kumparan
16 Apr 2019 7:35 WIB

Buka-bukaan Identitas ala Iron Man

Tony Stark memamerkan senjatanya (Foto: Marvel Studios)
Play Stop Rewatch, Inggris – “Akulah Iron Man,” ucap Tony Stark mantap di hadapan ratusan awak media yang menantikan penjelasannya tentang keberadaan superhero baru bernama Iron Man. Stark, dengan sengaja dan penuh kesadaran, melenceng dari skenario yang disiapkan untuk menutupi identitas asli Iron Man.
ADVERTISEMENT
Awak media jelas terkaget-kaget mendengar pernyataan Stark di penghujung film Iron Man (2008) tersebut. Mereka langsung berdiri dari kursi masing-masing, membombardir Stark dengan pertanyaan lanjutan perihal ‘pekerjaan’ barunya. Stark, dengan wajah semringah, menyambut reaksi tersebut yang belakangan mengubah hidupnya hingga 10 tahun ke depan.
Sebelum Iron Man tayang di layar parak, identitas rahasia kerap dianggap sebagai bagian integral dari seorang superhero. Identitas rahasia menjadi salah satu faktor yang mendefinisikan seseorang pantas untuk disebut superhero atau tidak. Ibarat sayuran tanpa garam, ada yang hambar jika seorang superhero tak memiliki identitas rahasia.
Aksi Tony Stark di penghujung film Iron Man membuat relevansi identitas rahasia superhero menjadi patut dipertanyakan. Terutama, jika memandangnya dengan konteks kehidupan saat ini yang sarat akan pengawasan publik dan jejaring sosial. Mungkinkah identitas sosial tak lagi relevan untuk mendefinisikan identitas superhero sebagaimana Stark menganggap tak ada yang beda antara dirinya dengan Iron Man?
Tony Stark dan James Rhodey (Foto: Marvel Studios)
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, pertama-tama kita harus melihat dulu kenapa konsep identitas rahasia superhero dulu diciptakan. Menurut Alex Hodgson, sebagaimana dikutip dari Geeks, identitas rahasia sudah menjadi bagian superhero sejak penciptaannya. Salah satu alasannya untuk kepentingan narasi.
ADVERTISEMENT
Kisah-kisah superhero terdahulu menonjolkan apa yang disebut sebagai ‘kehidupan ganda’. Para pendongeng kerap menceritakan kisah superhero dari dua perspektif, kehidupan normal dan yang tidak normal.
Kehidupan normal adalah ketika superhero menjalani apa yang kita lakukan pada umumnya yaitu makan, mandi, minum, mencari nafkah, bercinta, dan sebagainya. Sementara itu, kehidupan yang tak normal adalah ketika superhero tersebut mulai memakai kostum, mengenakan topeng, dan menghajar begundal-begundal yang ada di daerah mereka tanpa mengindahkan hukum yang berlaku.
Kedua kehidupan tersebut saling bertolak belakang di mana satu sama lain saling mengancam keberadaan masing-masing. Oleh karenanya, para pendongeng kisah superhero menciptakan konsep identitas rahasia untuk menjadi garis batas. Dengan begitu, satu sama lain tidak saling membunuh dan superhero bisa menjalani keduanya dengan mulus.
Aksi Ironman pada Stark Expo (Foto: Marvel Studios)
Salah satu bentuk manfaatnya adalah identitas rahasia bisa melindungi keberadaan keluarga sang superhero yang merupakan bagian dari kehidupan normal. Dengan identitas rahasia, tak akan ada penjahat yang tahu bahwa superhero yang mereka lawan memiliki keluarga di mana bisa dijadikan sandera.
ADVERTISEMENT
