Konten Media Partner

'Richard Jewell': Superhero yang Dicap Tersangka Oleh Media dan FBI

Play Stop Rewatchverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Richard Jewell (Foto: IMDb)
zoom-in-whitePerbesar
Richard Jewell (Foto: IMDb)

Play Stop Rewatch, Jakarta - Di bulan Februari kemarin Warner Bros telah merilis sebuah film based on a true story dari tragedi pengeboman di Atlanta tahun 1996 lalu.

Disutradarai oleh Clint Eastwood (American Sniper, Sully, The 15:17 to Paris, The Mule), Film yang berjudul Richard Jewell tersebut menceritakan tentang seorang petugas keamanan yang menemukan sebuah bom di taman Centennial Olympic Park dan berkatnya banyak nyawa yang terselamatkan.

Media bak ibarat pisau bermata dua

Richard Jewell mengamankan pengunjung taman Cenentennial Olympic Park (Foto: IMDb)

Setelah kejadian tersebut, Richard Jewell (Paul Walter Hauser) langsung dicap sebagai seorang superhero oleh media cetak maupun elektronik, namun semua itu berubah ketika media lokal The Atlanta Journal membocorkan hasil investigasi FBI dengan target Richard.

Seketika juga kehidupan Richard berubah 180 derajat, beberapa media menuliskan kata-kata kecaman kepada dirinya, bahkan tempat tinggalnya dikepung oleh beberapa awak media. Semua itu bermula ketika Kathy Scruggs (Olivia Wilde) yang merupakan wartawan dari AJC berhasil mengorek informasi tersebut dari Tom Shaw (Jon Hamm).

Ironisnya adalah ketika berita tersebut berhasil terbit Kathy mendapat selamat dari rekan-rekannya bahkan juga dari bosnya sendiri, berbanding terbalik bagi Richard yang sejak saat itu kehidupannya akan diteror oleh awak media dan FBI.

Kecurigaan FBI kepada Richard yang tanpa bukti

Agen FBI Tom Shaw (Foto: IMDb)

Tanpa barang bukti seperti material pembuatan bom di rumahnya, FBI justru menjadikan Richard sebagai target investigasi hanya berdasarkan kecurigaan dari mantan bosnya, yaitu Dr. Cleere (Charles Green).

Kecurigaan Dr. Cleere timbul karena semasa Richard bekerja bersamanya ia sering melakukan beberapa hal yang tidak wajar, seperti mengusik para pelajar dan menghentikan kendaraan di jalan raya, yang ia duga Richard sedang mencari perhatian.

Ditambah salah satu anggota FBI yang mengaitkan kejadian bom di Atlanta dengan ancaman bom di Olimpiade Los Angeles 1984 dan kebakaran hutan di Idaho. Ia menduga Richard sebagai pelaku sekaligus yang menemukan bom tersebut, dengan hasil ia mendapat pujian atas aksi heroiknya tersebut.

Richard Jewell yang terlalu patuh

Richard Jewell didampingi pengacaranya (Foto: IMDb)

Selama penyelidikan yang dilakukan oleh FBI, Richard Jewell sangat kooperatif untuk mengikuti prosedur yang ada. Hal tersebut justru coba dimanfaatkan oleh FBI untuk menjebak Richard agar menjadi tersangka untuk kasus tersebut.

Terdapat beberapa kejanggalan yang diperlihatkan, seperti Richard yang diminta untuk mengikuti sebuah video pelatihan tentang bagaimana cara menghadapi bungkusan yang mencurigakan, diminta menandatangani sebuah formulir pada sesi wawancara, dan diminta untuk mengulangi kalimat yang sama seperti yang diucapkan oleh pelaku bom sesungguhnya.

Bahkan di beberapa adegan terlihat seolah-olah Richard lebih berpihak kepada FBI, yang kita ketahui sebelumnya bahwa mereka sedang menjebaknya. Beruntungnya ia didampingi seorang pengacara tangguh yang bernama Watson Bryant (Sam Rockwell). Di film tersebut Watson digambarkan sebagai pengacara yang mendampingi Richard selama kasus tersebut, namun berdasarkan kisah aslinya terdapat dua pengacara lain yang turut membantu, yaitu Lin Wood dan Wayne Grant.