3 Faktor Kenapa Kereta Api Lebih Sulit Berhenti daripada Mobil
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kenapa kereta api lebih sulit berhenti daripada mobil? Pertanyaan sejenis itu sering kali muncul ketika kereta api cenderung terus berjalan dan hanya membunyikan klakson, meskipun ada hambatan yang melintas di hadapannya.
Kereta api yang sedang melaju akan terus berjalan dan hanya membunyikan klakson bukan karena mengabaikan hambatan di hadapannya. Semua itu terjadi karena ada banyak faktor yang membuat kereta api lebih sulit untuk berhenti daripada mobil.
Kenapa Kereta Api Lebih Sulit Berhenti daripada Mobil? Ini Faktor Penyebabnya
Kereta api merupakan moda transportasi darat yang mempunyai jalur atau perlintasan tersendiri. Keberadaan perlintasan kereta api mempunyai fungsi untuk mengoptimalkan faktor keselamatan, efisiensi berat, serta kepastian jalur.
Perlintasan tersebut juga memfasilitasi kereta api untuk mengatur jarak pengereman sebab kereta api lebih sulit berhenti daripada mobil. Kenapa kereta api lebih sulit berhenti daripada mobil? Ini tiga faktor penyebabnya.
1. Bobot Kereta Api Lebih Besar daripada Mobil
Kereta api mempunyai bobot yang jauh lebih besar daripada mobil. Lokomotif (penggerak) kereta mempunyai massa sekitar 78 – 108 ton. Nilai tersebut belum termasuk kereta api bermuatan.
Dikutip dari buku Rekayasa Jalan Rel karya Gusty, dkk. (2024: 11), kereta dapat mengangkut hingga 2.000 ton. Nila tersebut jauh berbeda dengan mobil yang bobot kosong (tanpa penumpang) hanya sekitar 0,9 – 2,5 ton.
Perbedaan bobot tersebut membuat kereta tidak dapat berhenti tiba-tiba seperti mobil. Kereta membutuhkan waktu serta jarak pengereman yang lebih panjang daripada mobil.
2. Gaya Gesek Roda Kereta Api Lebih Kecil daripada Mobil
Perbedaan jenis roda juga menjadi faktor yang menyebabkan kereta lebih sulit berhenti daripada mobil. Roda kereta terbuat dari baja serta berjalan di rel yang juga terbuat dari baja. Oleh karena itu, gaya gesek roda kereta lebih kecil daripada mobil.
Gaya gesek yang lebih kecil tersebut membuat roda kereta mudah tergelincir jika langsung mengerem atau mengerem secara mendadak. Berbeda dengan kereta, roda mobil terbuat dari karet dan berjalan di aspal sehingga gaya geseknya lebih kuat.
3. Keberadaan Sistem Pengereman Bertahap
Faktor lain yang membuat kereta lebih sukar berhenti daripada mobil alah sistem pengeremannya. Kereta menggunakan sistem pengereman bertahap sehingga roda tidak akan berhenti seluruhnya ketika pengereman berlangsung.
Pengereman secara langsung, baik mendadak maupun langsung menarik rem akan menimbulkan risiko gerbong tergelincir. Kereta pun dapat anjlok.
Baca juga: Kenapa Kaca Spion Mobil Terlihat Lebih Dekat dari Aslinya? Ini Penjelasannya
Alasan kenapa kereta api lebih sulit berhenti daripada mobil umumnya berkaitan dengan keselamatan. Oleh karena itu, tertib lalu lintas dan tidak menerobos palang kereta api menjadi sikap yang sangat penting demi keselamatan bersama. (AA)