Konten dari Pengguna

Perbedaan Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan Ekonomi, dari Ciri hingga Teorinya

Perbedaan Kata

Perbedaan Kata

Membahas perbedaan kata secara mendalam.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Perbedaan Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. Foto: Pixabay

Perbedaan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan ekonomi bisa dilihat dari bentuk perubahannya. Pembangunan ekonomi lebih menekankan pada perubahan kualitatif, sedangkan pertumbuhan ekonomi perubahan kuantitatif.

Keduanya dibutuhkan dalam kelangsungan ekonomi masyarakat. Melalui regulasi yang tepat, pertumbuhan dan pembangunan ekonomi dapat meminimalisasi munculnya berbagai persoalan di suatu negara seperti isu kemiskinan dan pengangguran.

Mengutip buku Membina Kompetensi Ekonomi untuk Kelas XI susunan Eeng Ahman, dkk., untuk menjaga kesinambungan perekonomian, Bappenas membuat RKP (Rencana Kerja Pemerintah) yang dijabarkan RPJP (Rencana Pembangunan Jangka Menengah). Rancangan tersebut dibuat untuk menggantikan REPELITA yang diluncurkan pada masa pemerintahan Orde Baru.

Baik pertumbuhan dan pembangunan ekonomi sama-sama berperan penting dalam kelangsungan pemerintahan. Untuk mengetahui perbedaan di antara keduanya, simak informasi lengkapnya berikut ini.

Perbedaan Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan Ekonomi

Ilustrasi siklus ekonomi. Foto: Shutter Stock

Pertumbuhan dan pembangunan ekonomi selalu dihubungkan dengan inflasi, pengangguran, kesempatan kerja, hasil produksi, dan penanaman modal. Semua aspek tersebut berkaitan satu sama lain, sehingga dapat memengaruhi ekonomi secara global.

Harus dibedakan antara pertumbuhan ekonomi (economic growth) dan pembangunan ekonomi (economic development). Para ahli mengklasifikasikannya berdasarkan pengertian, jenis kegiatan, dan dampaknya bagi perekonomian.

Selain pengertiannya, ada juga sejumlah faktor yang dapat membedakan pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Berikut uraiannya yang bisa Anda simak.

1. Pertumbuhan Ekonomi

  • Ditandai dengan kenaikan GNP (Gross National Producy) tidak disertai dengan perubahan struktur ekonomi.

  • Tidak memerhatikan tingkat pemerataan dan kesejahteraan masyarakat.

  • Kenaikan jumlah hasil produksi berupa barang dan jasa.

  • Memerhatikan persentase kenaikan GNP lebih besar atau lebih kecil dibandingkan persentase kenaikan jumlah penduduk.

  • Kenaikan GNP dari tahun ke tahun tidak disertai dengan perubahan struktur ekonomi dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

2. Pembangunan Ekonomi

  • Kenaikan GNP disertai perubahan struktur ekonomi.

  • Memerhatikan pemerataan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

  • Peningkatan kualitas hasil produksi.

  • Kenaikan persentase jumlah GNP lebih besar dibandingkan persentase kenaikan jumlah penduduk.

  • Peningkatan GNP dari tahun ke tahun disertai perubahan struktur ekonomi dari tradisional menjadi modern, serta ditandai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Di samping perbedaannya, ternyata ada persamaan antara pertumbuhan ekonomi dan pembangunan ekonomi. Keduanya sama-sama menekankan pada kenaikan PDB dan pendapatan per kapita.

Baca juga: 5 Tahap Pertumbuhan Ekonomi Menurut Walt Whitman Rostow

Ciri-Ciri Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan Ekonomi

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi Foto: ANTARA FOTO/ Dhemas Reviyanto

Para ahli telah mengemukakan ciri-ciri pertumbuhan ekonomi dan pembangunan ekonomi. Dirangkum dari buku Indeks Pembangunan Manusia dengan Pertumbuhan Ekonomi karya Dr. Darwin Lie, dkk., berikut penjelasannya:

1. Pertumbuhan Ekonomi

  • Adanya laju pertumbuhan penduduk dan produk per kapita yang sangat cepat.

  • Perkembangan produktivitas masyarakat.

  • Pertumbuhan tingkat struktural yang melesat.

  • Tingkat urbanisasi yang tinggi.

  • Adanya ekspansi pada negara maju.

  • Terjadi arus barang, modal, dan manusia di berbagai negara.

2. Pembangunan Ekonomi

  • Kenaikan pendapatan per kapita.

  • Pengendalian jumlah penduduk.

  • Penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam prosesnya.

  • Indeks kualitas hidup dijadikan sebagai indikator keberhasilannya.

  • Terdapat perubahan struktur seperti peralihan dari kegiatan pertanian menuju kegiatan non-pertanian dan lainnya.

Teori Pembangunan Ekonomi

Ilustrasi ekonomi meningkat. Foto: Getty Images

Ada beberapa teori pembangunan ekonomi yang dikemukakan oleh para ahli. Dirangkum dari jurnal Teori Pembangunan Ekonomi susunan Nelly Lestari, dkk., berikut penjelasannya:

1. Teori Lewis

Teori Arthus Lewis membahas proses pembangunan ekonomi yang terjadi di daerah pedesaan dan daerah perkotaan (urban). Dalam teorinya, Lewis mengasumsikan bahwa perekonomian suatu negara pada dasarnya terbagi menjadi dua, yaitu:

  • Perekonomian tradisional di pedesaan yang didominasi oleh sektor pertanian.

  • Perekonomian modern di perkotaan dengan industri sebagai sektor utama.

2. Teori Rostow

Menurut pengklasifikasian Todaro, teori Rostow ini dikelompokkan ke dalam model jenjang linear (linear istages mode). Menurut Rostow, proses pembangunan ekonomi bisa dibedakan ke dalam 5 tahap, yakni:

  • Masyarakat tradisional (the traditional society)

  • Prasyarat untuk tinggal landas (the preconditions for take-off)

  • Tinggal landas (the take-off)

  • Menuju ke kedewasaan (the drive to maturity)

  • Masa konsumsi tinggi (the age of high mass-consumption)

3. Big Push Theory

Secara umum, teori ini dicetuskan pertama kali oleh Paul Narcyz Rosenstein-Rodan. Big Push Model muncul karena dilatarbelakangi dengan adanya rencana dan program investasi skala besar untuk mempercepat industrialisasi negara-negara di Eropa Timur dan Tenggara.

Baca juga: Pengertian Pertumbuhan Ekonomi, Ciri-ciri, dan Teorinya

(MSD)