Entertainment
·
16 April 2020 18:45

Di Tengah Pandemi Corona, Nilai Saham Netflix Kalahkan Disney

Konten ini diproduksi oleh Play Stop Rewatch
Di Tengah Pandemi Corona, Nilai Saham Netflix Kalahkan Disney (24164)
Netflix dan Disney+
Play Stop Rewatch, Jakarta - Ketika Disney terpukul di pasar saham, akibat virus Corona, Netflix justru berjaya. Variety melaporkan bahwa nilai saham Netflix konsiten naik selama tiga hari terakhir. Ketika perdagangan ditutup pada hari Rabu kemarin, nilai sahamnya naik 3,2 persen, menjadikan nilai per lembar sahamnya $426,75 (Rp 6,7 juta).
ADVERTISEMENT
"Hal tersebut menjadikan nilai Netflix secara keseluruhan adalah US$ 187 miliar, lebih banyak dibandingkan Disney yang mencatatkan US$ 186 miliar," sebagaimana dikutip dari Variety, Kamis (16/4).
Tidak hanya berhasil mengalahkan Disney, Netflix juga mencatatkan rekor baru dengan nilai sahamnya saat ini. Sebelumnya, pencapaian tertinggi Netflix adalah $418,97 ( Rp 6,5 juta) per lembar saham dan itu pun dua tahun yang lalu.
Berjayanya Netlflix, menurut para analis, bukan hal yang mengejutkan. Dengan terpaksanya orang-orang menetap di rumah karena pandemi, Netflix menjadi pelarian paling mudah. Bahkan, para analis sudah memprediksi Netflix akan melampaui target jumlah pelanggan baru yang ia pasang untuk kuartal pertama.
Untuk kuartal pertama, Netflix memasang target 7 juta pelanggan berbayar baru. Menurut Pivotal Research Group, Netflix mencatatkan paling tidak 8,45 juta pelanggan berbayar baru alias 1,45 juta lebih banyak. Perolehan Netflix akan ketahuan dalam rapat umum pemegang saham yang berlangsung pekan depan.
ADVERTISEMENT
"Kami yakin pandemi virus Corona malah semakin memperkuat dominasi Netflix di pasar layanan streaming. Hal tersebut dipicu konsistensi mereka memproduksi konten-konten baru seiring dengan bertambahnya jumlah pelanggan," ujar analis Pivotal, Jeffrey Wlodarczak.
Tidak berhenti di situ, Wlodarczak juga menyakini nilai saham Netflix akan terus naik. Perkiraannya, selama masa pandemi, saham Netflix bisa sampai menyentu US$ 490 per lembar saham atau setara Rp7,6 juta.
Kompetitor Netflix, Disney+, sebenarnya juga berhasil menambah jumlah pelanggannya secara konsisten. Pekan lalu, Disney melaporkan sudah berhasil mengumpulkan 50 juta pelanggan Disney+ di seluruh dunia. Hal itu dipicu diluncurkannya Disney+ di India dan Eropa.
Sayangnya, pencapaian tersebut tertutup buruknya performa kerja divisi bisnis Disney lainnya. Di divisi film, misalnya, Pandemi Corona menghalangi Disney untuk memproduksi konten konten baru ataupun mendistribusikan yang sudah ada. Film-film yang diyakini akan sukses, misalnya Black Widow, ditunda sampai November akibat pandemi Corona.
ADVERTISEMENT
***
kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!