5 Mitos Perbedaan Hamil Anak Laki-Laki dan Perempuan

Membahas perbedaan kata secara mendalam.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Perbedaan Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengetahui jenis kelamin anak merupakan salah satu hal yang paling dinanti calon orang tua. Terdapat beberapa mitos perbedaan hamil anak laki-laki dan perempuan yang bisa jadi tebakan awal yang dahulu digunakan oleh orang-orang ketika teknologi belum semaju saat ini.
Mengutip dari buku What to Expect When You’re Expecting, Heidi Murkoff (2024:317), beberapa orang tua memilih untuk mengetahui jenis kelamin bayi lebih dini untuk alasan-alasan praktis. Seperti memudahkan berbelanja perlengkapan bayi hingga pemilihan nama.
5 Mitos Perbedaan Hamil Anak Laki-Laki dan Perempuan yang Calon Orang Tua Bisa Coba
Calon orang tua seringkali penasaran dengan jenis kelamin bayinya. Baik itu keingintahuan semata maupun untuk melakukan persiapan jelang kelahiran. Terdapat beberapa mitos perbedaan hamil anak laki-laki dan perempuan yang beredar di masyarakat.
Tanda-tanda berikut memang tidak seakurat penggunaan metode medis. Namun, tidak ada salahnya jika orang tua ingin mencoba menebak jenis kelamin buah hati mereka berdasarkan beberapa mitos berikut.
1. Napsu Makan Calon Ibu
Jika perempuan yang sedang mengandung menunjukkan peningkatan napsu makan, dikatakan bahwa kemungkinan janin yang sedang dikandungnya adalah laki-laki. Sedangkan pada kehamilan bayi perempuan kenaikan yang terjadi tidak signifikan.
2. Morning Sickness
Berkebalikan dengan mitos di atas, dipercayai jika ibu hamil sering mengalami morning sickness atau mual yang terkadang tidak hanya terjadi di pagi hari melainkan berlangsung hingga sepanjang hari. Maka, anak yang dikandung adalah perempuan.
3. Kondisi Kulit Wajah
Banyak orang mempercayai jika jenis kelamin janin juga mempengaruhi kondisi kulit wajah ibunya. Jika kulit wajah terlihat lebih bercahaya maka bayi tersebut adalah anak laki-laki.
Sebaliknya, jika kondisi wajah ibu berubah menjadi berjerawat dan berminyak maka kemungkinan calon anaknya adalah perempuan.
4. Berdasarkan Hal yang Diidamkan
Ngidam merupakan fenomena yang cukup sering terjadi selama periode kehamilan. Jika ibu menginginkan makanan yang asin maka dipercayai bahwa jenis kelamin anaknya kelak adalah laki-laki.
Sedangkan jika perempuan, maka ada kecenderungan memilih makanan manis.
5. Detak Jantung Janin
Dipercayai jika jantung bayi berdetak lebih dari 140 denyut per detik maka bayi tersebut adalah anak perempuan. Sedangkan anak laki-laki cenderung memiliki jumlah denyut di bawah 140 denyut per detiknya.
Baca juga: 3 Perbedaan Tunangan dan Lamaran dalam Islam yang Kadang Salah Arti
Mengetahui beberapa perbedaan hamil anak laki-laki dan perempuan menggunakan mitos yang sering ditemui masyarakat ini bisa menjadi salah satu metode alternatif bagi calon orang tua yang ingin menebak-nebak jenis kelamin bayinya sebelum mencoba metode medis. (RF)
