Alasan Kasus Pelanggaran Hak dan Pengingkaran Kewajiban Masih Terjadi
Membagikan informasi dari berbagai topik.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengapa kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara masih terjadi? Pertanyaan tersebut masih menjadi pembahasan yang relevan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Berbagai peristiwa yang berkaitan dengan hak serta kewajiban warga negara dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi perhatian di tengah masyarakat. Hal tersebut menunjukkan bahwa pemahaman mengenai hak dan kewajiban warga negara masih perlu diperhatikan.
Alasan Kasus Pelanggaran Hak dan Pengingkaran Kewajiban Masih Terjadi: Contoh, dan Upaya
Mengapa kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara masih terjadi? Dikutip dari Jurnal Upaya Pemerintah dalam Mengatasi Pelanggaran Hak dan Pengingkaran Kewajiban Warga Negara Berdasarkan UUD 1945, Elmina Solatiah, dkk., (2024: 2858), hak dan kewajiban memiliki hubungan yang saling berkaitan.
Pelanggaran dapat terjadi ketika warga negara tidak dapat memperoleh atau melaksanakan hak yang telah ditentukan oleh hukum. Di sisi lain, pengingkaran kewajiban terjadi ketika seseorang tidak menjalankan tanggung jawab yang seharusnya dipenuhi sebagai warga negara.
Salah satu penyebabnya adalah sikap egois. Setiap orang memiliki hak dan kewajiban, tetapi seseorang dapat melakukan pelanggaran apabila hanya menuntut pemenuhan hak tanpa menjalankan kewajibannya. Sikap egois membuat seseorang lebih mengutamakan kepentingan pribadi tanpa mempertimbangkan hak orang lain.
Faktor berikutnya adalah sikap intoleransi. Indonesia memiliki masyarakat yang terdiri atas berbagai suku, budaya, ras, dan agama. Keberagaman tersebut membutuhkan sikap saling menghormati dan menghargai. Apabila sikap toleransi tidak diterapkan, perbedaan dapat menjadi salah satu pemicu munculnya tindakan yang merugikan atau melanggar hak orang lain.
Selain itu, kurangnya kesadaran berbangsa dan bernegara juga menjadi faktor yang dapat menyebabkan terjadinya pelanggaran. Setiap negara memiliki aturan yang harus dipatuhi oleh warga negaranya. Ketika kesadaran masyarakat terhadap aturan rendah, ketentuan yang berlaku dapat diabaikan sehingga berpotensi menimbulkan pelanggaran hak maupun pengingkaran kewajiban.
Selain faktor individu, pelanggaran hak dan kewajiban juga dapat dipengaruhi oleh lembaga dan struktur negara. Aparat penegak hukum berperan penting dalam menegakkan aturan, tetapi sikap yang kurang tegas dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap hukum. Kondisi tersebut juga dapat memicu penyalahgunaan kekuasaan, terutama ketika seseorang memiliki kewenangan yang besar
Contoh Pelanggaran Hak dan Pengingkaran Kewajiban
Salah satu contoh pelanggaran hak adalah pembatasan kebebasan berpendapat. Padahal, kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat dijamin dalam Pasal 28E Ayat (3) UUD 1945.
Sementara itu, pengingkaran kewajiban dapat berupa tidak membayar pajak, melanggar hukum dan ketertiban, tidak mematuhi aturan, serta tidak ikut dalam upaya pembelaan negara. Pengingkaran kewajiban juga dapat terlihat dari tindakan yang merusak lingkungan, seperti deforestasi, pertambangan, serta pencemaran air, udara, dan tanah.
Upaya Mengatasi Pelanggaran Hak dan Pengingkaran Kewajiban
Upaya yang dapat dilakukan antara lain meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat pengawasan dan penegakan hukum, serta meningkatkan kesadaran bernegara melalui pendidikan formal maupun nonformal. Profesionalisme aparat keamanan juga perlu ditingkatkan dan hubungan harmonis antarmasyarakat harus dibangun.
Penanganan pelanggaran dilakukan oleh lembaga negara sesuai kewenangannya, seperti kepolisian, TNI, lembaga pemberantasan korupsi, dan lembaga peradilan.
Pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban terjadi karena ketidakseimbangan antara hak dan tanggung jawab. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat agar hak dan kewajiban dapat dilaksanakan secara seimbang. (Idaf)
Baca juga: Definisi Problem dan Problem Solving, Mengapa Hal Itu Penting