Review Game God of War: Ragnarok, Sebuah Akhir Yang Pantas untuk Dewa Perang

Konten Media Partner
19 November 2022 18:04
·
waktu baca 5 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Kratos dan Thor (Sumber: Playstation)
zoom-in-whitePerbesar
Kratos dan Thor (Sumber: Playstation)
ADVERTISEMENT
Play Stop Rewatch, Jakarta - Tidak ada game yang memiliki skala epic yang mampu menandingi God of War. Game besutan Santa Monica Studios ini sudah menampilkan spectacle besar nan bombastis semenjak tahun 2005. Kratos, sang karakter utamanya bertanggung jawab atas semua kehancuran yang terjadi dalam keseluruhan mitologi yunani. Setelah triloginya selesai, Kratos berpindah mitologi dan kembali wreaking havoc di mitologi nordik dalam game God of War 2018 (Untuk review GOW 2018 PC bisa dilihat disini)
ADVERTISEMENT
Game sebelumnya mendapatkan banyak penghargaan. Kisah Kratos dan anaknya, Atreus, sukses besar dan bisa dikatakan perfect. Beban besar tentunya untuk God of War Ragnarok, sekuelnya. Apakah Santa Monica Studios mampu menandingi benchmark yakni God of War 2018 itu sendiri? Singkat cerita, Ya.
Kratos dan Atreus AKA Loki (Sumber: Playstation)
zoom-in-whitePerbesar
Kratos dan Atreus AKA Loki (Sumber: Playstation)

Dibuat Untuk PS4, Console Berusia 9 Tahun

Judul itu tidak salah. Santa Monica Studios berkata bahwa God of War Ragnarok pada dasarnya adalah game PS4. Beda dengan Horizon Forbidden West yang dimana versi PS5-nya berbeda jauh dengan versi PS4-nya, God of War Ragnarok nyaris tidak ada perbedaan antara keduanya dari segi visual fidelity. Perbedaan paling utama ada pada resolusi dan framerate. PS5 dapat memainkan GOW Ragnarok dengan resolusi 4K dan framerate up to 120fps. PS4 hanya mampu 1080p 30fps saja.
ADVERTISEMENT
"Berarti gak ada peningkatan grafis dong sama game sebelumnya?" Secara garis besar, iya. Peningkatan grafis disini lebih subtle alias halus. Paling terlihat ada di character rendering yang lebih detail juga facial animation yang tentunya beneficial melihat banyaknya scene emotional dalam game ini. Selain itu lightning juga lebih bagus dan dynamic, terutama untuk salah satu realm yang tidak akan kami sebut namanya dimana time of day-nya bisa diganti.
Penggunaan Screen Space Reflections juga ditambah dan membuat permukaan air jadi makin hidup dan reflektif. Air dalam GOW 2018 tidak menggunakan SSR melainkan cubemap, jadi dibeberapa tempat tertentu, terutama dalam goa, terlihat lifeless.
Hebatnya, PS4 yang umurnya setara anak SD, masih mampu merender grafis ciamik GOW Ragnarok. Sebagai catatan, PS4 milik penulis tidak lagi memakai HDD internal bawaan originalnya dan sudah diganti dengan SSD. Jadi kecepatan loading tidak akan sama dengan PS4 lain yang masih menggunakan HDD bawaan. Walaupun begitu, loading texture kadang telat sedikit dan yang paling parah, musuh terkadang muncul secara invincible.
ADVERTISEMENT
Jadi,terkadang kita bisa menghajar musuh tak kasat mata selama kurang dari 5 detik, baru setelah itu wujudnya terlihat. Agak sedikit annoying tapi bisa dipatch dikemudian hari. Untuk performanya, sebagian besar game ini locked at 30fps dan hanya turun sedikit saja dibeberapa tempat yang memang terlihat berat. Hanya saja PS4 akan mengeluarkan suara cukup kencang bak jet. Jadi bersiap saja untuk mengencangkan suara TV untuk menutupi suara cooling fan
Dad and Boy on a boat... somewhere (Sumber: Playstation)
zoom-in-whitePerbesar
Dad and Boy on a boat... somewhere (Sumber: Playstation)

