3 Tradisi Indonesia yang Berkaitan dengan Laut sebagai Daya Tarik Wisata
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tradisi Indonesia yang berkaitan dengan laut telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan banyak masyarakat pesisir sejak dahulu.
Di berbagai wilayah Nusantara, laut bukan sekadar hamparan air yang menjadi jalur pelayaran atau tempat mencari nafkah, tetapi juga ruang yang menyimpan beragam kebiasaan turun-temurun yang masih dijaga hingga kini.
Menariknya, setiap daerah memiliki cara tersendiri dalam mengekspresikan hubungan dengan laut, sehingga tradisi yang berkembang pun tampil dengan ciri khas yang berbeda-beda.
Tradisi Indonesia yang Berkaitan dengan Laut di Berbagai Daerah
Tradisi Indonesia yang berkaitan dengan laut menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat pesisir di berbagai daerah.
Setiap tradisi lahir dari kebiasaan yang diwariskan secara turun-temurun serta berkembang sesuai dengan kondisi alam dan budaya setempat.
Meskipun memiliki tata cara pelaksanaan yang berbeda, seluruh tradisi tersebut menunjukkan hubungan yang erat antara masyarakat dengan laut sebagai sumber kehidupan.
Selain dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, laut juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari berbagai kegiatan budaya yang terus dipertahankan hingga sekarang.
Beragam tradisi ini masih dilaksanakan pada waktu-waktu tertentu dan tetap dijaga keberadaannya sebagai warisan budaya yang memiliki nilai penting bagi masyarakat pesisir.
1. Nyuloh atau Bekarang
Natuna memiliki salah satu tradisi yang diwariskan oleh nenek moyang, yaitu Nyuloh atau Bekarang. Tradisi ini merupakan kegiatan mencari ikan, cumi-cumi, kepiting, serta berbagai hewan laut lainnya yang dimanfaatkan sebagai lauk-pauk.
Pelaksanaannya dilakukan ketika air laut sedang surut sehingga masyarakat dapat berjalan kaki dari bibir pantai menuju kawasan laut yang dangkal.
Oleh karena itu, Nyuloh dan Bekarang hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu, yaitu saat kondisi air laut memungkinkan untuk dilalui tanpa menggunakan perahu.
2. Taber Laut
Selain Nyuloh atau Bekarang, terdapat pula tradisi Taber Laut yang diselenggarakan setiap tahun pada bulan Juni. Tradisi ini dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus harapan agar keseimbangan alam tetap terjaga.
Melalui pelaksanaannya, masyarakat berharap hasil laut menjadi melimpah serta terhindar dari berbagai hal yang tidak diinginkan atau tolak bala.
Prosesi ritual Taber Laut Rambat berlangsung selama dua hari dan menjadi bagian dari tradisi yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.
3. Sedekah Laut Juwana
Dikutip dari laman kikomunal-indonesia.dgip.go.id, sedekah Laut Juwana merupakan tradisi budaya masyarakat nelayan di Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati.
Tradisi ini dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas hasil laut yang diperoleh, sekaligus sebagai permohonan keselamatan serta keberlimpahan hasil tangkapan ikan pada masa mendatang.
Prosesi tradisi diawali dengan pembuatan sesajen yang berisi berbagai makanan khas dan persembahan lain yang disusun sesuai adat istiadat setempat.
Tradisi ini telah dilaksanakan secara turun-temurun dan memiliki makna religius, budaya, ekonomi, serta sastra. Selain itu, pelaksanaannya juga berperan dalam mempererat hubungan sosial masyarakat nelayan sekaligus mendukung pelestarian sumber daya alam laut.
Sedekah Laut Juwana biasanya diselenggarakan setelah Lebaran Idulfitri dan Lebaran Ketupat. Tradisi yang juga dikenal sebagai sedekah laut atau sedekah bumi ini menjadi wujud rasa syukur masyarakat atas nikmat yang diberikan Allah.
Itulah beberapa tradisi Indonesia yang berkaitan dengan laut. (KIKI)
Baca juga: Makna Tradisi Seren Taun di Jawa Barat yang Belum Diketahui