4 Sutradara Yang Menyutradarai Film Trilogi
Play Stop Rewatch, Jakarta - Keputusan Marvel untuk mengembalikan posisi sutradara film Guardian of The Galaxy Vol. 3 kepada James Gunn disambut baik oleh para fans. James Gunn dipecat oleh Marvel akibat tweet masa lalunya yang berakibat diundurnya jadwal rilis film ketiga dari Guardian of The Galaxy karena kosongnya posisi sutradara.
Namun, kali ini James Gunn telah kembali, sekaligus menjadikan ia sutradara pertama yang men-direct sekuel trilogi flim Marvel Chinematic Universe (MCU). Selain Gunn, masih ada beberapa nama sutradara yang men-direct trilogi film diluar Marvel Cinematic Universe (MCU). Berikut ini adalah nama – nama sutradara berikut:
1. M. Night Shyamalan (Unbreakable, Split, Glass)
Pria yang juga seorang produser kelahiran India ini merupakan sutradara dari sekuel trilogi film Unbreakable (2000), Split (2016), dan Glass (2019). Dari ketiga film tersebut, Split mendapatkan rating terbaik dari situs Rotten Tomatoes dengan 76% dari 269 reviews diikuti oleh Unbreakable dengan 69% dari 163 reviews dan di urutan terakhir ada Glass dengan 36% dari 319 reviews. Bersama Unbreakable, Shymalan berhasil mendapatakan penghargaan untuk nominasi Best Horror/Thriller di ajang Golden Trailer Award (2001) dan berhasil menjadikan James McAvoy sebagai Best Actor dan Villain of The Year di film Split pada ajang San Diego Film Critics Society dan Seattle Film Critics Society di tahun 2017, serta berhasil membawa Glass ke peringkat 1 Box Office dengan pendapatan $40,6 juta atau sekitar Rp 577 miliar.
2. Peter Jackson (The Lord of The Rings dan The Hobbit)
Seorang sutradara, penulis, dan juga produser dari dua sekuel trilogi film terkenal yaitu The Lord of The Rings dan The Hobbit. Peter memulai proyek trilogi The Lord of The Rings pada tahun 2001 dengan judul The Lord of The Rings: The Fellowship of The Ring, lalu di tahun 2002 dengan judul The Lord of The Rings: The Two Towers, dan ditutup pada tahun 2003 dengan judul The Lord of The Rings: The Return of The King.
Sedangkan untuk proyek The Hobbit dimulai di tahun 2012 dengan judul An Unexpected Journey, di tahun 2013 dengan judul The Desolation of Smaug, dan ditutup pada tahun 2014 dengan judul The Battle of The Fives Armies. Bersama trilogi The Lord of The Rings, Jackson berhasil sejumlah penghargaan seperti visual effects untuk film The Fellowship of The Ring dan The Two Towers pada ajang Academy Awards.
Dan puncaknya pada film The Lord of The Ring: The Return of The King berhasil meraih 11 penghargaan dari 11 nominasi pada ajang Academy Awards, seperti Best Picture, Best Director, Best Adapted Screenplay, Best Original Score, Best Original Song, Best Visual Effects, Best Art Direction, Best Costume Design, Best Make-up, Best Sound Mixing, dan Best Film Editing. Sekaligus menjadikan The Lord of The Ring: The Return of The King menjadi film pertama dengan genre fantasi yang berhasil meraih penghargaan Best Picture di Academy Awards.
3. Gore Verbinski (The Pirates of The Carribean)
Selain dikenal sebagai seorang sutradara dari sekuel trilogi film The Pirates of The Carribean, ia juga dikenal sebagai seorang musisi dan juga seorang penulis skenario. Memulai proyek The Pirates of The Carribean di tahun 2003 dengan judul The Curse of The Black Pearl, Gore Verbinski baru melanjutkan sekuel keduanya 3 tahun berselang tepatnya pada tahun 2006 dengan judul Pirates of The Carribean: Dead Man’s Chest dan menutupnya setahun kemudian dengan judul Pirates of The Carribean: At World’s End.
Bersama trilogi The Pirates of The Carribean, Gore Verbinski berhasil memenangkan sejumlah penghargaan seperti memenangkan Vest Visual Effects pada ajang Oscar dan British Academy Film Awards untuk film Pirates of The Carribean: Dead Man’s Chest di tahun 2006, dan memenangkan Best Make-up and Hair pada ajang British Academy Film Awards ke-57 untuk film Pirates of The Carribean: The Curse of The Black Pearl di tahun 2003.
4. Robert Zemeckis (Back To The Future)
Seorang sutradara sekaligus penulis skenario untuk trilogi film Back To The Future (1985), Back To The Future Part II (1989), dan Back To The Future Part III (1990). Dari ketiga film tersebut sukses meraih keuntungan ratusan juta dollar seperti pada film Back To The Future yang mendapatkan keuntungan terbanyak dengan $389,1 juta (sekitar Rp 5,5 triliun), disusul pada film Back To The Future Part II dengan $332 juta (sekitar Rp 4,7 triliun), dan terakhir pada film Back To The Future Part III dengan $244,5 juta (sekitar Rp 3,4 triliun).
Rentetan penghargaan juga diraih oleh Zemeckis bersama trilogi film Back To The Future seperti mendapatkan penghargaan Best Sounds Effects Editing untuk film Back To The Future di ajang Academy Awards pada tahun 1985, mendapatkan penghargaan Best Dramatic Presentation di ajang Hugo Awards pada tahun 1986 dan di Saturn Awards untuk penghargaan Best Science Fiction film pada tahun 1985, meraih penghargaan Best Special Visual Effects untuk film Back To The Future II di ajang British Academy Film pada tahun 1989, dan mendapatkan dua penghargaan untuk kategori Best Music dan Best Supporting Actor di ajang Saturn Awards untuk film Back To The Future III pada tahun 1989.
Penulis: Rafli
