Konten dari Pengguna

3 Upaya yang Dilakukan untuk Mengembangkan Ekonomi Kreatif secara Optimal

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Bagaimana Upaya yang Dilakukan untuk Mengembangkan Ekonomi Kreatif. Sumber: Unsplash/rajesh kavinpally
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bagaimana Upaya yang Dilakukan untuk Mengembangkan Ekonomi Kreatif. Sumber: Unsplash/rajesh kavinpally

Seluruh sektor kehidupan manusia membutuhkan upaya dan komitmen agar dapat berkembang, termasuk ekonomi kreatif. Lantas, bagaimana upaya yang dilakukan untuk mengembangkan ekonomi kreatif?

Upaya untuk pengembangan ekonomi kreatif dapat mencakup berbagai macam cara. Salah satu yang paling penting adalah keberadaan sinergi dari berbagai sektor seperti kolaborasi antara pelatihan dan pendidikan.

Bagaimana Upaya yang Dilakukan untuk Mengembangkan Ekonomi Kreatif? Ini 3 Pilihan Caranya

Ilustrasi Bagaimana Upaya yang Dilakukan untuk Mengembangkan Ekonomi Kreatif. Sumber: Unsplash/Phil Hearing

Dikutip dari buku Hak Kekayaan Intelektual sebagai Jaminan Kredit karya Hariyani, dkk. (2018: 53), ekonomi kreatif adalah kegiatan ekonomi bermodalkan ide yang diformulasikan ke dalam berbagai bentuk karya cipta atau inovasi baru.

Ekonomi kreatif mempunyai banyak subsektor, contohnya inovasi di bidang kuliner, kerajinan tangan, busana, musik, atau karya audiovisual. Jika setiap sektor ekonomi kreatif berkembang, pertumbuhan ekonomi pun dapat meningkat.

Lalu, bagaimana upaya yang dilakukan untuk mengembangkan ekonomi kreatif? Berikut ini adalah tiga pilihan cara untuk mengembangkannya.

1. Kolaborasi Pelatihan dan Pendidikan

Pengembangan ekonomi kreatif dapat melalui kolaborasi antara pelatihan dan pendidikan. Kolaborasi tersebut memungkinkan pelaku ekonomi kreatif memperoleh keterampilan teknis serta menciptakan inovasi bisnis yang potensial.

Salah satu contoh adalah pelatihan menjahit memungkinkan hadirnya tenaga-tenaga terampil. Kemudian, pendidikan formal di bidang tata busana memungkinkan hadirnya tenaga-tenaga ahli yang mampu mendorong inovasi di bidang tersebut.

2. Pemberian Insentif bagi Pelaku Ekonomi Kreatif

Pemberian insentif juga dapat mengembangkan ekonomi kreatif. Insentif dapat membuat pelaku ekonomi kreatif merealisasikan inovasi serta menambah modal usahanya. Insentif perlu diberikan kepada pihak yang jujur dan bertanggung jawab.

3. Penataan Regulasi

Penataan regulasi penting untuk memberikan kenyamanan bagi pelaku ekonomi kreatif dalam mendirikan usaha serta kenyamanan bagi masyarakat. Regulasi dapat mencakup fasilitas paten, hak cipta, atau penghapusan aturan yang menghambat perkembangan ekonomi kreatif.

Baca juga: Langkah Pertama dalam Berpikir Komputasional di Era Digital

Jadi, bagaimana upaya yang dilakukan untuk mengembangkan ekonomi kreatif? Setiap upaya yang dilakukan termasuk tiga poin dalam uraian di atas membutuhkan kolaborasi serta sinergi dari berbagai sektor, baik pendidikan, ekonomi, hukum, maupun pemerintah. (AA)