Konten dari Pengguna

5 Upaya yang Dapat Dilakukan untuk Mengurangi Risiko Bencana Gempa Bumi

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko bencana gempa bumi, Pexels/Faruk Tokluoğlu
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko bencana gempa bumi, Pexels/Faruk Tokluoğlu

Gempa bumi merupakan salah satu bencana alam yang dapat terjadi secara tiba-tiba dan sulit diprediksi secara tepat. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko bencana gempa bumi adalah informasi yang penting untuk diketahui oleh masyarakat.

Guncangan yang ditimbulkan dapat gempa menyebabkan kerusakan bangunan, benda-benda berjatuhan, hingga menimbulkan korban jiwa. Memahami langkah yang perlu dilakukan sebelum dan ketika gempa terjadi menjadi hal penting untuk meningkatkan keselamatan.

Upaya yang Dapat Dilakukan untuk Mengurangi Risiko Bencana Gempa Bumi Secara Tepat

Ilustrasi upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko bencana gempa bumi, unsplash/Çağlar Oskay

Risiko akibat gempa bumi sebenarnya dapat dikurangi melalui berbagai upaya kesiapsiagaan. Inilah upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko bencana gempa bumi berdasarkan situs web bmkg.go.id.

1. Mengenali Kondisi dan Risiko Lingkungan

Langkah pertama adalah mengenali kondisi lingkungan tempat tinggal, sekolah, atau tempat kerja. Perhatikan posisi pintu, tangga darurat, serta tempat yang relatif aman untuk berlindung. Kondisi struktur bangunan perlu dievaluasi agar siap menghadapi gempa.

2. Mengamankan Perabot dan Benda di Dalam Ruangan

Benda-benda di dalam rumah atau gedung dapat menjadi sumber bahaya ketika gempa terjadi. Lemari atau kabinet sebaiknya ditempatkan dan diikat dengan baik agar tidak mudah jatuh atau bergeser.

Benda yang berat juga sebaiknya diletakkan di bagian bawah. Bennda yang tergantung perlu diperiksa kestabilannya.

3. Menyiapkan Perlengkapan Darurat

Persiapan perlengkapan darurat dapat membantu ketika akses terhadap kebutuhan sehari-hari terganggu setelah gempa. BMKG mencantumkan beberapa perlengkapan yang perlu tersedia, seperti kotak P3K, senter atau lampu baterai, radio, makanan, dan air.

4. Mengetahui Tindakan Saat Gempa Terjadi

Ketika berada di dalam bangunan dan gempa terjadi, lindungi kepala serta tubuh dari benda atau material yang berjatuhan. Salah satu pilihan adalah berlindung di bawah meja yang kokoh dan mencari tempat yang relatif aman.

5. Mengetahui Prosedur Setelah Gempa

Risiko belum tentu berakhir setelah guncangan utama berhenti karena gempa susulan masih dapat terjadi. Setelah gempa, keluar dari bangunan dengan tertib dan gunakan tangga biasa, bukan lift.

Periksa kemungkinan kebakaran, kebocoran gas, atau arus pendek. Selain itu, hindari memasuki bangunan yang telah mengalami kerusakan dan ikuti informasi dari sumber resmi.

Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko bencana gempa bumi dapat dilakukan dengan mengetahui kondisi lingkungan hingga menyiapkan perlengkapan darurat. Memahami tindakan-tindakan ini dapat meningkatkan keselamatan diri dan orang-orang di sekitar. (Fia)

Baca juga: Nama Negara Mana yang Berarti Dua Laut dalam Bahasa Arab? Ini Jawabannya