Mengenal 4 Jenis-jenis Majas dan Contohnya

Ragam Info
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jenis-jenis majas dalam bahasa Indonesia sudah pernah dipelajari ketika duduk di bangku sekolah. Dalam bahasa Indonesia majas sering diartikan sebagai cara menggambarkan sesuatu dengan jalan menyamakan dengan sesuatu yang lain.
Majas juga dimaknai sebagai gaya bahasa yang menunjukkan kiasan dengan tujuan mempercantik susunan kalimat sehingga menimbulkan kesan untuk lawan bicara maupun pembacanya.
Jenis-jenis Majas
Majas seringkali ditemukan pada karya sastra seperti puisi, cerpen, pantun dan novel. Berdasarkan jenis-jenis majas dibagi menjadi empat yaitu majas perbandingan, majas sindiran, majas penegasan dan majas pertentangan.
Mengutip dari buku Sukses Ujian Nasional Bahasa Indonesia SMP 2009 oleh Rika Lestari (2008:22), berikut ini jenis-jenis majas yang perlu diketahui.
1. Majas Perbandingan
Jenis majas ini adalah majas yang menyatakan perbandingan. Berikut ini majas perbandingan yang perlu diketahui.
Majas personifikasi
Majas personifikasi adalah majas yang melukiskan suatu benda mati dengan memberikan sifat-sifat manusia kepada benda tersebut sehingga seolah-olah benda menjadi hidup.
Contoh: Pensil itu menari-nari di atas meja.
Majas metafora
Majas metafora adalah majas yang digunakan untuk melukiskan sesuatu dengan perbandingan langsung dan tepat atas dasar sifat yang sama ataupun hampir sama.
Contoh: Raja hutan telah siap untuk menerkam mangsa.
Majas hiperbola
Majas hiperbola adalah majas yang digunakan untuk melukiskan sesuatu sebagai pengganti peristiwa atau tindakan sesungguhnya dengan kata-kata yang lebih hebat pengertiannya.
Contoh: Harga beras melambung tinggi.
Majas litotes
Majas litotes adalah majas yang digunakan untuk melukiskan keadaan dengan kata-kata yang berlawanan artinya dengan kenyataan yang sebenarnya guna merendahkan diri.
Contoh: Sudilah Anda mampir ke gubuk kami.
Majas asosiasi
Majas asosiasi adalah majas yang digunakan untuk membandingkan sesuatu dengan keadaan lain karena persamaan sifat.
Contoh: Wajah mereka bagai pinang dibelah dua.
Majas metonimia
Majas metonimia adalah majas yang menggunakan merek dagang atau nama barang untuk melukiskan sesuatu yang dipergunakan sehingga kata itu akan bersosiasi pada benda secara keseluruhan.
Contoh: Ayah pergi ke China menggunakan Garuda
Majas eufimisme
Majas eufimisme adalah majas yang digunakan untuk melukiskan sesuatu dengan kata-kata lembut namun lebih sopan.
Contoh: Tuna rungu itu berjalan secara beriringan
Majas sinekdokhe
Majas sinekdokhe adalah majas yang terdiri dari pars pro toto dan totem pro parte.
2. Majas Sindiran
Jenis majas ini adalah majas yang menyatakan sindiran. Berikut ini majas perbandingan yang perlu diketahui.
Majas ironi
Majas ironi adalah jenis majas sindiran yang menyatakan sebaliknya dari apa yang sebenarnya dengan maksud untuk menyindir seseorang.
Contoh: Indah rapor kamu penuh dengan warna merah.
Majas sinisme
Majas sinisme adalah jenis majas sindiran yang menggunakan kata-kata seperti ironi namun cenderung lebih kasar.
Contoh: Muak aku harus melihatmu lagi.
Majas sarkasme
Majas sarkasme adalah jenis majas sindiran yang sangat kasar dan menyakitkan.
Contoh: Dasar buaya darat! Kamu seenaknya sendiri memperlakukanku.
3. Majas penegasan
Jenis majas ini adalah majas yang menyatakan penegasan. Berikut ini majas perbandingan yang perlu diketahui.
Majas pleonasme
Majas pleonasme adalah jenis majas penegasan yang menggunakan sepatah kata yang tidak perlu untuk dikatakan lagi.
Contoh: Anjing itu naik ke atas kursi.
Majas repetisi
Majas repetisi adalah jenis majas penegasan yang melukiskan sesuatu dengan mengulang kata atau beberapa kata berulang-ulang kali.
Contoh: Cinta adalah misteri. Cinta adalah kesaktian. Cinta adalah kasih sayang.
Majas pararelisme
Majas pararelisme adalah jenis majas penegasan yang mirip seperti majas repetisi tetapi lebih banyak dipakai dalam puisi. Majas pararelisme terbagi menjadi dua yaitu anafora dan epifora.
Majas klimaks
Majas klimaks adalah salah satu majas penegasan yang menyatakan beberapa hal secara berturut-turut dengan menggunakan urutan kata yang makin lama makin memuncak pengertiannya.
Contoh: Psikologi perkembangan biasanya mempelajari usia prenatal, batita, balita, kanak-kanak, remaja, dewasa hingga lanjut usia.
Majas anti klimaks
Majas anti klimaks adalah salah satu jenis majas penegasan yang menyatakan beberapa hal berturut-turut dengan menggunakan urutan kata yang makin lama bertambah lemah pengertiannya.
Contoh: Jangankan 1000 atau 100 rupiah pun aku tidak punya.
4. Majas Pertentangan
Jenis majas ini adalah majas yang menyatakan pertentangan. Berikut ini majas pertentangan yang perlu diketahui.
Majas antitesis
Majas antitesis adalah majas pertentangan yang melukiskan sesuatu dengan menggunakan kepaduan kata dengan berlawanan arti.
Contoh: Cantik, kaya ataupun miskin bukanlah ukuran menilai seseorang perempuan.
Majas paradoks
Majas paradoks adalah majas pertentangan yang melukiskan sesuatu seolah-olah bertentangan, padahal maksud yang disampaikan tidak karena objeknya berlainan.
Contoh: Hatinya sepi karena tinggal di Kota Semarang yang sangat ramai.
Majas okupasi
Majas okupasi adalah jenis majas pertentangan yang melukiskan sesuatu dengan bantahan namun kemudian terdapat penjelasan atau diakhiri kesimpulan.
Contoh: Merokok dapat merusak kesehatan, namun si perokok dapat menghentikan kebiasaan sehingga pabrik rokok terus bermunculan karena untung banyak.
Baca juga: Jenis-jenis Gerhana Matahari dan Perbedaannya
Mempelajari jenis-jenis majas di atas bisa membantu memahami pelajaran maupun dalam penulisan. Semoga informasi yang telah disampaikan di atas dapat bermanfaat.(NTA)
