Konten dari Pengguna

Harmoni Masa Lalu R. Soetedja Melebur di Panggung Modern

Fillar

Fillar

Alumni Universitas Amikom Purwokerto

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Fillar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

sumber : dokumen pribadi
zoom-in-whitePerbesar
sumber : dokumen pribadi

Cerahnya langit Purwokerto pada 8 & 9 November 2024 menjadi pertanda bahwa alam semesta seolah turut merayakan gelaran Soetedja Festival. Hingga datangnya malam yang dibunuh oleh sejuknya rintik hujan menjadi penawar suhu untuk siang yang cerah. Sorotan lampu remang menerangi panggung diiringi gesekan biola yang bersetubuh dengan gamelan Banyumasan mengalun lembut di Taman Budaya Soetedja. Menampilkan bincang inspiratif yang mengisahkan kehidupan R. Soetedja, komponis legendaris asal Banyumas. Di tengah tepuk tangan meriah penonton, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Amikom Purwokerto tersenyum bangga. Inilah hasil jerih payah mereka Festival Taman Budaya Soetedja 2024.

Digelar selama dua hari, Soetedja Fest menjadi ajang merayakan seni sekaligus memperkenalkan sosok R. Soetedja yang namanya telah melekat erat pada identitas budaya Banyumas. Melalui pementasan seni tradisional, pameran arsip, dan diskusi budaya. Pengunjung diajak menyelami perjalanan hidup sang komponis yang penuh inspirasi, dari kisah masa kecilnya hingga karya besar yang masih dikenang. Soetedja Fest merepresentasikan bahwa R. Soetedja sebagai lebih dari sekadar nama tetapi sebagai warisan budaya yang layak dikenang dan dirayakan.

Mahasiswa yang tergabung dalam tim produksi berhasil menyuguhkan acara yang tidak hanya memikat secara artistik tetapi juga edukatif.

"Kami ingin masyarakat tahu bahwa R. Soetedja adalah kebanggaan Banyumas, dan karyanya tidak hanya penting secara lokal, tetapi juga nasional," ujar Resi, salah satu panitia.

Alunan irama keroncong karya R. Soetedja yang menggema di Gedung Kesenian Soetedja membungkus acara malam minggu secara elegan. Para pengunjung berjalan meninggalkan Gedung Kesenian Soetedja dengan hati yang hangat serta membawa cerita tentang sosok R. Soetedja dan apresiasi mendalam terhadap kekayaan budaya lokal Banyumasan.

Soetedja Festival 2024 membuktikan bahwa sejarah dan seni bisa berpadu dengan harmoni untuk menghidupkan kembali warisan yang nyaris terlupakan. Dengan semangat anak muda sebagai penggeraknya, sosok R. Soetedja kini kembali berdiri kokoh di tengah panggung budaya, menginspirasi generasi baru untuk terus menjaga nyala api kreativitas dan tradisi.