Review Film Arini by Love.inc: Di Balik Senyum Ramah Arini

Konten Media Partner
27 Januari 2022 8:07 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Film Arini by Love Inc. Foto: Instagram/@visinemaid
zoom-in-whitePerbesar
Film Arini by Love Inc. Foto: Instagram/@visinemaid
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Play Stop Rewatch, Jakarta - Film Love For Sale garapan Andibachtiar Yusuf bisa dikatakan salah satu film komedi romatis Indonesia yang beda dari yang lain. Tak hanya bahasa visualnya yang realistik dan terasa intimate, tetapi juga mengangkat isu online dating serta rental girlfriend yang jarang dibicarakan. Nah, film ketiga Love For Sale, Arini by Love.Inc, menelusuri lebih jauh bisnis rental girlfriend milik Love.Inc (beserta sosok-sosok di dalamnya) yang menjadi plot device dari dua film sebelumnya.
ADVERTISEMENT
Tak bisa dipungkiri, sejak kisah Love for Sale bisa diakses dengan lebih mudah lewat streaming service, kami makin penasaran akan pengembangan ceritanya. Tentunya hal yang ingin kami tahu lebih banyak adalah soal Arini, tokoh utama perempuan dari semua film Love for Sale. Sosoknya masih misterius sejak Love for Sale pertama yang juga dibintangi oleh Gading Marten.
Arini, karakter yang diperankan oleh Della Dartyan, mampu membuat banyak laki-laki diluar sana baper. Tidak hanya parasnya yang cantik dan tingkahnya yang menggemaskan, Ia juga diselimuti dengan banyak pertanyaan yang belum terjawab. Siapakah Arini? Apa hubungannya dengan Love.Inc? Apakah Arini benar identitas aslinya?
Film Arini by Love Inc. Foto: Visinema
Ketika Arini by Love.Inc pertama kali diumumkan, kami sudah berharap berbagai pertanyaan soal Arini dan Love.Inc akan terjawab. Namun, setelah menonton filmnya, apa yang terjadi malah sebaliknya. Pertanyaan soal keduanya makin bertambah walaupun ada hal-hal yang juga terjawab.
ADVERTISEMENT
Sebelum melangkah lebih jauh, perlu kami beri tahu dulu bahwa screener yang kami terima dari Bioskop Online bukanlah final cut-nya. Beberapa bagian masih dirahasiakan pada screener yang kami terima sehingga tak tertutup kemungkinan detil-detil menarik akan terungkap di versi terakhir. Walau begitu, screener yang kami tonton sudah cukup memberi gambaran utuh soal cerita Arini by Love.Inc.
Seperti judulnya, Arini by Love.Inc menceritakan hubungan Arini dan Love.Inc Hubungan keduanya dimulai ketika Arini mencari pekerjaan ke Love.Inc. Di sana, ia mendapat posisi teman kencan dan dilatih betul untuk menjadi escort yang terbaik. Namun, anehnya, Arini tidak mampu mengingat beberapa detil soal pengalamannya bekerja untuk Love.Inc.
Perlahan timbul dugaan bahwa Arini cs sejatinya 'diperbudak' oleh Love.Inc. Agar ia tak melawan, memorinya direset setiap kali menyelesaikan tugas. Perlakuan serupa diterima orang lain, termasuk Tiara (Kelly Tandiono) yang menyakini memori masa lalunya hilang. Pertanyaan besarnya, kenapa Love.Inc sampai bertindak sejauh itu.
ADVERTISEMENT
Dibanding kedua prekuelnya, style dari Arini by Love.Inc berbeda 180 derajat. Dibanding romantic comedy, film ini lebih menyerupai psychological thriller. Pendekatannya menyerupai serial Westworld yang melempar pertanyaan-pertanyaan eksistensial perihal sosok-sosok yang dipaksa untuk tidak menjadi diri mereka sendiri.
Pendekatan tersebut memberikan nuansa baru terhadap kisah Love For Sale. Nuansa lovey dovey hilang diganti nuansa yang lebih sinister untuk mempertegas betapa praktik Love.Inc patut dipertanyakan. Di sisi lain, hal itu juga memberikan perspektif alternatif atas apa yang terjadi di Love for Sale 1 dan 2.
Unsur sinister itu diperkuat sektor audio dan visual. Bagaikan melihat ke dalam sebuah perusahaan yang penuh kontrol, tidak ada gaya shoot ala-ala handicam yang menjadi ciri khas Love For Sale. Di film ini, kamera lebih sering diam dan terkadang penonton akan melihat peristiwa dari sudut pandang CCTV. Tak sekali menonton Arini by Love.Inc mengingatkan kami akan karya-karya David Fincher.
ADVERTISEMENT
Nah, soal akting, Della Dartyan selaku pemeran Arini juga tampil beda. Ia lebih banyak bersikap timid dan diam. Hal itu berkaitan dengan kisah Arini dan membuatnya tidak semenonjol biasanya. Malah, perwakilan Love.Inc yang diperankan Marissa Anita terasa lebih dominan dan menonjol dibandin Arini.
Overall, Arini by Love.Inc. hadir lebih untuk terus membangun arc Love for Sale. Pertanyaan-pertanyaan yang selama ini dimiliki penonton hanya dijawab sebagian karena fokusnya memang bukan ke sana, tetapi soal pencarian memory. Sampai film berakhir kami masih belum mengerti siapa sebenarnya Arini dan perusahaan apa sebenarnya Love.Inc.