masalah ini. Gejala GERD umumnya lebih berat jika dibandingkan dengan gejala maag. Salah satunya ditandai dengan refluks asam lambung yang menyebabkan sensasi terbakar di dada.

Gejala lain yang menyertai termasuk regurgitasi (naiknya makanan atau asam lambung ke kerongkongan), nyeri dada, kesulitan menelan, rasa mengganjal di kerongkongan, serta dada terasa terbakar setelah makan yang memburuk pada malam hari.

Sementara itu, untuk gejala maag ditandai dengan rasa tidak nyaman pada bagian perut atas yang hilang timbul. Gejala yang sering muncul meliputi perut kembung bagian atas, rasa penuh saat makan, nyeri ulu hati, buang angin, bersendawa, mual, dan muntah.

4. Pengobatan

GERD bisa diobati dengan cara memberikan PPI selama 8 minggu dengan harapan bisa menekan produksi asam lambung. Selain itu, biasanya juga dilakukan pemberian antasida dan penggunaan obat prokinetik.

Sedangkan maag bisa diatasi dengan cara melakukan terapi up regulation, terapi ulkus peptik, hingga mengurangi atau menghentikan jenis obat tertentu untuk mencegah terjadinya maag.

Baca juga: 5 Perbedaan Langsat dan Duku yang Serupa tapi Tidak Sama

Itulah empat perbedaan GERD dan maag yang merupakan masalah di lambung dan sering dianggap sama karena tidak bisa membedakan keduanya. (WWN)