Konten dari Pengguna

5 Cerita Rakyat Bengkulu yang Penuh dengan Pembelajaran

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cerita rakyat Bengkulu, Foto: Pixabay/Arturo_Anez
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cerita rakyat Bengkulu, Foto: Pixabay/Arturo_Anez

Cerita Rakyat Bengkulu dapat menjadi bahan bacaan untuk melestarikan budaya lokal. Tak hanya dapat melestarikan budaya, terdapat makna yang mendalam dan pesan-pesan moral bagi pembacanya.

Setiap daerah memiliki cerita rakyatnya masing-masing, termasuk bagi masyarakat Bengkulu. Ada beberapa cerita yang unik dan menarik dalam cerita rakyat Bengkulu, bahkan tokoh-tokohnya saja memberikan makna yang mengandung manfaat.

Cerita Rakyat Bengkulu yang Sarat Pesan Moral

Ilustrasi cerita rakyat Bengkulu, Foto: Pixabay/Pexels

Dikutip dari buku Kumpulan cerita rakyat Nusantara 2 oleh Ade Soekirno Ssp (2005), terdapat beberapa cerita rakyat Bengkulu yang dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran bagi masyarakat.

1. Putri Gading Cempaka

Dikisahkan seorang Putri Gading Cempaka yang merupakan anak dari Kerajaan Sungai Serut, yaitu Ratu Agung. Di mana titihnya tersebut berasal dari Kerajaan Majapahit di Pulau Jawa. Lalu, karena pemimpinnya berumur lansia, dirinya pun menitahkan wasiat kepada semua anaknya.

Pesan yang diwasiatkan yaitu semua anaknya harus pergi ke daerah Gunung Bungkuk apabila sang raja sudah tiada umur dan kerajaan mengalami nasib nahas.

Lalu, kisah berlanjut pada lamaran yang terjadi pada Putri Gading Cempaka, pria yang melamarnya yaitu merupakan dari Kerajaan Aceh.

Namun, lamaran tersebut ditolak Putri Gading Cempaka hingga membuat sang pria kesal. Nasib nahas menimpa kerajaan, sehingga semua anak raja pergi ke Gunung Bungkuk.

Lalu, muncul seorang raja yang datang ke Bengkulu untuk menyelesaikan perselisihan dan bermaksud meminang Putri Gading Cempaka, sehingga raja tersebut menjadi seorang pemimpin baru di Kerajaan Sungai Serut.

2. Putri Serindang Bulan

Dikisahkan seorang putri yang bernama Putri Serindang Bulan yang memiliki kutukan buruk rupa ketika bulan purnama tiba. Alkisah putri tersebut dipinang oleh seorang pria yang mengagumi kecantikannya.

Namun, pernikahan terjadi di malam bulan purnama, sehingga kutukan Putri Serindang Bulan terpaksa harus muncul di malam pernikahan tersebut.

Lalu, pria itu pun kaget melihatnya dan membatalkan pernikahan, sehingga pembatalan pernikahan itu membuat kekecewaan yang mendalam bagi Putri Serindang Bulan.

Setelah itu Putri Serindang Bulan pergi ke hutan dan bermaksud ingin menyendiri, di sana putri bertemu dengan pria yang bernama Setio Barat, sehingga keduanya saling jatuh cinta tanpa mempedulikan kutukan buruk rupa dari sang putri.

3. Keramat Riak

Dikisahkan suatu desa yang bernama Keramat Riak yang berada di selatan daerah Bengkulu, dan di sana terdapat seorang raja yang memimpin yang bernama Riak Bakau.

Lalu, suatu hari terdapat seorang pria tua yang melakukan perjalanan ibadah melewati selatan Bengkulu. Pria tua tersebut pergi ke suatu tempat yang mana diminta memberikan bantuan kepada seorang pedagang asal Cina.

Saat menyuguhkan bantuan, pria tua itu meminta saudagar Cina untuk memenuhi suatu hal. Di mana dirinya menyuruh sang saudagar untuk memakamkan pria tua tersebut di daerah Riak Bakau, sehingga cerita tersebut dinamakan Keramat Riak.

4. Batu Kuyung

Menceritakan tentang kehidupan yang berada di Dusun Tanjung Meranti Bengkulu. Keluarga tersebut terdiri dari sepasang suami istri dengan dua orang anak.

Keluarga tersebut harus mencari nafkah dengan cara bertani, memancing ikan, dan membuat kerajinan yang bisa dijual di pasar.

Namun, karena kesibukan sepasang orangtua tersebut, hingga kedua anaknya bersikap buruk, di mana kedua anaknya berani membangkang, berkata-kata kasar, dan mencemooh orang lain.

5. Bujang Awang Tabuang

Menceritakan tentang seorang pemuda gagah pemberani yang bernama Awang. Awang ini dikenal sebagai bujang yang memilki hati lembut dan pandai bersilat.

Meskipun hidup dalam kesederhanaan, Awang selalu memiliki tekad yang kuat untuk memperbaiki nasibnya dan ia pun ingin membantu orang-orang sekitar.

Demikian cerita rakyat Bengkulu yang singkat, sarat pesan moral dan memiliki makna pelajaran yang berharga. (Sis)

Baca juga: Kisah Si Kelingking, Cerita Rakyat Nusantara tentang Kebersamaan