End of The World AKA Ragnarok

Dari segi cerita, penulis tidak akan membahas banyak hal karena hampir semua aspek cerita game ini bisa terhitung spoiler. Jadi begini saja: secara skala dan character growth, GOW Ragnarok will blow your mind.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Apa yang Santa Monica Studio lakukan di GOW 2018 mereka dua kali lipatkan dalam game ini. Semua realm yang tercabang dalam Yggdarasil bisa kalian kunjungi dalam game ini. Kratos mendominasi keseluruhan character growth dan sebagai pengikutnya sejak masih dibangku SMP, akhir kisah Ragnarok brings a tear to my eyes.
ADVERTISEMENT
Porsi karakter lain juga jauh lebih banyak. Atreus, Freya, Mimir, Brok dan Sindri kembali mendampingi dengan role yang lebih besar. A whole bunch of new characters also joins the frey, tapi saking banyaknya kadang penulis lupa which is which.
Penulis paling suka karakterisasi Thor dalam game ini yang jauh lebih akurat sesuai dengan buku karya Snorri Sturluson, penulis Prose Edda, kitab suci mitologi nordik. Kalian akan sangat tercengang melihat kreativitas tim penulis Santa Monica Studios dalam meramu detik-detik terjadinya Ragnarok walaupun telah mengubah Loki yang seharusnya menjadi dewa paling utama mitologi nordik.
Selain cerita yang skalanya ditambah, gameplay juga. Secara garis besar, tidak banyak berubah. Masih dengan combat system ala Dark Souls dimana kamu harus attack, dodge dan parry. Beberapa refinements ada pada companion yang jauh lebih fungsional, membuat Kratos tidak seperti bertarung sendiri lalu dibantu, sekarang Kratos bertarung bersama companion-nya.
ADVERTISEMENT
Ada yang sadar kenapa penulis menyebut companion bukan Atreus saja? Karena Freya, Mimir, Brok dan Sindri tidak hanya akan ada pada cutscene saja melainkan ikut mendampingi Kratos keliling nine realms.
Selain pada companion, menu upgrade serta loot kini jadi lebih simple. Tidak perlu menambahkan rune pada setiap slot masing-masing armor, Enchantments kini dijadikan satu yang pengaruhnya beragam mulai dari stat boost, hingga ability boost. Loot gathering juga dipermudah dengan adanya peti disetiap lokasi workshop Brok dan Sindri, jadi semua loot yang lupa kalian ambil tidak akan hilang selamanya. Amat, sangat membantu.
Side Content juga mendapatkan boost. Tidak lagi berupa go there, do that, collect stuff, kini mereka memiliki ceritanya masing-masing, yang berfokus pada companion tertentu. Lengkap pula dengan cutscene, bobot side content jadi naik secara drastis. Rugi kalau tidak dilakukan. Singkat kata, game ini masif serta padat. Dari awal hingga tamat, Penulis bermain hampir 30 jam lamanya, menyelesaikan main mission dan beberapa side content.
"What gets bigger the more you take away?" (Sumber: Playstation)
zoom-in-whitePerbesar
"What gets bigger the more you take away?" (Sumber: Playstation)

"Be Better"

ADVERTISEMENT
Sebagai penutup, God of War Ragnarok adalah penutup bab nordik yang sangat memuaskan untuk para fans franchise epik ini. Dari awal hingga akhir kita disuguhi berbagai macam spectacle blockbuster khas franchise first party Playstation dan skalanya yang lebih besar menjadikan game ini worthy of its price. Setelah tamat pun, masih banyak side content dan collectibles yang tersebar dipenjuru nine realms siap untuk kalian kumpulkan. Untuk kalian yang belum punya PS5 tidak perlu takut karena GOW Ragnarok jalan lancar jaya nyaris tanpa minus dikonsol sepuh milik kalian. Jamin deh, tidak akan menyesal beli game ini dengan harga penuh.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020