3 Cerita Rakyat Sumatera Utara yang Populer di Masyarakat
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ada banyak cerita rakyat Sumatera Utara yang populer di masyarakat. Cerita di dalamnya terkandung kekayaan budaya dari berbagai etnis seperti, Batak Toba, Melayu, Nias, Mandailing, dan Pakpak-Dairi.
Kisah-kisah yang diceritakan bukan sebatas dongeng semata, melainkan warisan budaya yang memperkenalkan kearifan lokal serta mengungkap asal-usul suatu tempat.
Cerita Rakyat Sumatera Utara, Warisan Budaya Bidang Literasi
Dikutip dari laman jambiprov.go.id, berikut beberapa cerita rakyat Sumatera Utara yang populer di kalangan masyarakat:
1. Legenda Danau Toba dan Pulau Samosir
Dahulu kala dikisahkan ada seorang petani miskin bernama Toba yang mendapatkan ikan bersisik mas.
Ajaibnya, ikan itu berubah menjadi wanita cantik yang kemudian ia nikahi dengan syarat identitasnya tidak boleh dibongkar.
Sayangnya, karena merasa sangat marah, Toba memaki anaknya yang bernama Samosir dengan sebutan anak ikan.
Tidak lama setelahnya, terjadilah badai dahsyat yang menjadi awal mula terbentuknya Danau Toba dan Pulau Samosir.
2. Gundala-Gundala
Dikisahkan ada seekor burung raksasa jelmaan pertapa sakti bernama gurda gurdi yang setia menemani putri raja di istana.
Suatu hari, paruhnya yang menjadi simbol kehormatan dipegang oleh sang putri dan suaminya.
Terjadilah pertarungan hebat antara burung gurda gurdi dengan panglima istana yang berakhir dengan kekalahan sang burung raksasa. Tiba-tiba, turun hujan deras sebagai tanda duka cita.
Berawal dari kisah tersebut, terciptalah tari gundala-gundala yang ditampilkan saat upacara memanggil hujan.
3. Asal Mula Pohon Aren
Legenda pohon aren bermula dari sepasang kakak beradik yang menjadi yatim piatu. Akibat tekanan ekonomi, sang adik bernama Tare Iluh mencoba berjudi agar mendapatkan banyak uang.
Namun, sayangnya harapan tersebut musnah. Tare Iluh malah memiliki banyak utang yang membuat warga desa marah.
Tidak lama setelahnya, ia menghilang bagai ditelan bumi sehingga kakaknya bernama Beru Sibou sangat khawatir.
Beru Sibou yang khawatir kemudian berdoa “Tuhan, aku bersedia membayar semua utang adikku.
Aku akan membayar dengan air mataku, rambutku, dan semua bagian tubuhku agar dapat digunakan oleh orang desa. Tapi tolong bebaskan adikku “
Akhirnya datang badai besar yang membuatnya perlahan-lahan berubah menjadi pohon aren. Semua bagian dari pohon tersebut dapat dimanfaatkan, termasuk airnya yang memiliki rasa manis.
Demikian ulasan seputar cerita rakyat Sumatera Utara yang begitu melegenda bahkan terkenal hingga ke luar Sumatera dan memiliki nilai moral serta mengisahkan asal-usul tempat. (NOV)
Baca juga: Fakta Unik Pempek, Ternyata Ada Kisah di Balik Nama dan Cita Rasanya