Perbedaan Bakteri dan Alga Biru dalam Ilmu Biologi

Membahas perbedaan kata secara mendalam.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Perbedaan Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam ilmu biologi, bakteri dan alga biru merupakan filum yang termasuk dalam kingdom monera, Meski sama-sama tergolong sebagai kelompok monera, terdapat beberapa perbedaan bakteri dan alga biru dengan satu sama lain.
Monera sendiri adalah kelompok organisme bersel satu yang tidak memiliki membran inti (prokariotik). Mengutip buku Praktis Belajar Biologi untuk Kelas X Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah oleh Fiktor Ferdinand P. dan Moekti Ariwibowo, monera juga belum memiliki organel bermembran seperti mitokondria, kloroplas, dan badan golgi.
Organisme utama yang termasuk dalam kingdom Monera adalah eubacteria dan archaebacteria. Eubacteria diklasifikasikan lagi menjadi beberapa macam, salah satunya alga biru (Cyanobacteria). Lantas, apa perbedaan bakteri dan alga biru?
Apa Itu Bakteri?
Sebelum mengamati perbedaan bakteri dan alga biru, alangkah baiknya pahami dulu apa pengertian dari masing-masing organisme tersebut. Eubacteria atau bakteri adalah organisme bersel tunggal yang hidup bebas di mana-mana.
Ukuran bakteri sangat kecil, sehingga perlu bantuan mikroskop untuk melihatnya. Bentuknya bervariasi, ada yang berbentuk batang atau basil, bulat atau cocci, dan spiral atau spirila.
Struktur tubuh bakteri terdiri dari tiga komponen, yaitu dinding sel, membran plasma, dan sitoplasma. Dinding selnya mengandung material yang disebut peptidoglikan.
Sebagian besar bakteri melakukan reproduksi aseksual melalui proses pembelahan sederhana yang disebut pembelahan biner. Proses ini mampu mereproduksi salinan genetik dari sel induk secara tepat.
Bakteri juga dapat bereproduksi dengan cara konjugasi. Melalui proses ini, bakteri dapat memproduksi kombinasi genetik baru dan menghasilkan bakteri dengan sifat baru.
Baca juga: Pengertian dan Ciri-ciri Klasifikasi Monera dalam Pelajaran Biologi
Ciri-Ciri Bakteri
Mengutip buku Biologi SMA/MA Kls X (Diknas) oleh Gunawan Susilowarno, dkk., bakteri dapat dikenali dengan ciri-ciri berikut:
Uniseluler, prokariotik (tidak mempunyai membran inti/membran.
Ukurannya sangat kecil dengan lebar 0,5-1,0 milimikron dan panjang 1,0-6,0 miliikron. Namun, ada pula bakteri yang berukuran 100 mikron.
Hidupnya ada yang soliter (sendiri-sendiri), koloni (berkelompok), serta ada pula yang bersimbiosis, parasit, dan saprofitik.
Berkembang biak secara vegetatif dengan pembelahan biner dan generatif (paraseksual) dengan konjugasi, transformasi, dan transduksi.
Hidupnya kosmopolit, artinya dapat hidup dan ditemukan di mana saja.
Apa Itu Alga Biru?
Alga biru atau ganggang biru/ganggang hijau biru (Cyanobacteria) adalah ganggang yang paling sederhana. Berbeda dengan bakteri umumnya yang bersifat uniseluler (bersel tunggal), Cyanobacteria ada yang bersel banyak (multiseluler) dan ada pula yang hidup berkoloni.
Organisme ini hidup di berbagai habitat, mulai dari air tawar, air laut, tempat yang lembap, batu-batuan yang basah, hingga menempel pada tumbuhan dan hewan. Beberapa alga biru bahkan dapat hidup di sumber air panas dengan suhu mencapai 85 derajat celsius.
Seperti yang dijelaskan, alga biru dapat diklasifikasikan sebagai kelompok bakteri. Mengapa ganggang biru termasuk bakteri? Jawabannya karena struktur selnya sama dengan struktur sel bakteri, yaitu bersifat prokariotik.
Ciri-Ciri Ganggang Biru
Ada beberapa ciri-ciri ganggang biru yang membedakannya dengan bakteri, yaitu:
Organisme prokariotik, mikroskopis yang sudah dapat berfotosintesis.
Sel tubuhnya ada yang bersel tunggal, berkoloni, dan bersel banyak yang membentuk benang halus (filamen).
Memiliki lapisan lendir (gelatin).
Dinding sel terdiri atas selulosa.
Memiliki empat macam pigmen, yaitu klorofil (pigmen hijau), karotin (pigmen oranye), fikosianin (pigmen biru/dominan), dan fikoeritrin (pigmen merah).
Baca juga: Perbedaan Archaebacteria dan Eubacteria Berdasarkan Karakteristiknya
Perbedaan Bakteri dan Alga Biru
Secara garis besar, ada beberapa hal yang membedakan bakteri dan alga biru. Berikut penjelasannya:
1. Habitat
Mengutip buku Biologi 1 SMA dan MA untuk Kelas X tulisan Diah Aryulina, dkk., bakteri dapat hidup di berbagai habitat, seperti tanah, air, dan udara. Bahkan, ada bakteri yang berhabitat di sisa makhluk hidup dan dalam tubuh organisme lain.
Namun, umumnya bakteri hidup pada lingkungan yang lembap atau agak basah dengan temperatur 25-37 derajat Celsius. Lingkungan ini merupakan kondisi optimal bagi bakteri untuk berkembang biak dengan cepat.
Berbeda dengan bakteri, alga biru lebih banyak hidup di perairan. Sebagaimana telah disebutkan, alga biru banyak ditemukan di air tawar, air laut, tempat yang lembap dan batu-batuan yang basah.
2. Kemampuan Membuat Makanan Sendiri
Ini merupakan perbedaan utama antara bakteri dan ganggang hijau biru alias alga biru. Sebagai organisme heterotrof, bakteri umumnya tidak berklorofil, sehingga tidak dapat berfotosintesis. Karena itu, bakteri memperoleh makanan dari lingkungannya dan organisme lain.
Sebaliknya, alga biru merupakan organisme autotrof sehingga bisa menghasilkan makanan sendiri melalui proses fotosintesis dengan cara mengubah senyawa anorganik menjadi senyawa organik. Hal ini karena alga memiliki pigmen klorofil a, b, b-karoten, fikosianin, santofil, fukosantin, karetenoid, dan fikoeritrin.
Baca juga: Perbedaan Gram Positif dan Gram Negatif Bakteri dalam Ilmu Biologi
(ADS)
