Konten dari Pengguna

Sosialisasi Re-Branding dan Digitalisasi UMKM Desa Sukatani oleh Mahasiswa Unida

pkmdesasukatani

pkmdesasukatani

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Desa Sukatani, merupakan bentuk kontribusi nyata mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pakuan dalam memberdayakan potensi lokal, khususnya di sektor UMKM

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari pkmdesasukatani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sosialisasi Re-Branding dan Digitalisasi UMKM Desa Sukatani oleh Mahasiswa Unida
zoom-in-whitePerbesar
Sosialisasi Re-Branding dan Digitalisasi UMKM Desa Sukatani oleh Mahasiswa Unida (1)
zoom-in-whitePerbesar
Sosialisasi Re-Branding dan Digitalisasi UMKM Desa Sukatani oleh Mahasiswa Unida (2)
zoom-in-whitePerbesar

Sukatani, 5 Agustus 2025 — Dalam rangka mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di era digital, Mahasiswa Universitas Djuanda Bogor dari Kelompok 10 Program Kuliah Pengabdian Masyarakat (PKM) menggelar sosialisasi bertajuk "Pemberdayaan, Penerapan Re-Branding, dan Digitalisasi UMKM Desa Sukatani" yang berlangsung pada Selasa, 5 Agustus 2025 di Aula Desa Sukatani, Kabupaten Bogor.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat desa, termasuk Karang Taruna Desa Sukatani, FK-Panhil, Kepala Desa Sukatani, serta pelaku UMKM lokal. Acara ini bertujuan untuk memberikan pemahaman serta pendampingan langsung kepada pelaku usaha dalam meningkatkan daya saing produk mereka melalui penerapan branding ulang (re-branding) dan digitalisasi.

Sosialisasi ini menghadirkan sdr Fajar Fadilah sebagai narasumber utama yang menyampaikan teori dan wawasan seputar strategi branding dan pemanfaatan teknologi digital. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya identitas visual produk, konsistensi merek, serta kehadiran usaha di platform digital sebagai upaya memperluas jangkauan pasar.

Adapun sesi pendampingan teknis mencakup tutorial penggunaan WhatsApp Business secara efektif untuk komunikasi dan katalog produk, panduan membangun identitas merek (branding) yang kuat, serta langkah-langkah penentuan lokasi usaha di Google Maps guna mempermudah konsumen dalam menemukan tempat usaha secara daring.

“Kami melihat antusiasme tinggi dari para pelaku UMKM. Banyak dari mereka yang sebelumnya belum tahu bahwa kehadiran digital dapat meningkatkan penjualan dan eksistensi usaha mereka,” ujar salah satu panitia PKM, mewakili Kelompok 10 Universitas Djuanda.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kemandirian UMKM Desa Sukatani yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan pasar modern. Kolaborasi antara mahasiswa, perangkat desa, dan pelaku UMKM menjadi wujud nyata sinergi untuk kemajuan ekonomi lokal berbasis digital.