Konten Media Partner

3 Hukum Storytelling dari Christopher Nolan

3 Agustus 2020 9:15 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
The Prestige (Foto: IMDb)
zoom-in-whitePerbesar
The Prestige (Foto: IMDb)
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Play Stop Rewatch, Jakarta - Christopher Nolan, salah satu sutradara yang dikenal lewat karya-karyanya yang inovatif seperti The Prestige, Memento, Interstellar, Inception, The Dark Knight, dan Dunkirk.
ADVERTISEMENT
Lahir di London, 30 Juli 1970, Nolan sudah bermain di dunia filmmaking sejak usia 7 tahun, yang mana kemudian dijalani secara serius usai mengakhiri studi literaturnya di University of College London.
Sutradara yang suka dengan konsep plot twist dan efek praktikal ini menggeberak lewat film Memento yang diceritakan dengan alur maju dan mundur untuk menggambarkan pola pikir orang yang tidak mampu membuat memori baru.
Selain itu, ia juga dikenal dengan membawa konsep waktu ke dalam filmnya, di mana ia berpendapat kalau itu memberi dimensi pada film. Ia juga menyukai teknik narasi yang kompleks dan penuh kejutan.
Christopher Nolan punya 3 hukum storytelling dalam setiap pembuatan filmnya, yang mana juga menjadi fondasi cerita dari film The Prestige.
ADVERTISEMENT
The Pledge, semua film Nolan berangkat dari sesuati yang normal dan familiar. Bisa dimulai dari karakter yang tidak umum hingga genre yang kita sudah tahu. Sebagai contoh, Inception adalah film bergenre Heist, The Dark Knight adalah film superhero, dan Dunkirk adalah film drama perang. Akan tetapi, Nolan merasa hal yang umum seperti itu bisa punya potensi tersembunyi untuk mengejutkan penonton.
The Turn, Nolan menggunakan hal yang umum tersebut untuk membuat sesuatu yang luar biasa. Sebuah cerita pencurian di Inception dikembangkan menjadi eksplorasi alam bawah sadar. Drama perang Dunkirk menjadi eksplorasi interpretasi waktu di kala perang. Segala teknik ia gunakan mulai dari plot twist, kronologi non-linear, karakter dengan moral yang ambigu, sampai efek praktikal.
ADVERTISEMENT
The Prestige, Nolan ingin mengakhiri filmnya dengan megah. Ia selalu menyimpan satu kejutan, sebuah encore di akhir film sebagai penghormatan terhadap penontonnya. Inception diakhiri dengan open ending atau The Dark Knight diakhiri dengan Batman mengambil tanggung jawab atas kematian Harvey Dent.