Konten dari Pengguna

Perbedaan Satire dan Sarkas beserta Contoh Kalimatnya

Perbedaan Kata

Perbedaan Kata

Membahas perbedaan kata secara mendalam.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Perbedaan Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi melontarkan sarkasme. Foto: Rachata Teyparsit/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi melontarkan sarkasme. Foto: Rachata Teyparsit/Shutterstock

Dalam dunia sastra, satire dan sarkas adalah jenis gaya bahasa atau majas sindiran. Meski secara garis besar tujuannya sama, ada beberapa perbedaan satire dan sarkas yang cukup mendasar.

Majas sindiran sendiri merupakan gaya bahasa yang mengungkap sindiran terhadap seseorang atau sesuatu. Hal ini dibahas dalam buku Ultralengkap Peribahasa Indonesia, Majas, Plus Pantun, Puisi, dan Kata Baku Bahasa Indonesia oleh Nur Indah Solikhati.

Majas sindiran bertujuan untuk mengungkap maksud atau gagasan dengan cara menyindir guna menegaskan makna kata terhadap pendengar. Majas sindiran terbagi menjadi lima jenis, dua di antaranya yaitu satire dan sarkas.

Lalu, apa perbedaan satire dan sarkas? Berikut penjelasan selengkapnya.

Apa Itu Satire?

Ilustrasi melontarkan satire. Foto: Shutter Stock

Satire adalah sindiran yang biasanya ditunjukkan dengan menertawakan, mengejek, atau menolak sesuatu. Mengutip buku Mengenal Gaya Bahasa dan Peribahasa tulisan Arni Susanti Oktavia, satire mengandung kritik tentang suatu kelemahan atau kesalahan. Tujuannya agar kesalahan tersebut dapat diperbaiki secara etis maupun estetis.

Secara bahasa, satire menggabungkan ungkapan sarkasme, ironi, atau parodi untuk mengancam atau menertawakan gagasan, kebiasaan, dan lain-lain. Sindiran ini bisa dikemukakan dalam konteks apa pun sesuai suasana hati, bisa dalam nada ramah, pahit, bahkan dalam nada menusuk dan memilukan.

Zaman dulu, gaya bahasa satire kerap ditemukan dalam percakapan langsung antarindividu atau melalui media pertunjukan, seperti wayang, ludruk, dan ketoprak. Dalam seni pementasan tersebut, satire biasanya dikemas dalam bentuk lawakan dan guyonan.

Saat ini, satire lebih sering diungkapkan dalam bentuk humor untuk mengungkapkan kesalahan langkah politik atau ketidakmampuan seseorang dalam melakukan sesuatu. Ada kalanya satire juga diucapkan dengan tujuan menginspirasi terjadinya perubahan.

Baca juga: Mengenal 4 Jenis-jenis Majas dan Contohnya

Apa yang Dimaksud Sarkasme?

Ilustrasi melontarkan sarkasme. Foto: Shutter Stock

Sarkas diambil dari istilah sarkasme, yang didefinisikan Kamus Besar Bahasa Indonesia sebagai penggunaan kata-kata pedas untuk menyakiti hati orang lain, cemoohan atau ejekan kasar. Ucapan sarkas bertujuan untuk menyindir, mengejek, atau mengolok-olok orang lain dengan kalimat yang menyakitkan hat dan kurang enak didengar.

Dalam bahasa Indonesia, sarkas adalah kelas tertinggi dari jenis majas sindiran. Karenanya, kebanyakan orang lebih sering menggunakan gaya bahasa ini ketika sedang marah besar.

Orang yang sarkasme biasanya disebut dengan sarkastik. Mereka menggunakan sarkasme sebagai cara untuk mengkritik sesuatu tanpa benar-benar menyatakannya.

Perbedaan Satire dan Sarkas

Ilustrasi melontarkan satire. Foto: Unsplash

Dalam kehidupan sehari-hari, satire dan sarkas sama-sama sering digunakan untuk menyindir seseorang. Bedanya satire dan sarkas terlihat jelas dari tujuan dan cara penyampaiannya.

Satire disampaikan secara langsung kepada orang yang bersangkutan menggunakan ungkapan-ungkapan bermajas sarkasme dan ironi untuk menguatkan makna.

Kalimatnya cenderung tidak mengandung ungkapan kasar, tapi cukup membuat lawan bicara tersinggung dan menyadari bahwa ia harus memperbaiki sifat atau sikapnya yang jadi bahan sindiran tersebut.

Sebaliknya, ungkapan sarkasme disampaikan menggunakan konotasi yang blak-blakan. Sindirannya dilontarkan secara langsung dan gamblang dengan kata-kata yang kasar dan membuat si lawan bicara merasa tersinggung atau sakit hati.

Selain satire dan sarkas, majas sindiran juga terdiri dari ironi, sinisme, dan innuendo. Ironi adalah sindiran halus yang diungkapkan lewat kata-kata yang bertentangan dengan makna sesungguhnya.

Sementara, sinisme merupakan sindiran yang umumnya digunakan untuk mengkritik atau menyindir seseorang secara terang-terangan dan kasar. Lain lagi dengan innuendo yang digunakan sebagai sindiran dengan cara mengecilkan suatu fakta.

Baca juga: Pengertian dan Contoh Majas Sinisme dalam Kalimat

Contoh Satire dan Sarkas

Ilustrasi sarkasme. Foto: Unsplash

Agar lebih mudah memahami perbedaan satire dan sarkas, simak contoh penggunaannya dalam kalimat berikut ini.

Contoh Satire

  • Percuma aku punya adik bertubuh besar, bahkan untuk mengangkat pot bunga ini saja kau tak bisa diharapkan.

  • Mata kamu buta? Barang sebesar ini saja kamu tidak bisa melihatnya. Mungkin kamu harus memakai kacamata atau kaca pembesar.

  • Apa kamu tidak punya baju yang lain? Tiap kali kita pergi kau mengenakan pakaian yang sama.

  • Kamu menghilang ke dalam mobil mewahmu, sementara aku kembali mendorong gerobakku untuk menyapu jalan dan memunguti sampah.

  • Sudah dikasih waktu dua hari untuk memikirkannya matang-matang, ini saja ide yang bisa kamu berikan?

  • Kalau tidak becus jadi pemimpin, mundur saja. Yang namanya pemimpin itu bukanlah pemalas dan pengecut.

Contoh Sarkas

  • Putih benar wajahmu, sampai bisa disendoki bedaknya.

  • Kamu itu cuma sampah masyarakat tahu!

  • Orang yang punya IQ rendah sepertimu tidak akan pernah bisa lulus dari ujian nasional.

  • Kamu tidak bisa mengerjakan soal semudah ini? Dasar otak udang isi kepalamu!

  • Dasar gajah, tak lihat kah kamu aku berdiri di depanmu?

  • Dasar buaya! Seenaknya saja kau memperlakukanmu.

  • Buang saja foto lamamu yang jelek itu, aku muak melihatnya.

  • Gajah bengkak tidak seharusnya ada di sini.

Baca juga: 17 Contoh Majas Ironi dalam Kalimat

(ADS)

Frequently Asked Question Section

Apakah satir sama dengan sarkas?
chevron-down

Meski secara garis besar tujuannya sama, ada beberapa perbedaan satire dan sarkas yang cukup mendasar.

Apa saja yang termasuk majas sindiran?
chevron-down

Selain satire dan sarkas, majas sindiran juga terdiri dari ironi, sinisme, dan innuendo.

Sindiran halus disebut apa?
chevron-down

Dalam bahasa Indonesia, sindiran halus disebut juga dengan majas ironi.