Classic Review 'God Help The Girl': Sebuah Visualisasi Album Pop

Play Stop Rewatch, Jakarta - Album Indie Pop yang hidup. Itulah yang terlintas ketika melihat God Help The Girl. Sebuah film debut dari sutradara Stuart Murdoch yang juga seorang musisi dan penulis lagu dari band asal Skotlandia, Belle and Sebastian.
God Help The Girl adalah sajian ringan yang bisa membantu anda melewati waktu atau menghibur mood yang murung lewat alunan musikalnya yang berwarna. Sebuah drama musikal yang ringan dan diwarnai dengan adolescence problems dari tiga karakternya, yaitu Eve, James, dan Cassie.
Eve (Emily Browning), penderita anoreksia nervosa yang bergelut dengan depresi, tidak sengaja bertemu dengan James (Olly Alexander). James sendiri adalah seorang musisi muda yang memilki kepribadian kutu buku dan sedang dalam pelarian dari rumah sakit yang merawatnya. Kepada Eve, James memperkenalkan Cassie (Hannah Murray), murid musik James saat itu. Pertemuan mereka menjadi asal mula pershabatan yang kemudian berujung pada ide membuat sebuah band dengan intrik romansa.
Narasi yang lirikal dan adegan musikal yang imajinatif dari God Help The Girl, dibalut dengan setting kota Glasgow saat musim panas dan gugur, menjadikannya sebuah moodlet bagi penonton. Produksinya sendiri berawal dari passion project Murdoch di tahun 2007. Saat itu, Murdoch mengumpulkan vokalis wanita untuk menyanyikan lagu-lagu ciptaanya dengan gaya berbeda dari band induknya, Belle and Sebastian. Dari project itu, lahir album God Help The Girl di tahun 2009 yang kemudian dikembangkan lagi oleh Murdoch menjadi sebuah film dengan judul sama.
Kepiawaian Stuart Murdoch dalam menulis lagu terlihat dalam naskah God Help The Girl. Naskahnya lirikal, mengalir dengan mudahnya bak lagu-lagu Murdoch. Namun, Murdoch kurang menunjukan sisi dramatis dalam film tersebut hingga akhirnya terkesan datar.
Pesona karakter dengan material latar belakang unik juga tidak berhasil mengajak penonton untuk ikut campur dalam gelutan emosi yang melanda karakter tersebut. Absensi antara adegan musik juga kadang terlalu lama sehingga beberapa scene terkesan sunyi. Sungguh ironis mengingat God Help The Girl adalah sebuah film musikal.
Adegan musikal yang dilengkapi dengan koreografi menjadi sebuah penggambaran imajinasi yang menonjolkan sisi emosi dari masing-masing karakter. Namun hal tersebut justru menimbulkan pemisahan ambiens antara drama dan adegan musikal yang ada dalam film tersebut. Dengan kata lain, adegan musikal yang ada malah menjadi sebuah fitur tambahan, bukan core dari film berdurasi 111 menit ini.
Namun, secara keseluruhan koreografi dan musik yang disajikan dalam film dapat dinikmati sebagai kudapan ringan bagi penonton dari film ini. Gaya musik Belle and Sebastian sangat kental terasa, divariasikan dengan vokal dari masing-masing pemeran yang dikepalai dengan suara merdu Emily Browning. Emily Browning menjadi pasangan serasi dari lagu-lagu God Help The Girl karangan Murdoch.
Soundtrack dari God Help The Girl juga bisa kalian nikmati untuk menemani hari-hari diselang kegiatan ngantor di rumah dan mood booster. Alunan indie pop yang mengisi setiap adegan musikal didalamnya bisa mengisi ulang energi kalian untuk kembali ke depan laptop. Seperti judul tajuk ini, God Help The Girl adalah sebuah visualisasi album indie pop, sebuah visualisasi lirik yang hidup menjadi sebuah film.
Kontributor: Rifqi Abdurrachman Nazalen
