Adjustment adalah Apa? Ini Penjelasan dan Kaitannya dengan Dunia Kerja
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Adjustment adalah istilah yang sering digunakan dalam kajian psikologi. Istilah adjustment banyak digunakan untuk menggambarkan proses penyesuaian diri seseorang terhadap lingkungan, tuntutan, dan tekanan yang dihadapi.
Dikutip dari repository.um-surabaya.ac.id, secara umum, adjustment juga dapat diartikan sebagai kemampuan individu untuk beradaptasi secara efektif agar tetap mampu berfungsi dan bermanfaat dengan baik dalam berbagai situasi.
Dalam Psikologi, Adjustment adalah Proses Penyesuaian Diri
Menurut Chaplin (1995), adjustment adalah variasi perilaku individu dalam menghadapi hambatan demi memenuhi kebutuhannya. Selain itu, perilaku ini juga dapat menjaga hubungan yang harmonis antara manusia dengan lingkungannya.
Artinya, seseorang yang memiliki kemampuan adjustment yang baik akan mampu mengelola stres, menyelesaikan masalah, dan tetap stabil secara emosional meskipun berada dalam kondisi yang sulit.
1. Ciri-ciri Individu dengan Adjustment yang Baik
Individu yang mampu melakukan adjustment atau penyesuaian diri dengan baik biasanya memiliki beberapa ciri-ciri, yaitu:
Mampu menghadapi tekanan tanpa mudah merasa stres yang berlebihan
Memiliki kemampuan kontrol emosi yang baik
Dapat menyesuaikan perilaku dengan situasi yang dihadapi
Memiliki hubungan sosial dan lingkungan yang sehat
Dapat belajar dari pengalaman dan kesalahan yang pernah dialami
Sebaliknya, kegagalan dalam adjustment dapat menyebabkan kecemasan, ketidakstabilan emosi, serta kesulitan beradaptasi di lingkungan baru.
2. Adjustment dalam Dunia Kerja
Dalam dunia kerja, kemampuan adjustment adalah salah satu soft skill penting. Lingkungan kerja seringkali dinamis, penuh tekanan, dan menuntut adaptasi yang cepat terhadap perubahan.
Diantaranya seperti perubahan sistem kerja atau teknologi, target dan deadline yang ketat, interaksi dengan berbagai tipe rekan kerja, serta tuntutan kinerja yang tinggi.
Karyawan dengan adjustment yang baik akan lebih mudah beradaptasi dengan budaya perusahaan, mampu bekerja dalam tim, dan tetap produktif meskipun menghadapi tekanan.
Sebagai contoh, seorang karyawan baru mampu menyesuaikan diri dengan cepat terhadap aturan dan ritme kerja perusahaan. Karyawan tersebut akan cenderung lebih sukses dibandingkan dengan yang kesulitan beradaptasi.
3. Hubungan Adjustment dengan Resiliensi
Adjustment juga berkaitan dengan resiliensi, yaitu kemampuan individu untuk bangkit dari kesulitan. Seseorang yang resilien umumnya memiliki kemampuan penyesuaian diri yang lebih baik.
Hal tersebut karena seseorang resilien tidak mudah menyerah saat menghadapi masalah, mampu melihat tantangan sebagai peluang, dan cepat pulih dari kegagalan. Dalam dunia kerja, kombinasi antara adjustment dan resiliensi dapat membantu seseorang berkembang, bahkan dalam kondisi yang penuh tekanan.
Adjustment adalah kemampuan yang membantu seseorang menghadapi tuntutan hidup, baik dalam dunia akademik maupun dunia kerja. Mengembangkan kemampuan adjustment sejak dini adalah kunci meraih kesuksesan, terutama dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang kompleks. (Win)
Baca juga: Sidang Proposal adalah Apa? Simak Tujuan dan Prosesnya di Sini