Konten dari Pengguna

5 Perbedaan Investasi Saham dan Obligasi, Investor Wajib Tahu mengenai Keduanya

Perbedaan Kata

Perbedaan Kata

Membahas perbedaan kata secara mendalam.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Perbedaan Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perbedaan Investasi Saham dan Obligasi. Foto hanya sebagai ilustrasi saja, bukan gambar sebenarnya. Sumber: Unsplash/Anne Nygård.
zoom-in-whitePerbesar
Perbedaan Investasi Saham dan Obligasi. Foto hanya sebagai ilustrasi saja, bukan gambar sebenarnya. Sumber: Unsplash/Anne Nygård.

Dalam dunia investasi, terdapat beberapa jenis investasi, seperti saham dan obligasi. Apa saja perbedaan investasi saham dan obligasi?

Keduanya jenis investasi ini, sama-sama merupakan investasi yang dapat dilakukan oleh perorangan. Selain itu investor juga melakukan investasinya sebuah perusahaan.

Akan tetapi, perbedaan antara saham dan obligasi, jelas akan memengaruhi keuntungan yang didapat investor dari investasi tersebut.

Perbedaan Investasi Saham dan Obligasi untuk Investor Pemula

Perbedaan Investasi Saham dan Obligasi. Foto hanya sebagai ilustrasi saja, bukan gambar sebenarnya. Sumber: Unsplash/Jakub Żerdzicki.

Perbedaan investasi saham dan obligasi dapat terlihat mulai dari hak kepemilikan, keuntungan hingga jenis risikonya. Hal ini dapat menjadi pertimbangan investor pemula dalam memilih jenis investasi.

Berikut perbedaan dari investasi saham dan obligasi. Informasinya berdasarkan buku Manajemen Investasi dan Pasar Modal (Cara Mudah Paham Investasi), Ari Susanti dan Era Trianita Saputra (2023:69).

1. Hak Kepemilikian

Perbedaan pertama ada pada hak kepemilikan. Dalam berinvestasi saham, investor memiliki hak kepemilikan. Sedangkan investor yang memilih obligasi, tidak akan memberikan hak kepemilikan, melainkan menerbitkan surat utang.

2. Jenis Keuntungan

Dari jenis keuntungan, kedua investasi ini juga berbeda. Pemilik saham mendapat keuntungan bukan dari bunga, tetapi dari kenaikan nilai sahamnya itu sendiri. Potensi keuntungannya fluktuatif berdasarkan pasar saham.

Sedangkan investasi dari obligasi memberikan keuntungan secara tetap, yang bersumber dari bunga yang dibayarkan secara berkala atau sampai surat perjanjian berakhir.

3. Pajak yang Dikenakan pada Dua Investasi

Pajak yang dikenakan untuk dua jenis investasi ini juga berbeda. Saham akan menghasilkan dividen, di mana keuntungannya adalah jumlah total setelah dipotong pajak.

Pada investasi obligasi, bunga obligasi yang lebih dulu dikeluarkan dijadikan sebagai biaya. Jadi, hal tersebut bisa dianggap tidak kena pajak.

4. Jenis Risiko

Investasi saham memiliki risiko berupa tidak mendapatkan dividen atau bagi hasil. Saham juga memungkinkan terjadinya suspend atau diberhentikan sementara maupun permanen oleh BEI dan OJK karena dianggap curang atau kenaikan harga saham dengan cara fiktif.

Investasi obligasi memiliki peluang risiko berupa default risk atau gagal bayar. Hal ini bergantung dengan peringkat obligasinya. Perusahaan yang memiliki peringkat tinggi akan disukai investor.

5. Posisi dalam Struktur Keuangan Perusahaan

Ketika perusahaan mengalami likuidasi, pemegang saham memiliki urutan yang paling akhir untuk mendapatkan haknya. Sebaliknya, pemegang obligasi akan lebih diutamakan jika perusahaan mengalami likuidasi.

Baca Juga: 5 Perbedaan Emas Antam dan UBS yang Wajib Diketahui Sebelum Berinvestasi

Dengan memahami perbedaan investasi saham dan obligasi pada ulasan di atas, diharapkan investor dapat memilih jenis investasi yang paling sesuai. Hal ini juga dapat membantu menimbang pemilihan jenis investasi berdasarkan keuntungan dan risikonya. (Fitri A)