Perbedaan Archaebacteria dan Eubacteria Berdasarkan Karakteristiknya

Membahas perbedaan kata secara mendalam.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Perbedaan Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perbedaan Archaebacteria dan Eubacteria terletak pada komposisi RNA, ribosom, dan peptidoglikan dalam selnya. Kedua jenis bakteri tersebut dikelompokkan ke dalam Kingdom Monera.
Mengutip buku Biologi untuk Kelas X Semester I SMA karya Oman Karmana (2006), anggota Kingdom Monera bersifat prokariotik. Artinya, inti sel organisme tersebut tidak diselaputi membran, bersifat mikroskopis, dan kebanyakan bersel tunggal.
Meski begitu, Monera merupakan salah satu organisme yang sempurna. Organisme ini dapat melakukan metabolisme makanan, membuang zat sisa, dapat tumbuh, dan bereproduksi dengan baik.
Anggota kingdom Monera memiliki banyak peranan penting dalam kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Simak perbedaan Archaebacteria dan Eubacteria selengkapnya dalam uraian berikut ini.
Perbedaan Archabacteria dan Eubacteria
Seperti disebutkan sebelumnya, perbedaan Archaebacteria dan Eubacteria bisa dilihat dari kompsisi RNA, ribosom, dan peptidoglikan di dalam selnya. Selain itu, ada juga aspek lain yang memengaruhinya. Simak uraian lengkapnya berikut ini:
1. Komposisi RNA
Archaebacteria memiliki jenis RNA polimerase yang lebih mirip dengan sel eukariotik. Jenis RNA ini memiliki struktur dan urutan asam amino yang berbeda.
Sementara Eubacteria memiliki jenis RNA polimerase yang berbeda. Jenis RNA-nya lebih mirip dengan RNA polimerase pada organisme lain, termasuk manusia.
2. Ribosom
Archaebacteria memiliki struktur dan komponen ribosom yang serupa dengan Eukariotik. Ribosom organisme ini memiliki dua subunit, yakni subunit besar dan subunit kecil. Sementara Eubacteria memiliki ribosom yang lebih mirip dengan ribosom prokariota lainnya.
3. Peptidoglikan
Archaebacteria tidak memiliki peptidoglikan dalam dinding selnya. Ia hanya memiliki senyawa kompleks seperti polisakarida, protein, dan lipid. Sementara Eubacteria memiliki dinding sel yang mengandung peptidoglikan dan biasa digunakan untuk memberikan kekuatan struktural pada sel tersebut.
4. Lingkungan hidup
Eubacteria memiliki kemampuan adaptasi yang baik, sehingga mudah ditemukan di berbagai lingkungan, termasuk tanah, air, dan tubuh manusia. Sementara Archaebacteria ditemukan di lingkungan ekstrem seperti mata air panas, lautan yang dalam, kolam garam, dan lingkungan yang asam.
5. Metabolisme
Metabolisme Archaebacteria cukup unik. Organisme ini bisa hidup di lingkungan yang ekstrem dengan asupan oksigen rendah atau tanpa oksigen sama sekali. Sementara Eubacteria memiliki kemampuan metabolisme untuk melakukan fotosintesis, respirasi aerobik, dan fermentasi.
Kedua jenis bakteri tersebut memiliki banyak peranan penting dalam kehidupan manusia dan makhluk hidup lain, salah satunya sebagai dekomposer. Archaebacteria dan Eubacteria mampu memecah senyawa organik dan mempertahankan siklus unsur-unsur yang diperlukan oleh makhluk hidup.
Baca juga: Alasan Mengapa Terumbu Karang Termasuk dalam Kingdom Animalia
Ciri-Ciri Archaebacteria dan Eubacteria
Archaebacteria dan Eubacteria memiliki ciri khusus yang membedakannya dengan satu sama lain. Dikutip dari buku Mikrobiologi susunan Indra Taufik Sahli, dkk., berikut penjelasannya:
1. Archaebacteria
Tergolong sebagai bakteri purba.
Ukurannya berdiameter 0,1 nanometer.
Bentuknya bulat, batang, pelat, spiral, datar, dan persegi.
Habitatnya berada di lingkungan ekstrem.
Dinding selnya mengandung pseudopeptidoglikan.
Pola RNA-nya membentuk subunit kompleks, menyerupai RNA eukariotik.
Tidak memiliki jalur metabolisme glikosis atau siklus krebs.
Terbagi menjadi tiga jenis, yaitu metanogen, halofil, dan termofil.
2. Eubacteria
Tergolong sebagai bakteri sejati.
Ukurannya cukup kecil, yakni berdiameter 0,5 nanometer.
Bentuknya bisa bulat, basil, vibrio, batang, filament, spirochaeta.
Habitatnya bisa ditemukan di mana saja, termasuk tubuh manusia.
Pola RNA polimerasenya membentuk subunit sederhana.
Memiliki jalur metabolisme glikolisis atau situs krebs.
Terbagi menjadi dua jenis, yaitu gram positif dan gram negatif.
Baca juga: Kingdom Protista: Pengertian dan Klasifikasi Kelompoknya
Persamaan Archaebacteria dan Eubacteria
Archaebacteria dan Eubacteria memiliki beberapa kesamaan karakteristik, yaitu:
Keduanya adalah organisme prokariotik yang tidak memiliki inti sel terpisah oleh membran inti.
Memiliki ukuran sel yang relatif kecil dibandingkan dengan organisme eukariotik.
Menggunakan DNA sebagai materi genetik utamanya. DNA ini dapat mengkodekan instruksi untuk sintesis protein dan pengaturan fungsi sel.
Dapat bereproduksi secara aseksual melalui pembelahan biner. Dalam proses ini, satu sel akan membelah menjadi dua sel identik.
Memiliki peran ekologis yang penting dalam siklus nutrisi dan ekosistem. Keduanya dapat berperan sebagai dekomposer, produsen makanan, dan mampu berinteraksi dengan organisme lain dalam ekosistem.
Baca juga: Ciri-Ciri Kingdom Fungi dan Jenisnya dalam Klasifikasi Biologi
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Apa persamaan Archabacteria dan Eubacteria?

Apa persamaan Archabacteria dan Eubacteria?
Keduanya sama-sama tergolong organisme prokariotik yang tidak memiliki inti sel terpisah oleh membran inti.
Apa manfaat bakteri?

Apa manfaat bakteri?
Dapat dimanfaatkan untuk keperluan manusia seperti menghasilkan produk-produk makanan. Contohnya yaitu nata de coco, keju, dan yoghurt.
Apa fungsi DNA bagi bakteri?

Apa fungsi DNA bagi bakteri?
DNA ini dapat mengkodekan instruksi untuk sintesis protein dan pengaturan fungsi sel.