Sebagaimana ilmu pengetahuan pada umumnya, konsep superhero dan identitas rahasia pada akhirnya terus berevolusi mengikuti perkembangan zaman. Dan, saat ini, kita berada di zaman yang menekankan pada budaya ‘berbagi’ dan ‘berpartisipasi’ di mana segala sesuatunya, termasuk kehidupan pribadi, menjadi konsumsi publik yang bisa diakses secara instan baik lewat media sosial, CCTV, atau bentuk pengawasan digital lainnya.
Dengan media-media tersebut berada di segala sudut, tak sulit untuk menganggap identitas rahasia tak lagi relevan. Sebab, di era digital, tak ada jejak yang tak terpantau sehingga membongkar identitas rahasia superhero bukan perkara gampang atau sulit, tetapi perkara waktu saja.
Sederhananya, di era digital, sekuat apapun kita mencoba menyembunyikan jejak identitas rahasia, selalu ada jalan untuk mendapatkannya. Jejak transaksi, pola konsumsi, dan cara berinteraksi di ranah digital bisa menjadi modal awal untuk minimal menebak siapa superhero di antara kita. Dan, perlu diingat, rata-rata penjahat di kisah superhero umumnya sudah memiliki jejaring informasi yang cukup kuat untuk membantu operasi haram mereka.
ADVERTISEMENT
Play Stop Rewatch melihat Stark sadar betul bahwa dirinya adalah public figure yang berarti akan selalu berada dalam pengawasan publik, baik di ranah sosial maupun digital. Dengan kata lain, sekuat apapun dirinya mencoba memisahkan persona Iron Man, cepat atau lambat publik akan mengetahui bahwa Tony Stark dan Iron Man adalah sosok yang sama.
Oleh karenanya, menurut Play Stop Rewatch, Stark memutuskan untuk lebih baik membuka rahasianya saja sekalian karena toh pada akhirnya akan tetap ketahuan.
Pepper Pots dan Tony Stark berseteru (Foto: Marvel Studios)
Stark sendiri sadar aksinya menaruh dirinya dan orang-orang yang ia sayangi seperti Happy Hogan serta Pepper Pots dalam bidikan musuh-musuhnya. Itulah kenapa ia sempat memutuskan untuk berpisah dari Pepper di Captain America: Civil War untuk memastikannya memiliki kehidupan normal.
ADVERTISEMENT
Namun, belakangan, ia memutuskan untuk melibatkan kembali Pepper di kehidupan heroiknya karena ancaman ke dirinya maupun Pepper lahir bersama keputusannya untuk menjadi Iron Man.
Uniknya, keputusan Marvel Studios untuk mengesampingkan segala perkara identitas rahasia berasal dari sebuah improvisasi. Kevin Feige, pimpinan dari Marvel Studios, mengungkapkan bahwa kalimat “Akulah Iron Man” tidak tercatat di naskah karena kata-kata tersebut diciptakan sendiri oleh Robert Downey Jr. selaku pemeran Iron Man.
Walau begitu, Feige mengaku menyukainya dan merasa penghapusan identitas rahasia bisa menjadi pembeda antara film-film Marvel Studios dengan film superhero produksi studio kompetitor.
“Saya rasa hal tersebut (improvisasi Downey Jr.) menginspirasi kami untuk film-film kami yang lain,” ujar Feige dalam wawancara dengan Indie Wire tahun lalu perihal identitas rahasia Iron Man.
ADVERTISEMENT
Nah, menurut anda, masih relevankah identitas rahasia? Sudah tepatkah keputusan Tony Stark?

#CutiBersamaEndgame

Loading Instagram...
Untuk menyambut Endgame, Play Stop Rewatch akan memberikan tiket gratis Premiere XXI di hari pertama film Endgame akan rilis. Selain itu, kami juga mengampanyekan sebuah tagar #CutiBersamaEndgame yang filosofinya adalah kita rela untuk cuti dari kantor demi bisa menonton film Endgame di jam pertama tayang untuk menghindari spoilers.
Untuk lebih lengkapnya, silakan klik link berikut ini #CutiBersamaEndgame.
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan